Linimasa

Monday, December 30, 2013

Menakar Kesenangan

Tahun dunia segera berganti, waktunya mengingat, diingat, dan ingat. Melihat ke belakang untuk sekadar tersadar, ke depan tak terburu-buru berlari. Ada yang menuntun, tanpa menuntut, bukan Tuhan, namun keinginan kuat menelusuri perubahan. Semua berbahaya kalau minta lebih, dilebihkan, melebihi, sebesar cinta lautan tak akan habis. Taklukkan diri kita sendiri!

Lagi 30

Hujan 30 Desember membuatku terdiam.
Bangun dari tidur, semua mendadak biasa.
Akhirnya diri pun tersadar segera dijauhkan.
Entah apa yang paling benar untuk hidup, tahuku agama.
Jiwa seakan guncang, ingatan tak mau pergi, hati rusak, muka pucat pasi, tiada yang berarti kecuali menghadap kaca besar.
Selalu ada yang terbaik dari sebuah jalan, tak kira berapa tahun lamanya, tak hiraukan berapa banyak pengorbanan di ujung dogma.
Bukan salahmu agar mereka bahagia atau memilihku sementara.

Kudiam Tanpamu

Diam tak perlu merajut, mungkin tak ada kata lagi. Air kopi hangat kutelan biar manis di hati. Lupakan ingatan berjanji. Tak ada jeda untuk menunda, inilah hari. 

30 Sedih

Berbagi. Ternyata tak semua cinta tentang rasa "saling". Manusia kian melemah karena kesalahan. Semoga aku tak disamakan dengan najis. 

Saturday, December 28, 2013

Badan Sadar

Badanku menjerit sejak semalam.
Entah apa maunya? 
Seakan amukan linu pertanda maaf telah berakhir.
Aku lahir dari kenormalan, walau nyatanya hidupku tak sempurna.

Tunggulah Sang Tiba, Kasih

Tak ada perjalanan cinta tanpa suka dan duka.
Pedih merintih sakit tanpa ampun hati terima.
Tenang, karena suatu pagi harimu 'kan datang berbeda! Bahagia dengan yang lain.

SEMOGA DAPAT JODOH

Lucu sama keinginan orang tanpa berkaca atau baiknya mereka lebih fokus pada tujuannya sendiri. 

Kalimat sederhana itu hanya membuat otak tak mudah berpikir. Bukan seperti membalikkan tangan.

Ada berapa kasus perceraian dan semua termaklumi karena alasan TIDAK SEPAHAM? 

Jadi, bagi yang belum paham arti JODOH silakan dekatkan dirimu dengan Tuhan. Mungkin suatu saat terpanggil.

Friday, December 27, 2013

Mohon 27

Tak selalu terdepan. Melakukan apa yang kubisa iyakan. Beri aku kesehatan, Tuhan.

Resah Hari

Seperti baru kemarin kau membuatku kesal, menyerah, lalu tetap jatuh cinta. Mungkin ini yang tak bisa kuulangi lagi nanti. Waktu berjalan cepat tanpa pertanda kapan dunia bosan dengan dusta. Jika sempat memelukmu tanpa berlari, cinta ini tak akan pernah kuakhiri.

Wednesday, December 25, 2013

Bahagia, Bahagia, Bahagia

Pernahkah hatimu menjerit mana bahagia? Bahagia percis di ujung kelingkingmu yang kecil. Terlalu panjang untuk menjabarkan keegoisan hati, entah begini mungkin begitu. Singkatnya, bahagia rindu sang damai. Bahagia, bahagia, bahagia. Tanya kembali, sempurnakan kedua kelingkingmu hari ini. 

Celoteh 25

Bolak-balik yang beragama bingung. Bahkan ikut komentar padahal tidak suka  dikomentari. Pernyataan seakan absurd, titik terang dihilangkan. Morat-marit cari pembenaran yang jelas beda. Terus saja tahun ke tahun tak menetapkan mana yang harus diyakini. Kita tidak kehilangan Tuhan sekalipun lupa bertuhan tanpa mengatakan selamat. Keyakinanku, keyakinanmu. Tak akan pernah bersama untuk saling yakin.

Selasa Sadar Saja Sabar

Andai ada pilihan lain untuk pulang. Harusnya aku tak menerima diam ini. Kubenamkan Selasa dalam irama, senyum saja, senyum. Sadar saja sabar. 

Tuesday, December 24, 2013

Manusia Hebat

Menunggu adalah sebuah kebijakan cinta. Walau tidak berbuntut manis. Namun, hari dikenang dengan baik. Lupakan lelah di setiap jarum jam berhenti. Kita manusia yang hebat!

'Kaya' Adalah Masa Lalu

Jangan bersedih ketika kau akhirny menyadari bahwa banyak uang adalah bagian dari masa lalu. Tetaplah tersenyum dengan rendah hati. Semakin mengeluh akan semakin sakit. Maka, jangan pernah bercita-cita jadi orang kaya wahai kalian. Apalagi merasa pernah kaya! 

Sunday, December 22, 2013

Remember Me

Dua puluh berlalu.
Senyum dan bahagia.
Aku hanya semakin merasa seperti kemarin. 

Semoga tak ada yang hilang dari apapun cinta di dunia untuk dibawa dalam kematian, walau tak akan pernah. 

Monday, December 16, 2013

Sedikit untuk Takut

Semakin hari bertambah, rindu tak dapat kupetik. Bukan bunga, ini tangkai berduri yang kupegang saat pergi kemana-mana. Aku tak buat surat atau pengumuman penting atas kesedihan melainkan tundukkan hatiku di hatimu.!

Karena Cinta Bahagia

Waktu tak selalu menunjukkan aku menang. Terima kasih jendela yang pernah terbuka lebar. Rasanya hanya ingin terpeluk sunyi dalam lingkaran tubuhmu. Itu yang selama ini akan menjadi kesan. Bukan yang pertama namun yang terakhir, cinta pasti bahagia.

Friday, December 6, 2013

Bijak Lagi

Setiap perasaan mudah keliru. Kadang tidak ada alasan untuk merasakannya. Hariku memang tak selalu sama dengan pikirmu. Kita bukan sedang bermimpi, kenyataan yang pahit menyuruh lebih bijak lagi.

Thursday, December 5, 2013

Berkali Gagal

Berkali aku cuma bisa takut, kehilanganmu atau ditinggalkan. Walau sebenarnya aku tak berdaya dan tak punya kuasa. Semoga hati lebih baik dari keinginan untuk berpisah.

Sunday, December 1, 2013

Sebatang Terakhir

Pagi buta tanpamu.
Digentayangi hasrat sendiri.
Sebatang terakhir, namun bukan tentang kita.
Hujanlah cinta.

Hujan Sementara

Perlahan dan pasti basah.
Seperti cinta yang tak pernah menginginkan paksa dan berjanji sehidup semati.
Tuhan tak mungkin menangis, manusia jangan kecewa.
Tak ada bukti dalam sebuah tulisan, melainkan genggaman tangan mesra yang dibalut tetesan airmata.
Luka-luka hilang dan menarilah.

Friday, November 29, 2013

Manulogika

Karena tak akan ada pengganti cinta, belum sepatah itu. Sekilas senyum yang sekejap menggetarkan. Di dada, tanpa hati manusia berlogika. Bebas disini, aturan main cuma milik penguasa.

Asal Jepret!

Aku melihat banyak gerak yang mereka tak lihat. Aku memerhatikan nada tanpa jiwa di balik mikrofon. Bahkan amarah yang memuncak ketika gebukan dram memecah harunya telinga. Berlari dari bunyi setelah gitar bas tercabik. Lampu menyinari gitar utama untuk menjelaskan sebuah apa. Musik jendela rana. Jepret! 

Wednesday, November 27, 2013

Kuat Wanita

Bayangkan, setiap bulan ia harus mengeluarkan banyak 'darah'. Menahan gejolak sakitnya hingga terpaksa mudah marah. 

Wanita seorang yang kuat.

Saturday, November 23, 2013

Si Pagi

Tidak ada yang lebih pagi dari mata terbuka. Tangan-tangan yang membelai dengan airmata. Tubuh yang rela berdesakkan karena ingin menang. Tenggelam tak meninggalkan bayang. 

Tidak Akan Pernah Salah, Cinta

Cinta tidak akan pernah mengatakan kamu orang yang salah. Dan aku bagian dari cinta untuk tidak menghakimimu dan terpenjara.

Thursday, November 21, 2013

Lelaki Lemah, Wanita Dipaksa Hebat

Kasihan untuk pengakuan bodoh para lelaki yang beredar di linimasa belakangan ini. Mereka mampu melakukan apapun lebih dari apa yang disanggupi wanita namun hanya dengan mempublikasikan sebuah kelemahan, wanita akhirnya terpaksa harus HEBAT. Kesadaran sirna, berbelit layaknya pecundang hingga dunia merindukan ksatria! 

Kangen Punya Kamar

Terhitung sejak masalah-masalah itu datang, aku harus rela kehilangan privasi. Jam tidur pagi rasanya mengganggu orang di sekitarku. Walau aku meyakini ini yang terbaik. Aku tidak persalahkan ayah, yang entah dimana rumahnya. Melainkan tak kuat meratapi ketegaran ibu berbulan bahkan tahunan nanti. Kangen punya kamar kali ini hanya sekadar perwakilan dari sekian pilu. Sudahlah, aku cuma penulis biasa yang butuh tempat agar benar-benar merasa 'hidup'.

Wednesday, November 20, 2013

Senayan 20

Aku pasti mampu untuk menghadapimu.

Bahagia untuk yang Berbahagia

"Selamat menempuh hidup baru, " itu menjadi ucapan sinis di lubang setengah tanpa jiwa. Waktu terus berganti, walau siang kadang tak seterang gambar anak kecil dengan krayon berwarna kuning di buku gambarnya, atau saat tepat yang mereka pilih untuk menjemur cuciannya. Setiap Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, Sabtu, Minggu jelas BARU. Lalu, hidup ini apa pentingnya menempuh jalan tanpa nama hari yang beda?

Hidup Terus Berlanjut

Bulan ke bulan ada berbagai macam rasa yang menjadi penyemangat hidup dari mulai asin, manis, asam hingga hambar. Media sosial sumber kerjaku, banyak hal yang tidak ingin aku ketahui namun akhirnya harus kutuliskan. Orang-orang yang berlagak benar, terlihat hebat, lupa akan salah atau menjadi sumber informasi, semuanya ada disana kecuali kebenaran. Pembelajaran yang tidak akan menemukan kata 'habis'. Andai air sungai mengalir deras dan melaju agar pendayung sampai ke tujuan, kata-kata yang beredar di media sosial adalah sebagai arus yang terbuat untuk diminum panas-panas. Sederhana untuk bisa menemukan posisi, mau tahu supaya banyak tahu. Entah bagaimana mempresentasikan istilah 'betah' atas apa yang aku lakukan demi kepuasan bathinku. Ketika aku tak pernah bercita-cita jadi orang kaya, aku senang dengan masalah-masalah yang ada. Mungkin sudah waktunya otak dan jemariku diasuransi.



Tuesday, November 19, 2013

Salah!

Kemudian hari semakin tua dan sering memaki dirinya sendiri. Salah! Itu lagi yang jadi persoalan untuk membenarkan sebuah jalan. Walau tak ada Tuhan percis di samping wajah yang sedang gelisah. Semua jiwa ternyata masih sanggup bertahan dalam pernyataan. Salah!

Saturday, November 16, 2013

Pulang Nonton Tigapagi

Syair luar biasa. Tangan-tangan mereka begitu merdu, menyatu pada dinding mulut hingga lidahku tak mampu bergoyang membasahi bibir. Kering menatap. Aku menangisi kata-kata yang terangkai dari ujung jiwa mereka. Seperti itulah terkadang yang tak bisa kutinggalkan dari sajian musik, dramatis.

Iringan Tuhan

Dinginnya sebeku hatiku, malam tenang sepulang dari bahagia. Tuhan, jaga cinta yang terlanjur abadi. Engkau Maha Penyembuh bagi hati yang kelak terluka jua. Syahdukan merdu kita di antara Jum'at dan Sabtu dalam cerita paling bahagia.

Friday, November 15, 2013

Karena Tak Terbiar

Jika perasaan harus mati karena terlalu merasa ingin dimiliki maka jangan biarkan  darah yang menetes dari goresan pisau itu mengering. 

Centang Cinta

Anggaplah aku lebih sering menyimak persoalan patah hati makan kerupuk ketimbang hubungan yang halal namun akhirnya harus berpisah jua. Mengenai hal ini rasanya bukan penting untuk dibahas tanpa pernah mengalaminya. Ya, tidak ada hubungannya tukang nasi goreng dengan gerobak yang mereka dorong. Sebenarnya cinta pernah terjadi dalam hidup manusia, bukan karena mereka rela berkomitmen demi meninggalkan kesenangan. Andai saja jaminan bahagia tak terasa absurd. Ketika harus menyiapkan orang lain secangkir ketulusan dari mimpi yang indah, kopi tak sempat dibuat rasanya sudah manis. Tuhan hanya menjanjikan surga bagi mereka yang taat. Selebihnya keajaiban manusia jika ia bisa memanfaatkan anugerah.

Wednesday, November 13, 2013

Sekadar Langit, Seumpama Tuhan

Tuhan melahirkan nafas baru ketika nafas yang lain mati.
Manusia terlahir dari 'langit', aku hanya beranggapan langit bisa menciptakan apa saja termasuk cinta.
Jika kasih yang tulus datang karena nafas menginginkan hal sempurna.
Tertawalah pada langit agar kau bisa merasa lebih rendah lagi.

Gila-gila Kamu

Saya orang gila yang menggilaimu. Tak menganggap itu siang, itu pagi, dan itu malam, yang tersisa hanya mencintaimu. 

Mungkin Saja Iya

Sedih yang mesti kita tanggung biasanya menjadi keputusan yang tidak ingin kita buat karena terlalu sering bahagia. 

Monday, November 11, 2013

Dari Harapan

Ketika aku belum sanggup, kau cukup hebat. 
Ketika aku mengaku lemah, kau menyadari inilah perasaan.
Ketika waktu seakan memburu kita, kekuatan menjadi harapan. 

Friday, November 8, 2013

Ras Kita Cita

Hujan menari dengan asyiknya siang ini. Pelantun tembang cinta bersembunyi di peradaban.

Akankah dunia dimiliki mereka yang selalu kehilangan? Rasa. Kita. Cita. 

Satu yang Lain Dua

Ketika hampir semua organ tubuh berjumlah dua, maka hati cuma punya satu. Hati yang selalu kubawa setiap menemui sudut alasan. Seperti halnya kamu, hanya satu.

Panas nan Manis

Judul ini semacam pengalihan terhadap rasa sesungguhnya. Entah berapa kejadian adalah sisa trauma. Lagu yang diputar membuat keadaan ramai karena menghindar dari suara tangisan. Pedih, pedih belaka.

Semerbak Dusta

Kemudian waktu tak mungkin kembali. Bunga-bunga mengering dan terus berharap mewangi. Sadar tak pernah hilang, hidup ini dusta ketika harus patuh pada cinta. Luka tercampur harum dari bola mata. Kemarin boleh menang, kalah bukan tujuan langkah kita.

Thursday, November 7, 2013

Cerita Terbaik Terbaik

Setelah pernah menjalani rutinitas sebagai mahasiswi, pemain biliar amatarin, penjual roti bakar, sampai pelanggan sebuah disko, akhirnya aku menemukan kejenuhan. Tepatnya di sela kehancuran sebuah 'kapal'. Namun, saat itu aku cuma tidak ingin ikutan hancur. Ternyata harapan mereka juga harapanku tak pernah patah hingga bertemu di ujung perkiraan dan 'kamu' salah satu pemerannya. Waktu bergulir cepat, 7 November 2011 menjadi bagian penting sepanjang hidupku. Rutinitas berbeda kujalani. Genap dua tahun di hari ini seakan masa lalu yang buruk begitu saja terkubur. Aku hebat untuk diriku, orangtua, kamu, dan orang-orang yang percaya bahwa aku pantas!

Thursday, October 31, 2013

Wajah Muram di Awal Senja

Wajah muram akan menemukan waktu yang lebih baik.
Setiap manusia pasti pernah memperoleh hasil dengan nilai yang buruk.
Tak ada sempurna.
Hangat sapamu menciptakan banyak rasa.
Tak ada yang tertinggal disana, kusambut pelukmu disini.
Kita tak boleh lemah dan lelah menutup segala perdebatan di awal senja.

Wednesday, October 30, 2013

Aku Benci Media

Judul di atas adalah sebuah ungkapan spontan dari orang terdekatku. Tanpa perlu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, aku ikut prihatin. Dunia hiburan memang memiliki beragam fenomena. Aku hanya bersyukur pekerjaanku saat ini bukan membicarakan hal pribadi orang terlalu jauh. Namun sebatas kegiatan musik dan orang yang berperan. Tuhan, jangan biarkan mereka mempermalukan keluargaku!

Monday, October 28, 2013

Bangku Merah

Popcorn yang menyisa di gigi sepulang dari menghadap layar lebar tadi malam ini ternyata tidak menyakitkan.
Aku hanya percaya bahwa apa saja yang kutakuti harus kuhadapi, dan tetap kucintai.

Sunday, October 27, 2013

Selamat Tidur Menyebalkan

Sabtu malam yang terbilang cukup menyebalkan. Waktu memang tak pernah sama. Selamat tidur.

Saturday, October 26, 2013

Kuat Bahagia

Sebatang rokok dan segelas kopi. Aku seakan harus punya ide ketika berada di halaman ini. Padahal hanya tulisan seputar suka, duka, curahan hati atau bisa jadi tidak pernah kualami. 

Beberapa hari ini cinta sulit kumengerti walau masih kupercaya bahwasanya ia ada. Aku tak berdaya untuk melakukan hal yang lebih banyak. Monoton sebutmu. Kadang aku juga gelisah memikirkan salahku yang entah apa salah. 

Aku tak ingin cepat mengantuk. Tapi obat yang harusnya kuminum pun habis. Tidur semalaman gelisah karena sakit. Tubuhku mudah diatur, pikiranku setengah berantakan, hatiku pada tempatnya.

Cerita punya angka, huruf, serta do'a. Semoga aku kuat bahagia.



Friday, October 25, 2013

Siang Tanpa Bintang

Selamat siang puisi-puisi cinta. Tangan kiri dan kanan tak mampu bersuara. Hujan lebih banyak bicara membasahi tanah yang lama tak berkeringat. Cinta tak pernah tua, terbuatlah puisi di hati terdalam. Goresan luka terhapus dan bersahaja ketika awan membiru. Tak ada bintang menuju senja, mungkin malam adalah suasana yang tepat bagi bulan terang. Semua indah sayang, semuanya. Airmata tersimpan rapih di balik kursi tua, sofa baru tak mampu menggantikan aku. Sadarlah tentang separuh masa yang hilang, karena aku terbaik!

Tentang Saling Mencintai

Kemarin ayah bilang, cintailah Allah S.W.T. bukan saling mencintai, semacam itu yang kudengar, ayah menyuruh anak lelakinya tidak terpaku pada cinta, atau menuhankan calon istri. 

Sementara aku masih sibuk mencari kalimat yang tepat untuk puisi baru bertema cinta. Kadang yang kupikirkan adalah bagian terburuk, lapisan yang tak pernah mempunyai garis, bertumpuk, dan tidak runcing. 

Romantika tak senada dengan langit yang sama. 

Rayakan Siap

Siap menjalani hidup yang baru ternyata dapat menimbulkan kegelisahan. Apalagi orang yang tak pernah siap? 

Hidup ternyata tak melulu berada di titik yang nyaman. Aku melihat banyak makna yang tersirat dari wajah orang terdekatku yang sedang termenung menyambut hari baiknya. 

Jum'at biasanya ia gunakan untuk kesibukkan kerja. Namun tidak untuk 25 Oktober ini. Semua dipersiapkan ibu penuh cinta. Yang terbaik datang dari yang baik, semoga waktu mau bersahabat tanpa mengusik dan terusik apapun yang buruk. Mari kita rayakan karena kita sanggup menerima resiko siap!

Wednesday, October 23, 2013

Bagi yang Lainnya

Aku tak ingin menjadi lain bagimu. Dan aku tak ingin kau menjadi lain karena siapapun, termasuk orang yang sekiranya kau sukai.
Ini hati dan ini kecewa, biarlah malam yang terbelenggu. Bukan kita jadi sok bijak untuk menjadi orang yang paling berperasaan. Karena orang tak 'kan mengerti. 

Kamu Jangan Pernah Pergi

Larut dalam tidurku semalam, kamu.
Gentayangan dalam mimpi yang tak pernah mau hilang, kamu.
Bangunkan aku dari sepi di musim hujan berkepanjangan, kamu.

Tanda Masuk Gratis Tanpa Bonus

Dan terjadi untuk kesekian kalinya, orang yang beruntung itu lebih memilih tidak melakukan apapun dari apa yang ia dapatkan dengan mencari-cari alasan daripada berusaha untuk tetap melakukan apa yang seharusnya ia buat demi kepentingan bersama. 

Saturday, October 19, 2013

Bukan Memilih

Kuatkan jiwaku saat pilihan tak pernah adil. 


Jiwa Sepi Kekasih Tersimpan



Inilah pemandangan yang kutangkap dengan mesranya 19 Oktober dini hari. Sang bulan tengah asyik memancarkan ketulusan pada bumi. Tak ada tangis apalagi keluhan untuk menuntut janji. Sirnalah kepahitan yang terlanjur menusuk rongga hati. Jiwa sepi kekasih.

Akhir dari Gelisah

Jika gelisah ada ujungnya mungkin karena hati mulai terbiasa menerima sesuatu yang tidak perlu diperdebatkan. Aku sedang belajar untuk tidak ingin banyak tahu tentangmu lagi. Belakangan ini apa yang biasa kulakukan kau anggap malahan seperti hal baru, seputar pertanyaan yang sebenarnya menujukkan rasa cemburu. Aku tinggal menunggu waktu untuk benar-benar membahagiakanmu.

Friday, October 18, 2013

Selamat Pagi Lov3

Aku hanya mau bilang, aku mencintaimu.

Hari Beda

Semoga hanya perasaanku saja. Kita seperti memaksa keadaan untuk membaik. Padahal sejuta harapan itu tak mudah untuk dicapai. Beberapa proses pun gagal karena aku tak pernah sanggup menerima kenyataan. Hari mendesakmu dengan tajam, aku hanya bisa diam dan menangisi semua yang penting selama ini. Jum'at, aku tak mau menuhankanmu. Hantarkan rinduku untuknya.

Wednesday, October 16, 2013

Karena Cinta Melakukannya

Aku hanya bisa tersenyum semanis mungkin. Seakan menatapmu lebih dekat! Harusnya aku tahu dengan siapa aku berprasangka? Semoga kita tidak saling berpura-pura karena tanpa do'a aku menahu atasmu! 

Sore di Sarinah

Cinta hanya percaya satu cerita. Bukan yang terakhir juga yang pertama. Cinta adalah bagaimana aku dan bagaimana kamu. Sore dalam khayal manusia yang ingin memiliki keutuhan cinta.

Harmoni 944

Menunggu bisa menghasilkan sebuah keajaiban. Cinta. Iya, cinta jawabannya. Segala kesuntukan dipaksa sirna agar yang ditunggu tersenyum bangga untuk tetap mencintaiku.
Mungkin aku tak boleh berharap sesuatu yang besar dari pengorbanan ini kecuali pasrah, dan kenangan manis terukir di matamu.

Pukul Pagi Sendiri

Rokok masih menyala di antara telunjuk dan jari tengahku pada pukul 01.40 WIB. Aku dilanda kehancuran hati. Beberapa bulan belakangan ini kenyataan membuatku terpukul. Kita pun saling menyiksa diri. Malam selalu tahu apa saja yang dianggapnya sepi, pilu, hingga mata enggan terpejam. Andai detik ini tubuhku kau peluk, airmata tetap kubiarkan menetes agar menemukan jalannya sendiri.

Tuesday, October 15, 2013

Satu, Setia

Walau sudah terluka, aku akan tetap melakukan apa saja agar kau tahu bahwa cinta hanya satu, setia. 

Hanya Kamu Waktu

Hanya waktu yang bisa membuatku hidup denganmu walau hanya sementara.
Hanya waktu yang bisa membuatku hidup denganmu walau akhirnya dipisahkan.

15 Oktober Lov3

Bahagia, jangan sedih karena aku tetap mengingatmu sampai mati.
Dan kenangan, jangan memukul hatiku dengan luka lagi.
Kali ini semua cukup, tidak pahit dan sangat manis. 

Tenang Ini

Begini! 
Tenangkan diri dengan cara.
Bukan tinggal diam.
Mencoba bangun dari tidur!

Senyum-senyum Cinta

Cinta butuh disapa.
Sepenggal kalimat tanya.
Tanpa ragu untuk cinta.

Sang Pagi Enggan Menangis

Banyak judul yang terasa pahit untuk ditelan. 
Kunyahannya pun absurd.
Isi tak lagi bermakna sangat dalam. Harus kunikmati saja ini.
Selamat Idul Adha sang pagi!

Mimpi Buruk Butuh Selesai

Tiba-tiba aku bahagia karena ternyata ia hanya memikirkanku dan tak pernah membohongi dirinya sendiri.
Bahkan selalu jujur akan cinta.
Namun lebih parahnya kalimat barusan tinggallah mimpi.

Bosan Diri

Kapan aku bisa main gila sepertimu? Begitulah tanya ujung jari manisku kepada puing bangunan bekas istana hati.

(-) Masih

Aku meminta untuk dikasihani dan hasilnya semakin sakit.
Pagi ini sulit melepas pikiran negatif sedalam-dalamnya perasaan.
Seluruh badan sakit tak terkira, gigil tak berencana untuk pamit pulang.
Jika aku akhirnya jatuh, maka beri aku kesempatan untuk benar-benar menilaimu tidak pernah berdusta.

Sakit S3kali

Terlalu pagi untuk meneteskan airmata.
Bayang yang tak pernah mendua, peluklah aku sekarang!!!
Jangan kau tinggalkan aku dalam ketersiksaan yang kubuat sendiri ini.
Tidak ada lagi kemarin yang indah. 
Dalam sekejap mata semua hancur!
Akankah hari yang bodoh dapat membuatku berhenti menutup hati?
Sakit sekali.

Kebodohan Hanya di Aku

Harus tetap percaya namun terpaksa rela dikhianati. 
Dan aku bukan satu-satunya lagi. 
Ini cukup sedih. 
Karena rindu sudah terbagi! 
Curi-curi waktu dengannya lewat telefon genggam.
Pilu.
Aku rasa, aku sedikit gila.

Tidur yang Akhirnya Tertunda

Entah apa rasa terbaik untuk detik ini karena yang ada hanyalah kecewa bercampur sakit hati. Semakin mati rasa?

Terima kasih untuk waktumu. 


Monday, October 14, 2013

Semakin Banyak 'Diam', Jatuh Cinta

Konyol perasaanku.
Tolol mengingat kembali hati yang dipaksa terluka.
Diam lalu tetap memikirkanmu.
Andai malam punya hak untuk bercumbu dengan matahari, biar mereka runtuh karena kita saling mencintai.

Oktober Pekan

Hari-hari terlanjur larut dalam kalah namun tak kunjung membuat akalku mati.
Walau akhirnya terus mati rasa.
Ketika logika ini harus mundur jauh, maka perasaan ini bernyanyi lebih lantang.
Sadarkah kamu tentang 'mimpi'?
Mimpi bahwa kita tidak akan berpisah.


Sunday, October 13, 2013

Bukan Pertama (Lagi)

Perasaanku memang sudah lain sejak kehadirannya.
Dan cerita indah kita berbalik luka.
Sedihnya mungkin ini lebih panjang dari yang dulu.
Aku ingin sepertimu bisa mendua.

Surat Elektronik Hubunganmu

Walau aku bukan orang yang kau cari saat itu,
walau aku bukan orang yang kau nanti dalam telefon.
Walau kini rasanya serba hancur.
Jangan pernah berharap memimpikan aku, ketika suatu saat kau sedih dengan kebahagiaan yang baru.

Salam Airmata

Airmata menetes untuk kesekian kalinya.
Dan aku masih terdiam.
Tuhan, temani aku dengan segala caramu.
Aku yang lemah.

Thursday, October 10, 2013

Ibu, Aku, dan Menikah

Ibu memang sabar dan tak banyak menuntut. Entah aku yang terus saja salah atau ibu benar-benar menghargai apa saja yang kuperbuat. Hari semakin dewasa, mendekat ke-28. Aku terkadang memikirkan itu, kubuang tahunan. Namun sayangnya aku sangat sensitif ketika ditanya kapan menikah, ibu tahu aku bukan seorang yang mau diatur. Andai menikah bukanlah 'kewajiban', aku pasti lebih memilih untuk menikmati mauku, jatuh cinta di lubang separuh senja.

Ampuni si Dosa

Tuhan apa kabar? Dialog kita pagi ini bertemankan sunyi lagi. Tanpa suara, dan yang paling penting rajanya cahaya belum muncul. Mulut masih sibuk dengan sisa nikotin 1 Mg, di luar sana motor dan mobil satu persatu pulang lalu pergi kemudian kembali. Dosa paling berharga seputar cinta. Tuhan aku malu karena terlalu banyak diam kali ini. Jangan pisahkan aku dengan diam dan berpikir. Supaya semakin cinta.

Kecil Tanpa Bunyi

Pantai tak berdebu, hanya ombak yang beradu di mataku. Semua tak sama percis. Pasir terinjak halus menggelitik di telapak kaki. Seakan aku sedang tegap berdiri sambil menatap perairan punya Tuhan di pagi buta ini. Matahari yang terlupakan, asyik dengan senjaku sendiri. Dinding kecil tak mampu bertahan menjadi tempat bersadar. Seumpama kami adalah kalian yang diam. Tak akan ada tetesan airmata seluas lautan.

Tuesday, October 8, 2013

Roekmana's Repertoire Milik Tigapagi

Pertama yang paling berkesan dari album Roekmana's Repertoire adalah kemasannya. Ada empat sisi di dalam kotak merah marun ini yaitu lembaran ucapan terima kasih para anggota Tigapagi, lembaran lirik lagu, plastik berisikan CD, dan amplop foto-foto hitam putih. Setelah menggunakan mata untuk melihat, alasan kedua yang tak mungkin disesali adalah memuji apa yang sudah ditangkap oleh telinga. Ketika saya enggan mengaku seorang yang puitis, alunan musik di album ini begitu merdu dengan syair-syair yang indah! "Hangus terbakar rindu masa lalu, " begitulah kalimat yang terdengar. "Alang-Alang" judulnya yang rilis bertepatan dengan Hari Tani Nasional Rabu, 24 September lalu. Menuju senja, saya pun meninggalkan "Alang-Alang", dan Erika tiba-tiba muncul. Who's Erika? "Erika my love, " ungkap sang penulis syair, Sigit Agung Pramudita. Tigapagi sukses menjabarkan jeritan dari tiap bagian tubuhnya yang tak mau hilang. "Pasir" yang diisi vokal Cholil Mahmud pun menghentakkan jiwa yang selalu merasa kosong. Tanpa mengurangi rasa kagum, maaf tulisan ini tidak berlanjut. Sebelas lagu lainnya menanti di rumah. Selamat sore Tigapagi.

Monday, October 7, 2013

Sabarlah sabar

Hari semakin dekat, setengah persiapan sudah dilakukan. Uang tetap menjadi pemimpin. Namun, sayangnya masih jauh dari kata cukup. Sabarlah sabar ibuku. Untuk membahagiakan orang lain kita harus rela berkorban walau dipaksakan serasa 'punya'. Takdir menentukan kematian, pernikahan sebagai rencana manusia untuk beribadah yang juga akhirnya menemukan akhir dalam kehidupan. Aku masih belum bisa mengerti pernikahan karena masalah yang ada nampak terlalu membebankan hati.

Saturday, September 28, 2013

Sambung Minggu

Besok, lelaki di rumahku ingin menyambangi wanita pilihannya untuk hidup bersama. Tanpa do'a semua larut dalam ketiadaan. Abangku tersayang, jangan kau sentuh apapun yang bernama luka. Percayalah, dunia ini panggung sandiwara. Tuhan yang paling setia menunggu pulang. Dan aku belum siap bertukar posisi, cukup menjadi saksi. Semoga cinta tak pernah berpihak pada siapapun manusia karena aku muak dengan tangisan.

Maaf untuk Malam dan Brengsek Dua Judul Sebelum

Permadani ini sesungguhnya kenikmatan yang tak ternilai. Sekalipun di balik pintu berkali-kali terdengar jeritan khayal yang mengatakan, "Bangunlah!". Melewati hari ke hari demi lupa ingatan. Kekasih yang enggan mesra, harapan penuh akhirnya terlelap dalam kantuk. Aku tukang maaf, brengsek yang tetap memperebutkan bahagiamu. Sudah. Ini lumrah nantinya.

Kemarin dan Berlalu

Sejak Kamis kemarin, rasanya enggan banyak bicara. Padahal aku bukan satu-satunya cinta yang pernah terluka. Kini yang tersisa hanya jam, hari, dan tanggal. Tak ada lagi rasa yang sehebat-hebatnya. Musnah dalam sesaat setelah menelan kenyataan yang sangat pahit. Datanglah kenangan agar aku tahu betul siapa diriku.

Friday, September 27, 2013

BRENGSEK, MALAM!

Wahai orang ketiga, kamu beruntung saat ini. Ingatlah bahwa aku tersenyum demi membahagiakan mereka. Tidak perlu khawatir soal masa lalu, dia nampaknya memberikanmu peluang yang baik. Jadi, nikmati saja BODOH! Aku berdo'a disini dengan segenap luka. Silakan orang ketiga, masuk ke dalam area pertunjukanmu. Sebentar lagi aku keluar dan mengenang pintu kalian.

MALAM, BRENGSEK!

Malam, Aku ingin sekali seperti dirinya, pergi makan malam lalu nonton berduaan. Namun aku tidak bisa memaksakan diri untuk menyukai tempat seperti bioskop. Bioskop bangsat dengan segala hidangannya, memanjakan kalian berduaan, semoga aku tidak berada di tempat yang sama ketika bersamamu. Harusnya aku menyadari siapalah aku, malam. Harusnya aku sudah mulai memikirkan diriku sendiri dibanding bersih keras mempertahankannya. Sekarang aku sakit, sakit dari ujung kaki hingga rambutku kini yang mulai rontok. Malam, tolong biasakan aku bisa bahagia tanpa banyak berharap.Apalagi mengharapkan perhatiannya lagi. Aku muak!

Thursday, September 26, 2013

Do'a Bukan Semoga

Sore, apa kabar Tuhan? Isi kepalaku belum meledak. Tubuh meriang sialan ini kuanggap hanya teguran. Aku tidak punya banyak waktu untuk berpikir terlalu panjang, jauh, dan lainnya. Semoga orang yang kucintai bahagia bersama pilihannya.

Monday, September 23, 2013

Tuhan Maha Adil, Kita Bukan Segalanya

Hariku membaik sejak kehancuran itu datang. Kenikmatan dunia ini sesungguhnya perang yang harus selalu kumulai dan kuakhiri dengan kemenangan.
Cinta kapanpun bisa pergi. Harta pun cuma titipan. Mati tidak menyusahkan. Semoga cita-citaku tercapai!

Sunday, September 22, 2013

21 Kalah

Jika saja cerita kita terus bersambung, satu buku tak 'kan cukup. Tamat hanya berlaku dalam film di bioskop yang kau tonton bersamanya. Aku hanya perempuan bodoh yang tak menginginkan KEAJAIBAN, sampai kapanpun tentangmu.

Tuhan Aku Redup

Lampu tak mengeluarkan suara. Hanya menginginkan Tuhannya datang. Dua kaki telanjang merintih. Tuhannya menangis lebih keras. Lampu tak kunjung bicara. Nasib baik kepentingan jiwa bisa bertahan. Susah untuk pegang janji. Namun rela menusuk cinta sendiri. Sementara Tuhan menanti pulang. Tundukkan kepala hanya di satu jalan.

Aku Tak Punya Ide untuk Sakit Hati Lagi

Waktu terlalu cepat memihak. Perasaan mudah terlena. Dalam sekejap apa yang sudah dibangun akhirnya mesti runtuh karena sebuah pengorbanan. Padahal apa yang dibangun juga mengorbankan banyak perasaan. Hari semakin indah, namun bukan untukku sepenuhnya. Masih banyak orang yang haus akan bahagia. Bahkan mereka sudah lebih lama terluka. Lebih sering kecewa. Andai saja aku tak pernah mau tahu. Andai aku tak menginginkan untuk tahu. Andai saja aku tak mengerti. Andai aku tak mengingatmu. Aku tidak punya ide untuk sakit hati lagi karena kini denganmu. Semoga Tuhan menahu, bukan cerita mereka.

Friday, September 20, 2013

PERGI!!!

Rasa kecewa pergilah. Aku tidak mampu sakit.

20 Jum'at

Entah apa 20, Jum'at dan keresahan. Harusnya tak begini. Menyalahkan diri namun tetap bingung. Diam dan berpikir (lagi). Kemarin tak akan kembali, esok adalah KITA. Aku masih yakin.

Inisial Sabar

Sakit hati masih punya rasa mesra dan kapanpun bisa hancur. Romantika sialan? Roda itu baru terpasang di mobil hitam dua pintu. Mobil aku dan kamu. Sayangnya tak semua kursi seempuk sofa restoran mahal, walau duduk dengan perut buncit yang mengganjal. Kita selalu merindu. Kusebut nama panjang, berinisial sabar. Jika satu menangis dalam dilema, satu lainnya tersenyum menahan luka. Jatuh cintalah hanya padaku.

Mata Remang

Seperti pagi yang indah bagi mereka untuk mengharapkan rezeki. Gelap malam pun rela membisu ketika semua orang butuh tenang, belajar mati. Aku bukan orang pertama yang menelan ludahmu. Tapi akulah satu-satunya siang terang bercucuran keringat yang tersimpan di matamu.

Betapa Sore

Sore, aku tahu betapa pentingnya airmata. Detik ini sinar matahari menelusuri celah pintu di tangga merah dan kuhapus tiap tetesannya dari secuil pilu di hati. Sore, aku ingin memberikanmu hadiah. Rasa cinta datang tanpa seragam, berjalan dengan pengorbanan. Apakah aku harus malu pada diriku sendiri? Sore, aku hina menurut mereka. Terkecuali kamu orang yang siap berbagi kesal, amarah, lupakan ini, airmata.

Thursday, September 12, 2013

Pressure 2013

Padamkan segala keresahan.

Takut Lepas Sirna

Ketika takut lepas dari pelukan, aku tetap harus pergi. Ketika angkuh bukanlah pilihan, aku pun terpaksa mencari. Ketika mereka lama menunggu, sebentar saja akhirnya aku tersiksa. Ketika Tuhan merelakan satu genggam cinta berpisah, aku tiada.

Wednesday, September 11, 2013

Rabu di Meja Kerja

Hingga akhirnya aku menganggapmu biasa saja setelah seluruh hati remuk dan hancur.

Amien

"Aku". aku seorang Ibu yg selalu mau yg paling TER....., ter segala2nya. Mau yg sllu diliat, dipuji. semuanya ingin kubuat,TETAPI apa Daya Tanganku lg tak sampai. Aku ber Doa Selalu. Supaya apa yg kumau akan tercapai. Amien 00:09/11/09/2013

Saturday, September 7, 2013

Jika Semua Pernyataan Adalah Iya

Terasa lelah pada koma yang nyaris mati. Gigitan menempel pada luka basah sudah tak lagi suci. Mulut patah hingga sulit menyusun hancurnya gigi. Lidah cemburu pada mata-mata penuh kebebasan HATI. Jangan pernah kembali dengan masa lalumu.

Semua Judul yang Terbakar

Dinding kamar ini memang bukan tempatku bersandar. Lampu tengah menyala untuk mengiringi sebuah lamunan. Sepanjang hari yang kusebut rindu tak kunjung menumbuhkan rasa bagi mereka, karena kita berdua yang merasakan. Namun, aku tak akan menunggu KEAJAIBAN itu datang. Biarlah mereka terus memukulku tanpa PERLAWANAN. Aku bosan dengan perasaanku sendiri. Terkadang aku merasa sangat BODOH. Sesungguhnya keindahan cinta biarlah menjadi setitik mimpi setiap manusia yang pernah PATAH HATI.

Wajib Mengalah

Cinta, monyet! Dan aku tak perlu lagi sebegitunya. Anggap saja besok adalah langkah awal untuk 'sendiri'. Terikat entah.

Thursday, September 5, 2013

Syahdu Khawatir Kamu

Kekhawatiran. "Lampu-lampu mengecil di bola mataku. Jalanan malam ini sepi tanpa senyuman. Baru kemarin bertemu dan aku masih selalu rindu." "Perasaan selalu menang untuk menangis. Cinta tak lagi menggunakan alasan hati, namun hitungan bersandar pada detak jantung. Nafasmu, nafasku." "Mataku berhari-hari membisu. Resahku melaju. Pegang erat cincin di jari manismu. Ada cinta terbaik saat kita rela berpisah."

Thursday, August 29, 2013

Sedih Membeku

Beberapa kali airmataku tertahan. Pipi enggan mengeringkan jeritan hati. Sudah tidak lagi merasa ini yang paling sempurna Bukan sepenuhnya salahmu jika mengingkari. Hari semakin membuat rasa ini beku. Terik matahari pun senang, mimpi lama jadi belenggu. Kuharap tiba akhirnya nanti adalah kisah terbaikku. Walau tak 'kan pernah mungkin ada disampingmu.

Tuesday, August 27, 2013

Sudah Nyata

Aku lemah bukan berarti aku menyerah. Entah harus apa untuk membuatmu sedikit lebih tenang dari ini semua. Kubiarkan hancur tanpa suara, kubiasakan senyum agar hatimu lega. Rasanya serba salah ketika menerima kenyataan, sudahlah.

Nafas yang Tak Pernah Hilang

Seorang cinta yang selalu berusaha memberikan nafasnya untuk mencintai sang kekasih. Tak ada kata berhenti walau semua seakan terlanjur hancur tak bernyawa. Sesuatu hal gila terpaksa dilakukan dan aku menggenggammu lebih erat dari biasanya.

Orang-orang Cinta

Suatu hari nanti aku bukan lagi tinta yang membubuhi kertasmu atau buku yang selalu kau pegang dengan tangan berdarah. Semua akan terkubur dalam ketiadaan. Tidak ada lagi rindu serta amarah yang menggebu di sela pertengkaran. Seumpamanya hitam dapat menghukum satuan warna. Kita tidak pernah berpisah hanya karena lebih memilih keinginan orang.

Monday, August 26, 2013

Abadikan Konser Metallica Jakarta

Anugerah. Hari Keberuntungan. Gelora Bung Karno, 25 Agustus 2013 | Metallica Live in Jakarta
Jabatanku tak sama dengan Ross Halfin. Namun, aku berada di dekatnya ketika mengabadikan suasana konser hari itu.

DATANG DAN TAK AKAN PERNAH KEMBALI

DATANG DAN PERGI. SEMUA BERLALU DAN TAK AKAN PERNAH KEMBALI. AKU HARUS SEDIH! BAHAGIA KINI BAHAGIA NANTI.

Friday, August 23, 2013

Perang Lampu Takdir

Huruf dan angka menjadi catatan penting. Entah itu saya atau kamu. Bagi hari, keduanya teman hidup bukan teman dalam kematian. Katanya, mata tak lagi dapat dibuka setelah membaca takdir.

Tidak Saja Bukan

Ayahku lelaki dan ibuku perempuan dan aku tau mereka akhirnya tak lagi bersama. Setiap cerita punya banyak kesan, pesan tanpa menyuruh sekitarnya ikut mengalami hal yang sama. Malam bukan milikku satu. Pagi terombang-ambing atas kesetiaan untu menjaga. Sadarilah, cinta tetap layak terluka.

Sore Penuh Mesra Kita

Entah berapa sore yang terlewati oleh kita. Debu berterbangan tanpa kata dan nada. Hingga Tuhan pun selalu menjaga. Aku tahu dimana kamu dan dengan siapa tempo hari. Perpisahan nanti tak 'kan indah. Nikmati sore penuh mesra kita.

Genting Segera Berlalu

Hari-hari yang mencemaskan. Mereka menyuruhku segera pergi. Disini airmata terus menetes hingga mengering di antara sindiran dan perasaan terdalam. Semoga keadaan genting ini lekas berlalu. Puaskan mereka Tuhan.

Aku Hanya Seorang Kalah

Aku biasa dihujat bahkan pernah sampai dipermalukan atas cinta. Namun, aku tetaplah sabar untuk bertahan menelusuri setiap beban yang sudah kupetik bunganya. Mereka menunggumu dan aku satu-satunya yang paling dibenci enggan meninggalkanmu.

Wednesday, August 21, 2013

Jagalah Mereka, Layaknya Tuan dan Nyonya

Tuan dan Nyonya. Hati yang tak pernah kupahami sesungguhnya HATI. Tuhan mungkin lebih hafal perihal ini untuk Tuan dan Nyonya baru.

Kasihani

Aku menangis pagi ini karena dikasihani.

BIR LAGI

Setan, keparat, anjing dengan apa yang kurasakan saat ini! Bir lagi, tenang lagi sambut esok untuk SAKIT HATI.

Cinta 'Hidup' Saat Kita Bersama Selamanya

Entah bagaimana mengungkapkan rasa sakit ini. Judul yang buruk. Kali ini aku kehilangan banyak rasa bahkan ide untuk menuliskan sejuta kecewa. Kubiarkan MEREKA senang, dan terpaksa merelakanmu duduk dengan yang lain. Cinta hidup saat kita bersama selamanya dalam MIMPI.

Saturday, August 17, 2013

Budak Bagi Diri Sendiri

Perbudakan Ibukota. "Nikmati saja." Begitulah kira-kira kalimat yang terlontar dari mulutku, satu dari sekian pekerja yang menjabankan keringatnya bertarung di Ibukota. Bukan sekadar mencari sesuap nasi, istilah itu terlalu kuno. Hanya demi mencukupi kepuasan diri, zaman sudah beda. Melakukan aktivitas kerja dari pagi hingga malam karena waktu habis di jalanan. Semua serba uang. Tarif bis 640 tak lagi Rp. 2.000,- sejak huru-hara kenaikan BBM. Harusnya kita tak merasa terbebani jika pemerintah lebih percaya masyarakat dari mentuhankan diri. Akhirnya, kita sama seperti apa yang kita benci. Kitalah budak bagi diri kita sendiri.

Thursday, August 15, 2013

Sadar Diri Karenamu

Aku tak ingin merasa lelah. Apa saja yang bisa aku lakukan akan tetap aku lakukan demi menciptakan bahagiamu hingga detik ini. Walau pada akhirnya aku bukanlah orang yang kau pilih, sesungguhnya ini sedih. Catatan kecil di setiap judul halaman ini setidaknya pernah mengecap rasa manis bibir yang terluka. Tak perlu ada saksi dalam menjalani hal yang bodoh kecuali kita yang mengaku cukup, ini sakit. Sudah berhari-hari aku gelisah, dan semakin sadar diri karenamu.

Rumah Kecil di Hati Wanita

Setiap penyesalan akan membuahkan hikmah yang luar biasa. Misalnya rasa ingin memiliki. Namun, tidak semua orang bisa mempertahankan sebaik-baiknya jendela ketulusan. Laki-laki maupun wanita menjadi tempat persinggahan cinta. Mungkin tanpa mata kita tak lagi dapat melihat dengan jelas dimana mata dan tanpa hati kita tidak akan pernah bangkit dari keterpurukkannya hati. Semoga wanita tahu dimana sesungguhnya rumah kecil mereka.

Jakarta 021

Jakarta, aku bosan melamun bersamamu. Debu bercampur omong kosong. Jiwa rusak hari semakin sepi. Jika saja Jakarta, kau dapat kupeluk. Maka akan kulakukan daripada harus berdiri meratapi semua tanpa kekuatan.

Wednesday, August 14, 2013

Tak Punya Banyak Waktu (Lagi)

Anggaplah esok adalah akhir dari segala yang indah-indah. Maka, perhatikan dengan baik wajah sang matahari yang tak pernah muram menyinari bumi tanpa mengeluh. Kita bukan dukun yang bisa melakukan apa saja. Walau ada orang yang berprofesi seperti itu untuk menduakan Tuhan dan berbuat seenaknya. Segala hal yang kapanpun bisa terjadi tanpa diprediksi. Aku harus mampu menjaga apa yang telah kudapatkan darimu. Ketika esok adalah masa lalu, simpan rindu di balik rasa cintamu.

Tuesday, August 6, 2013

Sejam

Itu akan menjadi airmata terakhirmu. Perdebatan yang kau anggap selama ini adalah sia-sia tak 'kan kembali lagi, percayalah!

Dia Mengaku Lelah

Aku harusnya tidak memaksa, menyiksa, apalagi menekan. Aku harusnya tidak membuatnya terus-menerus bersedih, aku harus segera pergi.

Monday, August 5, 2013

Jangan Menyesaliku

Sebuah kisah menjadi kisah bagi yang lain. Kusimpan Minggu serapat kuku di tempat pertumbuhannya. Jangan pernah bersedih akhirnya kau terlalu mencintaiku.

Terbanglah Cinta

Cinta menyuruhmu sesekali tidur yang lama. Ia tak 'kan pernah memukulmu lebih keras dari masa lalu. Tak ada persyaratan yang perlu diisi dan ditanda-tangani. Biar saja bebas hingga terluka pena. Meneteskan darah tanpa irama, berkata tanpa rasa. Sedewasanya kamu, bukanlah angka untuk cinta. Terbanglah cinta, cinta, dan cinta.

Saturday, August 3, 2013

Entah Getir

Telingaku masih basah. Irama yang kau bisikkan menyisa di lubangnya, kata yang lembut penuh makna. Hasrat tanpa logika. Selamat datang semangat dan cinta. Biarpun getir, ini bukan hal yang baru. Kemarin kita tertidur, hari ini kita menangis, kemudian tertawa lagi. Mata terbuka, hati terkunci, entah siapa berikutnya. Aku melihat surga kecil di bola matamu. Jangan percaya janji tanpa terluka.

Jum'at, Sabtu

Kita seperti judul, koma lalu tak ada titik setelah Sabtu ini akhirnya tiba. Hidup adalah bagaimana aku menikmatinya. Kadang ada kesedihan yang datang tak terduga kemudian senang tak mau hilang. Bodoh jika kita mengaku sempurna, dan membiarkan mereka pintar. Biarlah hujan turun kapan saja.

Thursday, August 1, 2013

Puisi Lemah

Kutelan kata, rasa, puisi yang terasa lemah ini. Kujilati perhuruf hingga angka yang sudah teraniaya. Kujeritkan kata "SAKIT" lagi. Berulangkali kurasa sakit, tenggelam jati diri.

Tukar Airmata

Hujan turun begitu saja. Jalanan tak lagi berdebu. Melamun di sepanjang langkah dari Selatan menuju Timur. Sendiri ini terlalu mesra. Entah siapa di kiri, kanan, depan, belakang, dan aku menemukan sepi juga ramai. Aku ingin menukar hatiku, namun tak ada tubuh yang menawarkan hati yang benar-benar baru. Semoga suatu saat hatiku tak mengungkit uka pedih di masa lalu dengan airmata.

Tidak Ada (Dulu) Lagi!

Cinta tidak akan lebih banyak namun hanya berkurang kekuataannya untuk terus bertahan. Hari ini memang bukan soal cerita sedih, juga harus belajar mengikhlaskanmu pergi bersama yang lain. Aku tidak dibuang, aku masih dipertahankan. Aku tidak punya alasan untuk pergi walau rasanya semakin SAKIT.

Saturday, July 27, 2013

Gantung Seribu Kata

Jembatan cinta segera menemukan jalannya. Canda dan tawa tak 'kan pernah terulang. Aku pernah mencarimu disitu. Namun sayangnya terabaikan. Sejak itu, aku mulai sadar diri. Aku tak pernah pantas ditunggu. Beberapa kali menyusun kata dan aku tetap menemukan ada resah di wajahmu. Kita pernah punya cerita, kau harus ingat kapan cinta harus membenci. Inilah MASA LALU yang akan kau pijak.

Kecuali Aku Gila

Kemarin mimpi burukku kembali jadi nyata. Jum'at yang kubanggakan kini ternoda oleh kebodohanku sendiri. Entah, mungkin aku lupa cinta itu berbahaya. Aku masih mengganggapnya Tuhan. Padahal di langit cuma ada siang dan malam. Setiap hati harus percaya bahwa perasaannya hebat. Aku pun begitu. Tiada sesal yang harus kuakhiri kecuali melupakanmu.

Aku Benci Angka dan Hari yang Kusenangi

Apa kabar Karma? Aku tak melihat dirimu pagi ini. Bahkan jiwa melayang ketika kutahu hanya rindu yang sanggup meraihnya. Kubagi hati padamu, kucurahkan segalanya. Walau berakhir sia-sia. Seindah itu Karma, biarlah cinta selalu menjadi yang terbaik dalam hidup manusia.

Saturday, July 20, 2013

Jika Aku Memilikimu Lebih dari Ini

Lidah tersambung. Pikiran merana. Akal mengusik, seakan aku hebat terus memilikimu. Gandengan tangan pun lepas, cinta lebih dari ini. Bahagiakan mereka dan pergilah.

Cemburu Sudah

Cemburu karena cinta adalah hal lumrah bagi hati yang tak ingin tersakiti. Entah sudah berapa kali aku cemburu dan entah apa akhir dari cintaku ini. Semua pesan yang saling kita berikan bertemankan waktu yang tak terkalahkan. Meskipun aku harus menyudahi rasa seperti itu nanti, aku akan bertemu juga dengan cemburu lagi. Cemburu memang tak kunjung sudah berlapis kekacauan yang terkadang nihil. Jangan ingatkan aku 'tuk cemburu satu hari saja.

Friday, July 19, 2013

Aku Bisa Melawanmu

Telah lama menghibur sebuah penantian, masalah dengan hati. Aku hanya menganggap ini awal dari kejutan cinta. Tidak ada pembatas khusus kecuali persoalan diri. Aku ingin menjauh dari kini. Entah bagaimana caranya hidup dalam perlawanan rasa? Aku bisa. Terima kasih untuk duka yang tak kembali

Pernah Dicintaimu

Pagi ini ada keresahan. Lagi-lagi soal kita. Ungkapanmu begitu menyayat hati. Aku peduli. "Suatu saat perpisahan akan menjadi pertemuan yang berkesan" Mungkin pada akhirnya aku terlihat rela. Walau pernah terluka dalam.

Ketika Aku Bosan Muda

Maaf jika harus kubilang, menempati umur 25 tahun ke atas ini kadang menyebalkan. Aku tak lagi lincah dan nakal. Rasanya tak ingin menimbang waktu, seperti itukah penyesalan? Hari demi hari semakin menutup hati. Entah untuk siapa akhirnya ia terkunci rapat. Beberapa gambar gentayangan di kepala oleh senyum-senyum bayi yang lahir dari ibu bahagia. Aku peduli ketika pagi yang kuselami larut dalam renungan, wanita sesungguhnya adalah diam.

Thursday, July 18, 2013

Nol Menahu

Aku ini tolol dan kamu bodoh. Begitu adanya untuk akal sehat. Jika kita pintar semua akan menangis. Maka, pertemuan kita bagai nyanyian tanpa bait, dunia tak menjadi sederhana namun MEGAH. Titik nol, koma menahu.

Sepiring Cerita

Dua hal yang kadang menimbulkan sesak di dada, saat kusadari kita saling mencintai dan aku yang lebih dulu patah hati karena kita harus berpisah. Tak dapat kubendung, kurangkum, kulumat luka yang beriringan dengan airmata. Nyatanya, akulah satu-satunya paling istimewa di hidupmu setelah kepergiannya. Lebih dari percaya diri, kekuatan jiwaku tumbuh ketika jatuh dan hanya tangan-tanganmu merangkulnya dengan cepat kala itu. Hari dimana semakin sulit kuterka, namun kukejar waktu yang tepat hingga kau pun terpikat. Demikianlah, masa lalu akhirnya yang akan menusuk setiap ruang baru nanti. Bersiaplah sayang.

Rutinitas Kelabu

Raga menginginkan tidur hanya di hari Minggu dan Sabtu. Semua seakan terbalik. Malam kubuat siang, siang kubuat malam. Bisu tak berkata, jemari damai berpikir soal ini-itu. Tak ada kompromi demi selembar uang, recehan rupiah, bahkan pupus untuk mengharap. Pikiran tetap untuk mengarah pada sebuah tujuan, mengabdi selagi mampu.

Tuesday, July 16, 2013

Senyum Sanjung Selasa

Sambut kantuk dengan senyum. Satu kekuatan hati untuk pagi penuh arti. Selasa menjadi hari yang sama seperti tanah tandus membutuhkan hujan yang deras. Ketika dingin, tubuh menjerit. Ketika panas, peluh meringis. Jangan menjerit jika sudah menang. Kalahkan musuhmu yang gagah. Kita makhluk Tuhan paling sempurna.

Manusia Sejati,Kesalahan Adanya

Hidup kemarin untuk hidupku hari ini. Tergesa-gesa menutup rasa iba kepada diri sendiri. Bangkit demi kesejahteraan jiwaku. Tak ingin padam walau lilin-lilin itu sudah habis termakan api dan patah dari keutuhan badannya. Hidupku hari ini untuk hidupku esok. Membaca beratnya masa depan kegilaan akal yang sempurna. Bangun dari mimpi demi ketulusan yang abadi. Tak hanya sekali sakit hati, tak hanya sekali jantung ini nyaris berhenti. Semua adalah kesalahan adanya, manusia sejati.

Rumah Kebaikan, Tuhan Kita Sama

Aku mesti keluar dari 'keraguan' pagi ini. Jika tidak dipaksa aku akan terus menyiksa diri. Bagaimana mungkin hati bisa bersuara? Sementara temanmu adalah kaca yang retak! Cinta adalah rumah kebaikan. Tak ada rasa lelah untuk bertahan kemudian harus rela hancur demi kebahagiaan. Bagaimana mungkin kamu terus mencintaiku? Sementara Tuhan kita sama!

Tak Mengadu Usia

Aku ingin berjalan tanpa mengingat berapa umurku namun itu tak 'kan pernah mungkin. Aku tak 'kan pernah mungkin mengenalmu dengan diam. Aku ingin lebih banyak bicara tanpa pertanyaan yang tersimpan namun itu tak 'kan pernah mungkin untuk kau jawab dengan benar. Aku tak mungkin benar.

Berat di Kamu

Tak kubiarkan senja nanti sirna tanpa pelukan. Pelukan di dalam batas khayal. Khayal yang terkengkang perasaan. Perasaanku berat di kamu.

Uang Menatap Resah

Tidakkah kau lelah menggong-gong karena uang di setiap rasa kantukku tak kunjung tiba? Keadaan ini memang terancam hanya perihal materi, tai kucing! Entah setolol apa aku jika lebih nyaman menggila dengan tulisan dan gambar tanpa harus menjeritkan si uang! Ketika ketulusan tak lagi menjadi prioritas karena kebutuhan diperbanyak, hidupmu bisa gila terlalu cintai uang. Uang tak punya hati!

Sunday, July 14, 2013

Good Night Secangkir Kopi

Hidupku disini, di depan layar ini dalam kenyataan yang seakan menjauh. Sementara kalimat-kalimat tak mau putus dari pikiran. Waktu malam tiba menjadi tempat dimana imajinasi menari. Putar ke kanan dan ke kiri. Mata tertuju pada rencana-rencana. Tangan-tangan tak bisa diam hingga otot di mataku tegang tak terkendali. Segelas kopi belum tertandingi sekalipun nikmatnya dengan ucapan “Good Night” dari sang kekasih.

Jika Aku Jodohmu

Ini adalah Sabtu yang tak biasa. Selain bulan Ramadan, hujan turun mengikis dinding jiwa hingga habis. Romantisnya malamku. Sayangnya bukan denganmu. Tadi ada perbincangan serius soal pernikahan, lumayan untuk menambah rasa berani di diri sendiri. Menutupi segala ketakutan jiwa-jiwa yang tak tenang. Aku selalu berusaha menjauh dari apa yang kupikirkan hari ini, kemari, atau esok yang tak mungkin semudah itu kupahami. Entah itu harus terbiasa atau harus rela. Cemburu bukan gampang diterima setiap perasaan manusia, pasti mereka harus mengamuk untuk tenang dan nyaris gila. Tidak ada kaitannya dengan malam minggu atau hujan di Ramadan. Hati tetaplah hati, jika aku jodohmu.

Wednesday, July 10, 2013

Tuhannya Tetap Satu

Manusia salah, manusia benar. Tuhannya tetap satu. Perasaan salah, perasaan benar. Tuhannya tetap satu. Aku mencintaimu dan suatu saat kamu mencintainya. Tuhannya tetap satu. Aku mencintainya dan suatu saat kita menikah. Tuhannya tetap satu. Kita saling mencintai. Tuhannya tetap satu. Kita akan menjadi kenangan dalam batas angan. Dan Tuhannya tetap satu.

Ramadan Beda

Berbeda. Tahun kemarin hanya aku dan ibu. Kami berdua saja di rumah. Ada kesedihan mendalam di masa itu. Hari ini, bukan tahun lalu! Ada kebersamaan dalam sahur di meja makan dapur. Kami tak lagi berdua saja, jadi bertiga, bahagia itu sederhana, lauk pauk bertambah nikmatnya. Walau tak selengkap itu (keluarga), kami yang ada tetap berpuasa. Aku dan ibu mulai berpuasa sejak kemarin. Aku memilih lebih dulu berpuasa di banding sebagian orang yang mengikuti ketetapan pemerintah. Iya, negaraku punya kepemerintahan. Tapi, aku berhak memiliki keyakinan. Disini ada agama yang dipuji. Di luar sana ada agama yang terinjak dan diludahi. Hanya di dalam sini menentukan pilihan. Percaya bukan sekadar memeluk, harus berani menentukan.

Hilang? Entah!

Ketika perasaan butuh waktu, waktu untuk mengenal dan mengerti, setiap hati harus percaya! Seiring berjalannya waktu, waktu untuk menangis dan tersenyum, semudah itu hilang hanya karena kecewa! Apa rasa yang kubangun t'lah hilang? Entah.

Sunday, July 7, 2013

Sekarang!!!

Butuh waktu berapa lama untuk kembali merasakan jatuh cinta lagi? Aku menginginkannya detik ini! Sekarang!!!

Minggu Sore Sakit Hati

Semoga aku betah untuk mengalah. Keadaan ini sesungguhnya pedih. Rasanya brengsek. Terlalu banyak basa-basi, dibuat seakan tak mau kehilangan. Nyatanya, semua tetap terjadi. Maka terjadilah. Aku rela mundur demi kebahagiaan mereka. Tuhan Maha Segalanya. Kau yang kusayangi mencoba untuk adil. Sore ini tanpa cinta, kau lupakan aku.

Saturday, July 6, 2013

Pojok

Sengaja membiarkan kamu cerita tadi malam dengan beberapa pertanyaan yang kubuat seakan sederhana padahal aku lemah. Hati bisa rela setelah mendengarkan jawaban yang tegar dari mulutmu diiringi tatapan tajam tanpa kebohongan. Dan cinta masih ada untukku sampai kamu sadar kemarin adalah kenangan.

Thursday, July 4, 2013

Patah, Bentuk, Patah, Bentuk

Dua kata yang berulang kali mengalami kekalahan. Patah dan bentuk. Aku tak cukup mengerti hal ini hingga akhirnya aku harus jera. Kemarin tak selamanya indah dan esok kita masuki ruang pengharapan. Cinta harus kubuang jauh setiap aku merasakan yang lebih dalam dari sisa di masa lalu. Patah, bentuk, patah, bentuk, aku tetap SALAH.

Rabu Brengsek

Aku mencintai hari-hariku. Walau aku tak selamanya bersamamu. Tidak ada rasa kecewa disini. Aku meneteskan airmata demi rasa sesal atas kekacauan di pikiranku. Bukan juga karena aku harus kembali dan menghindar dari pertemuan kita beberapa tahun silam. Gagal bertemu di hari Rabu adalah patah hati.

Copy Paste from Email [May, 4 2013]

Sat, May 4, 2013 at 6:00 PM ---18 Hari Dalam Bulanmu--- Kebiru-biruan langit. Burung berkicauan terdengar jelas di telinga. Jeritan asa membidik ruang-ruang tak berdosa. Kekuning-kuningan senja, andai kita yang setia kepada awan bisu milik Tuhan. Hujan kemarin membekas, aku menuliskan isi pada judul yang lama. Dua puluh empat jam yang tak pernah hilang meninggalkan segelas kopi di atas karpet merah kamar. Lampu yang terkadang menerangi lamunanku membuka buku di balik kacamata. Apa kabar kamu hari ini? Semalam mimpi kita tak sama. Permadani kita beda dan terpisah. Hasrat kita terkekang pagi, siang, sore, dan malam. Rindu tak berbatas. Aku tak selalu tidur dengan 'waktu' juga tidur denganmu. Tulisan di telapak tanganku melambai-lambai ke arah tepat di depan mata. Gemetar aku dibuatmu hingga tertunduk kala nafsu bertindak di Sabtu senang. Mereka menyebutnya kenangan buruk dan aku menganggapnya kamu. Setiap detik menjadi tak bermakna, ketika aku hanya membiarkan jemari ini tergeletak tak berdaya. Tanganku harus bernyawa, harus hidup, mesti mengatakan bahwa kamu luar biasa. Pagi bersuara keras. Hati kita punya perasaan. Tujuh hari rasanya masih kurang untuk tertawa, bernyanyi, dan saling mengusap tetesan airmata di pipi. Setiap hari dengan nyawa baru untuk hadapi cerita siang bolong dengan gelisahnya yang syahdu. Masa kita, masalah kita akan hidup. Walau bukan kamu satu-satunya yang kucintai. Aku mulai khawatir semua akan berlalu tanpa izin dan perdebatan. Sore mencuri lembaran tertulis tanpa materai. Burung berkicauan mulai diam. Enggan banyak bicara. Meskipun kita sering beragumentasi dengan hati tanpa saling mengetahui. Sepintas tersiar haru di bola mata kecil kita. Pernahkah kita sambut senja sambil berpelukan di ufuk Timur dalam peperangan cinta tanpa dusta yang menyiksa? Aku yang menuntun rasamu berpegangan. Malam tiba, tertembaklah bathin dalam belenggu. Bibir kita mulai rusak, lidah kelu tanpa gigitan. Hati kita tak boleh lebih dulu mati dari akal yang buntu. Segala angan pun tentram. Melayangku di ujung nestapa. Aku mampu menjadikanmu 'bulan' yang bulat pada tiga puluh hari rasa percaya diri. Diri yang berani dimusuhi ribuan mata dan telinga. Sadar bukan untuk kita lupa. Bukan itu. Hitungan jam inilah yang kuanggap paling mencemaskan. Kendati rumah baru tak 'kan ada di pelabuhan terakhir. Perahu kita ternyata sebatas alam pikir. Sayangnya, pukul enam harus terlewatkan sia-sia. ementara lautan tak 'kan goyah karena kita saling melupakan nanti. Siapa temanmu di kemudian hati? Dan hari kita tak lagi terpenjara dalam kenangan disini, tulisan ini. (tulisan ini disumbangkan untuk BSA)

Wednesday, July 3, 2013

Tua Biasa

Bertahun dan semakin tua. Menanti kita berjabat tangan. Terbang kesana-kemari. Perasaan lelah dan bingung. Hancurlah wahai dusta. Aku biasa.

Hujan Lindas

Aku mengenal pagi ini, rasanya begitu sunyi dan mesra. Setiap bunyi terdengar menarik. Entah itu kipas angin yang tak mungkin dimatikan karena ibu suka dingin atau genangan air hujan yang asyik dilindas ban dari setiap kendaraan yang lewat di luar sana. Aku masih duduk dengan sebatang rokok dan menuliskan ini. Hari terasa penat, banyak kepala dan tawa yang datang lalu pergi. Waktu pun bergulir cepat menjawab segalanya.

Tuesday, July 2, 2013

Berdua untuk Sendirian

Cinta itu mungkin untuk selalu hidup bersama, namun sayangnya Tuhan membiarkan manusia mati hanya SENDIRIAN.

Saturday, June 29, 2013

Membacamu dengan Takut

"Aku takut kehilanganmu, " menjadi kalimat ternista. Andai semua 'milik' sekekal Tuhan. Keabadian tidak akan menangis dalam nyanyian. Dini hari penuh gumpalan rindu untuk kembali takut. Buku yang kubeli hangus tertikam. Kurobek lalu kutelan. Semua selesai denganmu, takut.

Februari Duka Berlalu

Melihat beberapa halaman ke belakang, goresan tetap tak sempurna. Tuhan Yang Maha Bijakasana selalu memberikan jalan lewat proses sadis. Sekalinya akalku berfungsi itu pun terlalu lemah untuk tidur dengan baik. Jika waktu dapat diputar kembali, maka aku tidak akan pernah belajar. Empat bulan mereka acuh, bahkan hingga sekarang tak ada satu pun harapan. Akhirnya, manusia menolong dirinya sendiri untuk bertahan. Kata-kata yang terkadang patah di tengah susunan. Aku duduk dan berdiri lama terbang melayang berselimut hujatan. Dendam itu memacu jantungku untuk bertahan punya rasa. Februari harusnya akulah orang paling bahagia, namun saat ini lebih dari sebuah keberhasilan! Aku tetap senyum di antara keacuhan kalian.

Tuesday, June 18, 2013

Siapkan Kendali

21.00 menuju pulang ke rumah, posisi duduk di samping kiri pak supir bisa bernomor 640. Senin ini sedikit melegakan. Beberapa hal yang mengganjal bathinku berbulan-bulan nyaris termuntahkan. Aku jijik ketika aku lupa. Aku muak ketika aku satu-satunya orang yang harus tak dianggap dan terlupakan. Jarak tertinggal ratusan meter. Mulut yang sesungguhnya manis lebih baik bungkam. Manusia butuh bernegosiasi setiap detik ia merasa lelah, bertanya sendiri menjawab sendiri, dan menganggap yang ada di depan mata adalah hanya kesuksesan baru. Aku akan kedinginan jika telanjang di atas bis ini. Tak kuperjual-belikan jiwaku sendiri untuk akalku yang kelabu. Tanpa kepastian, sedangkan segudang rencana baru dibuat. Apa iya hidupku akan seperti ini terus? TIDAK. Mungkin esok ada yang lebih sakit dari ini, mari siapkan kendali.

Setiap Tetes Airmataku Uang, Andai Saja

Di tangga merah tempatku duduk, tak banyak cerita bahagia, lamunan yang terpaksa harus tumbuh dan menari di kepala. Aku lelah, Tuhan. Namun, Engkaulah yang kuanggap satu-satunya pemilik utuh. Mereka yang berusaha menyanggupi juga menghakimi, sama seperti mereka yang lain, entah apa bedanya kemarin dan hari ini, mungkin bathinku harus bertambah kuat.

Saturday, June 15, 2013

Tanpa Kata Tanpa Hati

Ruang tanpa hati telah mati. Isyarat semesta alam. Mentari sukacita. Peri baik sang cinta segera kembali. Fatamorgana.

Pagi Menghilang Hari Ini

Ketika mereka menggunakan lidah untuk menjilati ludah mereka sendiri, aku tetap kehilangan 'rasa'. Belum ada satu pun nafas sewangi kasih tanpa terbebani. Lamunan mengatakan iya saat pagi menjelang, semua hal tentang hari ini.

Wednesday, June 12, 2013

Ayah, dengan Segala Hormatku

Aku memang tak harus menjadi seperti ibu. Seorang yang kuat menghadapi kesakitan di hatinya, hingga kini ia tetap tersenyum manis memijak duri tanpa harus sering menjerit. Ayah, aku selalu mencoba untuk mengingatmu sebaik-baiknya lelaki. Walau tak satu pun yang kurasa sangat sulit dilupakan di masa kecil dalam kenangan. Maaf aku biasa, dan tak ada angan sosok sepertimu. Suatu saat, suami yang mungkin menggantikan lara ini.

Saturday, June 1, 2013

Hujan Menangis Kesakitan

Airmata adalah ungkapan mesra pribumi hati. Jika hujan turun di bumi seperti mengamuk maka ia sedang mengutarakan kekacauan perasaannya. Kalau saja keduanya bertukar, airmata kubiarkan jatuh di kepala lalu hujan yang menetes di pipi. Mungkin Tuhan yang akhirnya ikut kesakitan.

Wednesday, May 29, 2013

Karena Kau Pasti Tahu

Setelah akhirnya kita dengan sadar memutuskan untuk kembali bersama. Dan kau tahu betapa lelahnya menanti, mengenal lagi, mengerti. Tak semudah itu menerima kenyataan yang jauh lebih indah apalagi dekat siksa hati.

Masalah Berlalu di Masa Lalu

Jembatan cinta menjadi salah satu tempat menulisku yang Agung. Mengapa? Karena pertemuan kita disini. Keadaan tak pernah mempersalahkan aku atau kedatanganmu hingga kita terpisah. Hanya saja sebelah pihak yang menghakimi. Mengapa? Karena pertemuan kita disini. Maka berbicaralah pada diammu nanti. Mengapa? Karena perpisahan kita disini.

Tuesday, May 28, 2013

Jika yang Merdu Nada, Maka Kamu Vokalnya

Nafas cinta tak selalu mewangi. Ruang gelap terus mencari, meraba, hingga mendapatkan pegangan. Seperti leher yang tercekik, dan tetap bersuara. Keluh sakit. Lakukan cinta, ungkapkan irama, jika yang merdu itu terdengar nada maka kamulah vokalnya.

Ketika Manusia Semakin Banyak Memilih Tak Bertuhan

Maka aku tetap berdo'a untuk diriku sendiri, walau sedikit tergoda untuk sekadar mengingatkan bahwa hidup bukan sebatas SALAH dan BENAR. Kita berada dalam langkah, menuju PULANG.

Kamar Kita Berbeda

Siapa yang membalurkan kayu putih di tubuhmu jika suatu hari nanti kamar kita berbeda? Ibu, aku menyayangimu.

Selintas Bahagia Mawar

Bahagia itu sederhana, dan pernyataan itu yang seringkali mereka ungkapkan tak lama berduka. Mawar putihmu segera patah karena tak sampai di tanganku yang tengah bercucuran darah.

Monday, May 27, 2013

Luka Pendamping Cinta

Jika jatuh cinta harus menggunakan akal sehat maka aku akan selalu kehilangan banyak 'kamu'. Seribu tangga menuju taman hati, kitalah yang berperan untuk memilih siapa pendamping di kursi kanan nanti. Lalu, sebelah hati terpisah mencari jalan lain agar tetap bahagia. Aku hanyalah luka yang terbiar sakit. Kalau saja kebutuhan setiap rasa adalah malammu. Kita nikmati saja hasrat 'tuk bercinta.

Sedih Tak Puitis

Ketika aku mulai kehilangan banyak rasa, halaman ini menjadi korban, tak ada lagi huruf yang menangis, apalagi angka sebagai petunjuk sesal, semua orang bilang aku seorang yang emosional, dan kubiarkan jiwa-jiwanya terbakar lalu keguncangan. Lambaian tangan terpotong angin yang lelah, sedih tak ada rindu, tak ada duka, sedih tak puitis.

Friday, May 24, 2013

Masih Milikmu

Tumpahkan rasa-rasa kita. Saling memaki lalu bahagia. Endapkan cerita lalu ke dalam kopi tanpa gula. Gelas terbelah, cinta masih milikmu.

2.41 Esok Masih Ada Harapan

2.41, aku mulai menempelkan jemari di atas huruf, tanda baca, dan beberapa angka. Sepagi ini aku selalu merasa lebih nyaman daripada harus menahan emosi dan rasa kantuk. Kata lainnya, detik ini adalah kebahagiaanku. Sunyi penuh cinta. Aku masih menanti barisan itu rapih, walau beberapa gigiku sudah berlubang tak terurus. Seumpananya saja, kamu tidaklah seorang yang mereka pikirkan. Asap rokokku berjatuhan di luasnya udara, dan masih berpihak pada keyakinan bahwa esok masih ada harapan.

Monday, May 13, 2013

Harapan Selesai

Airmata perlahan menetes, tak lama aku duduk di bis ini. Bis yang tadi cukup lama juga kunanti di Thamrin. Sudahlah yang penting, menangis. Aku mau sedikit melegakan hati. Iya, aku pernah mengungkapkan hal ini, airmata di beberapa tulisanku. Ketika masalah kian memberatkan hari. Rasanya pilu datang lagi. Badan remuk tak mengurai asa. Kuharap selesai.

Saturday, May 11, 2013

Lempar Frustasi

Aku bukan yang dulu. Terima kasih untuk sebagian dari kalian yang akhirnya menjauh. Kurasa tak ada alasan yang perlu dicari. Tepatnya kepedihanku sudah memberikan berkah hidup yang luar biasa. Bahkan lebih baik dari apa yang kalian pikirkan selama menilai aku seringkali buruk. Masa frustasi begitu mendebarkan hati, guncangkan jiwa. Dalam keadaan apapun juga, nafas suci tiba-tiba muncul ketika masuk dini hari.

Tuesday, May 7, 2013

Bukan Bermimpi

Ruang belajar di temaram. Meja tak bernyawa yang sanggup menuliskan isyarat hati. Bisik mengusik jiwa, pensil patah tak terganti. Kertas-kertas terbakar di tong sampah. Semua menjadi mimpi. Bukan bermimpi.

Kamu Lagi!

Setiap alasan untuk datang dan pergi. Nafas-nafas melayang tak terkendali. Bicara sayang, binasalah diri. Kamu lagi!

Tertatih Bahagia

Melewati masa tertinggal. Selamat malam Pak Satpam yang berbaik hati menghantarku ke Jalan Dewi Sartika untuk pulang. Banyak sapa dan kata manis beberapa menit tadi. Semua indah dan kebaikan selalu tersimpan rapih. Hari ini adalah bekalku di masa depan. Tuhan, kuatkan aku melangkah, berjalan, tertatih demi bahagia!

Sunday, May 5, 2013

Bingung Dilema

Setengah langkah pun rasanya belum sanggup. Aku harus selalu diberikan pilihan tersulit jika berhadapan dengan perasaan. Hingga pada akhirnya ini menjadi keras tak mencair. Pikiranku lepas, namun bathinku mengikat pada kenyamanan yang tak pernah memberikanku situasi aman.
Tuhan menangis, aku dalam ketiadaan. KuasaNya erat di ujung dilemaku.
Mereka aku paksa untuk mengerti dan melupakan. Mereka aku biarkan menari di sesatnya asumsiku untuk menjabarkan rasa-rasa yang segera hilang. Waktu tidak pernah banyak menuntut, namun aku tak kunjung tersadar. Semoga hari ini baik, dan jauh dari luka membekas.

Wednesday, May 1, 2013

Kalian di Pinggiran Dusta

Kalimat yang kalian tulis tak dapat kumakan, apalagi kutelan. Setelah kalian berani menghabisi ujung-ujung kata di pinggiran dusta. Teriaknya halus dengan airmata, duka dan suka. Paling belakang cuma lelah. Sebentar saja, lalu berburu menghitung waktu.

Mei Tempat Baru

Harapan tetaplah harapan. Aku, Ibu dan abangku bertahan untuk tak mudah hancur. Kami ingin hidup besok untuk meninggalkan luka di masa lalu. Luka yang rasanya sulit mengering. Basah dan perih berkepanjangan. Sakit yang membuat sekujur tubuh tak ingin lagi bercumbu sedalam-dalamnya di lautan. Trauma menjadi lumrah. Kami sesungguhnya harapan bagi cinta yang baru.

Blogger Teman Baikku

Nyawaku seakan terisi kembali dengan ini, disini. Cuma tulisan yang begitu saja, hidup nyatanya adalah ungkapan. Tak sekasih itu. Apalagi harus saling mencintai. Blogger tak pernah bertatap muka denganku. Aku yang menghampirinya saat rindu dan jempol ini segera bernada. Jemari patah tertinggal asa, disini saksinya.

Sama Berpijak

Semudah itu orang lupa. Secepat itu ia bisa menjilat ludahnya yang sudah terbuang. Seakan tanpa dipikir lagi, ada apa di depan, siapa di kiri lalu siapa di kanan hingga yang lebih penting mendapat tempat paling belakang. Tak ada keadilan yang harus dipaksakan untuk terlihat tetap adil. Belum tentu si tua selalu peduli dan yang muda sembuh dari kesombongan. Apapun yang masih di dunia. Sama.

Bosan Dunia

Ketika aku merasa bosan. Ketika dunia ini semakin membuatku tak kenal diri. Ketika aku merasa sangat bosan. Ketika dunia ini tak mampu mengendalikan aku saat merasa cukup bosan! Sandar tak tersadar. Ingin hilang.

Thursday, April 25, 2013

Tuhan Jangan Marah

Hari yang baik hati, hujan turun siang ini tak terkendali. Seperti emosi manusia yang tak ingin dibatasi, tertumpahkan lalu membuat diri sakit sendiri! Amarah dalam perang, percuma bersenjata namun tak punya nyali. Kekuatan jiwa adalah harga diri, Tuhan jangan marah terlalu lama.

Sudah Mati

Kesedihan ini berlanjut. Bahkan keajaiban menjadi sebuah harapan penuh. Dimana hari yang tak tersiksa? (HATIKU SUDAH MATI)

Kapan Nikah?

Sebenarnya ada pertanyaan yang lebih baik daripada "Kapan nikah?". Misalkan, "Apa hatimu terlalu beku untuk berani mencoba hidup dengan yang baru lagi?". Kebanyakan orang yang menanyakan hal tersebut hanya sebatas kekhawatiran. Bukan persoalan yang pelik kemudian tersiksa adalah rasa sendiri. Silakan berpikir.

Thursday, April 18, 2013

Kuhapus Kesedihan, Kubuang Rasa Takut

Sudah terlambat untuk memikirkan kesalahan. Apalagi berpura-pura merasa sangat menyesal. Tembok-tembok bisu ini lelah menangis. Bisikkan banyak terdengar, dan tak menolong. Kuhapus kesedihan, kubuang rasa takut, kuhargai kesalahan terberatmu ini.

Wednesday, April 17, 2013

Puas Tidak

Sejatinya, kita harus selalu terus berusaha ketika gagal. Namun, kadang kita juga malah tidak melakukan apa-apa saat titik jenuh muncul. Berbicara soal kegagalan, sebagai manusia kita selalu punya akal untuk bisa mencari jalan lain saat yang satunya tak menghasilkan. Di antara jenuh dan akal terdapat hasil yang akan dinilai. Sayangnya, hasil tidak punya pilihan ketiga. Jawaban yang tersedia hanya puas atau tidak. Jika orang merasa tidak puas, maka ia akan kembali memulai perjalanannya sejauh 10 KM tanpa keringat.

Monday, April 8, 2013

Satu Harapan Disini

Rasanya sedikit lega bisa sampai di hari ini dengan sejuta tanya dan ketidaknyamanan yang mengiringi. Sebenarnya ada banyak hal yang tersimpan, lalu tunduk dan diam. Suara tak berteman, aku menanti keadilan satu-satunya harapan hanya dariMu Tuhan.

Friday, April 5, 2013

Jum'at Hariku

Jum'at adalah kado berharga. Sebelumnya mungkin pernah kubilang, bahwa hari Jum'at adalah saksi kelahiranku. Menaruh harapan di Jum'at tentang adilnya hidup ini.

Pagi Semakin Datang

Pagi, akulah teman setiamu. Walau serba kekurangan dan tak mungkin kutemui hati sedamai ini. Belakangan ini banyak dialog yang lebih mudah kucerna, terutama hal yang akhirnya cukup mendewasakan aku. Di antara runtuh yang belum kunjung menemukan jalan keluar. Disinilah tempat bertahan, rumah besar tanpa keakraban, sunyinya sangat pekat hingga dinding-dinding hanya memasang telinga enggan berucap. Semakin pagi, teman-teman datang dan pergi. Sudah kupisahkan pertemuan dan nostalgia. Selagi mampu, Tuhan tetap menuntun.

Thursday, April 4, 2013

TANGGUH!

Menangis bukan berarti terluka, hanya saja KECEWA. Sudahlah, hidup dan rekayasanya. Hidup dengan segala kemungkinannya. TANGGUH!

Jika Kamu Tidak Sibuk, Bolehkah Kita Lebih Akrab?

Basa-basi adalah pertanyaan seputar sibuk. Dalam pembicaraan, selalu ada awalan (memang) untuk menjalin memulai sebuah hubungan. Bukan hubungan cinta saja. Penentuan pertamanya, asumsi si Pendekat yang salah kaprah. Apa setiap waktu dalam 24 jam seseorang itu digentayangi 'sibuk'? Tidak selemah itu. "Jika kamu tidak sibuk, sebut namaku di atas awan!"

Imajinasi Tuhan

Kita harus selalu memulai kesalahan. Berulangkali menyebutnya: maaf. Apalah arti yang dibedakan menuju rumah terakhirmu? Penyesalan berawal dari terabaikannya isyarat. Punya Tuhan lengkap, pemikiran terkadang mencoba untuk memisahkan antara imajinasi dan kenyataannya. Kalian tak mampu.

Buka Tubuh Telanjang

Perkata yang tanpa dibayar, cuma luka. Satu-satunya aliran darah yang terhimpit oleh cibiran juga kenangan. Di antara itu ada mulut-mulut yang berdusta, tangan-tangan yang menangis. Semoga bukan tubuhmu yang telanjang.

Hening di Tangga Merah

Entah apa rasamu kehilangan, kematian yang menjadi sebuah kejadian pilu dalam hidup manusia. Sesungguhnya kita semua juga mesti tau jalan 'pulang'. Banyak hari terlantar, terbuang sia-sia. Banyak pula kepala-kepala yang tetap keras hingga hancur tak tersisa, bungkam jauh dari suara. Rokok yang terbakar menjulur ke dalam sini. Hati yang sunyi tak mampu dipungkiri, mungkin itu maksudmu diam seribu bahasa. Perjalanan panjang terasa mendekat dan semakin sempit. Maukah kau terus menerus dibius zaman? Hening.

Ceria Tak Bernada

Jika aku diam tanpa irama, kau temui bacaan esok harinya dengan senyuman. Itu saja yang kuanggap penting memberikan hati lekas riang. Seperti memperkenalkan sebuah wajah di keramaian. Tanpa begini dan begitu, kertas tak perlu dibakar karena perlu diberi tulisan. Masih berarti, hidup hampa menutup intuisi.

Jatuh Denganmu Tak Kugadaikan

Lebih baik menyimpan daripada tersimpan. Kau bukan buku yang harus kurapihkan. Meja itu selalu hidup dengan kata, jemari inilah yang enggan kugadaikan. Membuatmu jatuh cinta menjadi bagian penting bagi arah hidupku.

Sisa Belenggu

Semua dengan sadar. Sejelek-jeleknya cinta harusnya membuatmu lebih bermakna dari kata absurd. Kehilangan rasa sadar? Itu yang membuatmu sangat jelek. Balik lagi cerita, hanya sisa belenggu yang pura-pura mati hatinya.

Wednesday, April 3, 2013

Menambal Luka dalam Keheningan

Sederet kendaraan mengantri di sudut kiri tak selaras dengan lajunya bis di jalur kanan jalanan utama Ibukota. Bukan itu keluhku! Aku ada di kananmu, percis melewati tempat kita biasa bertemu. Lampu jalan kusam malam ini, dan kesendirian menggambarkan gagalnya 'hubungan'. Bukan soal putus dan terpisah. Namun, kalau saja aku malaikat yang tak perlu lagi dicari-cari kebenarannya melainkan sisa waktu adalah "jalan terakhir kita untuk selalu bersama".

Pikir Saja Sesal

Merasakan serba pilu, lalu jatuh rapuh. Sekokoh apapun itu kamu, perempuan. Bukannya aku begitu peduli saat lelaki sakit hati. Sudahlah pikir saja cerita kalian masing-masing. Harapan tak 'kan sirna selagi kesempatan berdamai. Meraih sesal di gelap malam, menggapai mimpi di teriknya mentari, esok adalah masa depan kenangan.

Tuesday, April 2, 2013

Kotak, Kosong, Pembenaran

Demi mengisi kotak yang kosong, seseorang rela melanggar batas yang ada di pinggiran kotak. Fokusnya pada kosong, bukan pada batasannya. Lalu berpikir kembali bagaimana caranya agar kotak tetap terisi tanpa melanggar? Akhirnya waktu dihabiskan untuk berpikir, begitu pula hidup yang lain kadang terpaku untuk mencari jalan bukan melakukan. Setidaknya jika salah pun murni. Salah bukan harus menerobos aturan, salah seiyanya tak mungkin berbalik. Melainkan waktu yang dipersembahkan adanya diluar pembenaran.

Namun, Tuhan?

Jika tua nanti yang tidak bisa kuharapkan (tetaplah) keabadian. Untuk memupuk perasaan saja butuh seribu malam tempur dengan gelisah, sejuta waktu terbuang sia-sia, dan terpuruk dalam lamunan. Namun, akhirnya manusia akan menyerah ketika nyawa tak lagi dapat ditawar. Tuhan saat ini diperbaharui menjadi bentuk yang lain dari segala macam keyakinan. Mereka biasa menyambunginya dengan apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan. Sesiapapun boleh mencari Tuhannya sendiri, walau sadarnya mereka mati tanpa suara, tanpa pernyataan seperti "Aku lebih percaya Tuhan yang ini dan itu, " atau "Kenapa Tuhan yang itu umatnya berantakan?." Banyak hal-hal yang tidak akan pernah kita sadari soal Tuhan ketika kita mencarinya di ruang khayalan. Nyatanya, ada tanah, ada air, ada angin. Sekejap semua bisa hilang tanpa tanya, tanpa perdebatan, tanpa perbandingan. Seakan dunia ini terus menerus hidup saat dihabiskan untuk mencari Tuhan.

Sunday, March 31, 2013

Silakan Banyak, Permisi Sedikit

Bicara banyak setelah melakukan banyak. Bukan bicara banyak namun tak pernah berpikir banyak. Banyak dan sedikit akan menjadi pembanding. Sedikit bukan berarti tak bernilai. Banyak bukan berarti tak menilai. Keduanya beda, dua-duanya nilai. Beda itu nostalgia. Sama-sama adalah kenangan.

Adalah Hati

Sepagi cinta. Kalimat barusan bagiku sangat mesra. Bahkan kalau saja mandi menggunakan cinta, kita sudah menghemat berapa ratus liter air dalam seminggu? (jangan terlalu dipikirkan) Aku di atasmu wahai permadani. Sisa semalam tak menggugah hasrat untuk pergi sekalipun akan ada lagi kegelisahan baru. Aku bukan seorang yang serba bisa, namun mencoba untuk mau tahu apa yang aku bisa. Seperti begini. Jika Tuhan memberikan aku perhentian terakhir maka akan kuhitung seberapa jauh jarak yang sudah ditempuh hingga harus menyelesaikannya denganmu. Rasanya masih kurang dari apa yang direncanakan. Itu pun kalau aku kurang rasa bersyukur. Maka, kau tak perlu menyentuh seberapa dalam hati. Sesungguhnya waktu adalah hati.

Saturday, March 30, 2013

Jangan Nikah Wahai Lelaki

Kesimpulan penting dari perjalanan Cibubur ke Cilandak. Perbincangan aku dan lelaki yang kuhormati. Tak perlu kuhitung ada berapa pertengkaran dan perdebatan Ibu dengan dirinya sepanjang hidup 27 tahun. Beban yang paling berat tetap pembenaran. Lelaki yang kuhormati, bicaralah secepatnya dengan Ibu bukan denganku. Hari terlalu sakit, rindu tak terbayar lunas, hati terlanjur terluka. JANGAN NIKAHI PEREMPUAN JIKA TAK MAMPU MENJADI LELAKI.

Nice Haircut

Sejak potong rambut 2 Maret lalu. Aku hanya merasa tetap biasa karena bagiku salon bukan tempat satu-satunya mempercantik diri. Kalau menganggap buang sial, "Anugerah" yang Tuhanku kasih lebih dari cukup. Alhamdulillah. Rabu kemarin, MALIQ & D'Essentials tampil di SCORE! Jakarta. Aku sempat bertemu dengan Mas Angga disana saat ia bersiap untuk naik ke panggung. Kurang dari 10 lagu membasuh rindu, Sudahlah, itu halku. Hingga tadi siang (29/3), tiba-tiba ia menyapaku. Sederhana, hanya kalimat pujian. Namun betapa pentingnya jatuh cinta, bukan untuk MEMILIKI. Beginilah indahnya: