Malam-malam

Tak lama dari mengeluh sakit perut, dengkurmu langsung terdengar jelas.

Perkenalan kita pertama kali melalui aplikasi percakapan, bertemu di bandara, berinteraksi karena urusan kerja, dan segala usaha aku coba lakukan, terjadilah komunikasi yang intens.

Ada rasa bingung sekaligus khawatir untuk hal yang aku belum terbiasa bagaimana harus menghadapimu yang terbilang cukup misterius, mungkin karena baru cerita-cerita di permukaan dan kau memang mandiri.

Malam kedua denganmu, kita membicarakan, jujur aku lupa apa persisnya, dan begitu sebuah pertanyaan muncul, terjadilah, aku kembali merasakan seru.

Di malam terakhir kau bersamaku, cerita-cerita lalu semoga membuat kita makin saling mengenal, bukan menyakiti ke depannya.

2025.12.13

Comments

Popular Posts