Linimasa

Thursday, October 11, 2012

Tempat Persembunyian, Cinta

Jembatan reot menyatukan dua insan berbeda. Dipertemukan untuk berbagi keegoisan, suka dan duka. Ketika bosan berpisah dalam waktu, itu-itu saja akhirnya yang timbul amarah. Setiap menit terasa mungkin. Tapi lebih mungkin esok tak akan ada lagi cara untuk melintasi jembatan reot itu. Lebih kurang mungkin, lusa tak lagi juga membagi duka diantara suka cita egois itu. Aku gelisah dalam hitungan, pahit rasanya. Jika makanan disebut kuliner, maka kamu adalah piring yang akan kubanting sendiri hingga pecah tak tersisa, nanti. Peluklah nafasmu sendiri, suatu saat di tempat persembunyian kita, cinta.

No comments: