Linimasa

Tuesday, December 11, 2012

Senyum Mas Kondektur

Menunggu kendaraan besar itu sampai di pinggiran trotoar Cibubur. Selama satu jam, akhirnya bis bernomor A 70 muncul. Ini karena aku tak punya pilihan lain, uang pas sembilan ribu. Kunikmati, walau iya sempat mengeluh lantaran matahari menjepit dahiku. Tak lama bis tiba, kondektur tersenyum dari balik kaca, langsung kuberikan sisa uangku tadi, "Langsung tidur, " paparnya. Bukan akrab, mungkin baru satu dua kali ditagih ongkos olehnya saat menaiki kendaraan besar ini. Namun, begitulah senyuman, dapat mengubah segalanya. Ramah dan tegur sapa di siang penuh keringat ini, terima kasih mas kondektur.

No comments: