Linimasa

Sunday, November 18, 2012

Setidaknya, Ibu

14 November 2012 Ibu, aku memang belum menikah (maaf, kebahagiaanmu tertunda). Tapi bagiku tak ada salahnya jika aku mencoba merasakan apa yang kau alami, dari sudut pandang mata ini. Hari kian jemu dalam kegelisahan. Tak ada tontonan, tak ada suara mesra. Aku menafsirkan setiap kesepian untuk tak perlu digembar-gemborkan seperti tangisan anak kecil yang kelaparan. Di pagi hari bekas kesuntukan semalam, dapur kecil adalah memulai bahagia, tempat penyedia bekal makanan yang terbuat dari tangan-tangan indahmu. Tiba di meja, kalimat baru kubaca yang maknanya sama seperti kemarin. Kekuatan itu datang ketika kau melihatku, ketika kau menungguku lebih bahagia atau sekedar memberikanmu senyuman.

No comments: