Linimasa

Friday, March 16, 2012

Kian sirna sinarnya

(Berbaring disamping ibuku)

Malam dalam airmata sendu,
aku tak kuasa untuk menyapu setiap tetesan yang mengalir dipipinya!

Begitu berarti...

Kini,
apa yang ada t'lah tersembunyi jauh dari sebuah senyuman lepas!

Tuhan memang adil,
hukuman serta keadaan yang sedemikian sadisnya membantu kami lebih banyak berpikir daripada harus sombong!

Namun,
harapanku...

Jangan sampai ibuku jatuh lebih pilu,
karna saat ini aku belum sanggup membuat sedihnya mereda?

Keluarga kami,
sudah berbeda...

No comments: