Linimasa

Thursday, December 27, 2012

Mimpi Hati-Hati

Hati itu MIMPI, cinta itu bonus ketika kita sedang BERMIMPI. Maka, jangan biarkan TIDUR itu terlampau nyenyak. Jangan biarkan mimpi itu menjadi HANTU dan esok adalah keresahan. BANGUNLAH tanpa kau tertidur, karena hati saat mati nanti tetap meninggalkan KENANGAN.

Tuesday, December 25, 2012

Di Malamnya Durjana

Isi otakku TERLENTANG, Badanku enggan TELANJANG, Mentari di atas kepala, BERLARILAH di malamnya durjana.

Dan Itu Bukanlah Galau

Satu dan lain hal, alasan aku menunda banyak cinta, inilah hidup. Kalian harus tahu betapa indahnya perang dengan perasaan, kalian harus mengerti betapa sulitnya menyanyi dengan puisi, dan itu bukanlah galau.

Kuku Patah

Potongan kuku menyelinap di kulitmu, ia hanya ingin menyampaikan pesan, suatu hari nanti jika merasa sakit, jangan pernah menjerit, tersenyumlah.

(Lagi) Rindu Lagi!

Pertemuan kita itu selalu menambah kerinduan.

Segera Habis 25

"Tidak boleh mengucapkan selamat kepada mereka yang sedang bergembira di hari perayaan agamanya" Jadi, aku selalu mencoba untuk berpikir sebaik mungkin sejak Ayah memberitahukan hal itu. Kenapa bisa terlontar larangan itu? Aku berbicara bukan dengan seberapa jauh aku mengetahui ajaran agamaku, dan seberapa banyak aku melakukan apa yang sudah agamaku ajarkan. Kemudian, Ayah juga pernah memperingati aku, agar tidak terlalu dekat dengan kawan yang berbeda agama. INGAT! Aku tidak mendengarkan hal yang satu ini. Dewasa ini, banyak rekan-rekan yang tak seagama denganku. Tidak ada masalah. Pada akhirnya aku menemukan jalan tengah. Aku tidak pernah berharap ada ucapan-ucapan dari orang lain saat aku sedang merayakan Lebaran. Entah kenapa? Sisi lain, kupikir harus ada memang yang dapat membedakan. Bukan berarti TIDAK MENGHARGAI. Tapi biarlah, agamamu adalah agamamu, agamaku adalah agamaku. Kita tidak akan pecah, asalkan jangan mendengki. Kita tidak akan hancur untuk menetapkan jati diri.

Hanya Aku Orangnya

Aku adalah orang yang paling berhak memanggilmu, "Sayang". Ternyata, waktu menggulung mau kita. Tak perlu kuceritakan soalan itu disini. Lalu, kamu tak perlu tahu kapan aku jatuh cinta, begitu pula saat kutahu kau sudah ada yang punya nantinya. Namun, hanya saja kamu perlu memahami kita begini karena kita semakin cinta. Dan perlu kamu tahu, hatiku terjaga.

Judul Menyendiri

Segelas Coffeemix, inilah teman yang baik saat aku begitu resahnya. Banyak berpikir, banyak bicara. Seharusnya dialog itu tidaklah searah, namun pertanyaan terkadang menjadi rahasia. Rahasia indahnya sebuah perasaan. Kita butuh menari lebih khusyu’ saat sendiri, walau berdua tentu akan LEBIH INDAH.

Sunday, December 23, 2012

Sudahkah Hina Hari Ini?

Orang bisa gagal menyampaikan 'informasi', tapi bukan gagal melepas IMAJINASI. Ada yang gila di lubang dekat hidungku, pori-pori YANG TERSUMBAT NODA asap putih. Rokok yang kuhisap seakan berlumuran minyak, tidak enak lalu mengulangnya lagi. Kubakar satu persatu kekalahan, akalku nyangsang di dengkul kaki, entah apa yang paling terluka selain besotan aspal. DERITA-DERITA menata ruangnya sendiri, terbahak-bahak dengan tawa, terngais-ngais dengan sedih, sudahkah hina hari ini?

Kendati Sabar

Ada banyak rasa yang bisa dipahami dari sebuah kesusahan, susahnya orang benar-benar mengerti untuk belajar tentang 'sabar'. Sakitnya sabar menyakitkan kesabaran orang.

Cukup Pelukan Kita

Memandangmu dalam foto, menatap tajam. Lupakan cumbuan mesra, cukup pelukan kita. Hujan tak henti, kita adalah kenangan.

Bersama Kehilangan

"Atasi ketakutanku, 'karya'! Aku ingin selalu larut didalammu, tidur dan bangun bersama bayangmu, " Rasa takutku atas waktu semakin tak menentu! Lelah kutunggu detik ini melambung jauh, irama patah hati yang akan mengatakan bahwa aku tak mampu sendiri. Sekian jangan, aku harus bersama kehilangan.

Saturday, December 22, 2012

Pelelangan di Bulan Awal Depan

Surat peringatan kembali datang, tertulis 14 Desember 2012. Apakah masalah ini tidak ada jalan keluarnya? Berbulan, tahun, rasanya tersiksa tanpa kepastian. Apa yang Engkau beri kepada kami Tuhan? Lemah tak berdaya, lelah tanpa suara. Diam membuat keadaan sedikit tenang. Tak bisa lagi menyalahkan, namun terlajur menggrogoti.

Friday, December 21, 2012

Ketidak(SANG)gupan

Walau kadang tak sanggup (lagi) dan terus-menerus menyanggupi, "Kuatkan jiwaku yang kian melemah.." Aku hanya selalu berusaha berperasaan.

Dua Puluh Dua Belas Dua Puluh Dua Belas

Senyum untuk ini,
Airmata pula yang membawaku jatuh dalam BAHAGIA! Tepat pergantian dari 19 ke 20 di bulan dua belas, segalanya tumpah ruah, dihadiri orang-orang yang punya waktu untukku, terima kasih teramat bagi kamu juga! Tumbuh dan hilang, Airmata menyentil seperempat bagian yang nyata, lalu menari di kelelahan rasa!

Wednesday, December 19, 2012

Satu Hari Masih (Mungkin) Hidup Kembali

Waktu telah membesarkan aku, berikan 2012 ini kekuatan yang luar biasa, bahkan diluar jangkauanku untuk memikirkan satu masalah dan lainnya! Dimulai dari perilaku seorang anak yang terlena oleh harta, luka menetes berbulan-berbulan, gelisah seakan memburu tiap detik yang menyisa, Ibuku tetap tegar hadapi anak-anaknya! Pun Ayah yang baik lepas dari sekedar angan, bahwa ia (mungkin) kembali berbaik hati dengan kerinduan keluarga yang terdalam! Pergolakan bathin, relung jiwa setipis asa putus dan menangis, yang tak pantas kusesali, kamu? Jelang bahagia dua puluh yang usang, beberapa tahun kedepan masih punya cinta, kesungguhan tanpa batas, kelak sadar diri!

Sunday, December 16, 2012

DUA PULUH Lima Ke Atas

Selamat datang pesan-pesan dalam hidup, kita selalu berpapasan dan tersenyum, entah itu saat menjelang siang, saat menanti sore, saat berselimut dengan malam, atau disaat pagi tiba aku terpaksa harus terbangun! Setelah judul, hari tadi cukup membingungkan, dari mulai pergi hingga sampai? Entah ada apa? Padahal aku sehat, mungkin aku kurang luwes menikmati waktu, mungkin? Sekali saja ini aku bisa lebih luwes, kadang hanya mampu bersembunyi di balik kata (lagi-lagi) entah! Aku menyebutnya dua puluh lima ke atas!

Saturday, December 15, 2012

Bangun dari Penantian

Duabelas lebih dan aku suka sekali jam tengah malam. Dua dunia yang menyatu dalam kegelapan, tanpa matahari terasa kita kuat berjalan, juga saat malam habis, sinar panas harus berani untuk dilawan. Duabelas bulan indah dari cinta Ayah dan Ibu, ada aku di bulan duabelas! Hari keduapuluh, sedang apa suster dan dokter saat itu? Ibu pasti manja kesakitan saat ingin melihat wujudku, tak lama aku pun menjerit setelah berlama-lama dalam kandungan. Senyum sederhana menanti kelahiranku, Ibu menjagaku hingga kini penuh kasih.

Tuhan Jahat! Enggak!

Beberapa jam yang lalu, rasa lelahku bercampur dengan murung. Menelusuri jalan di malam hari yang penat, nampak di kiri beberapa orang tengah asik menikmati buah durian. Mobil parkir di dekat trotoar, dan aku melewati semua itu. Tak terasa sampai juga di pangkalan ojek, sepuluh ribu atas rejeki Tuhan aku sampai di hadapanmu. Muka asam, dan entah apa rasanya berjalan kaki tadi, hingga timbul amarah pada diri sendiri. Sebenarnya ingin menyapamu lebih riang, maaf aku yang selalu ingin diperhatikan. Lalu duduk dan kau bangun dari bangku, kurebahkan kepala di meja, terngiangkan "Tuhan Jahat! Enggak!, " berkali-kali rasanya aku ingin melupakan tentang siapa aku dulu. Kemudian kau kembali duduk, "Mau makan apa?" sebelumnya memang aku bilang mual, kau tahu aku sedikit rewel dengan makan. Kitapun beranjak dari tempat pertemuan awal, menyebrangi jalan untuk memesan satu piring menu dari restoran yang menyolok itu agar perutku aman. Selesai dari kelaparan, kita berbincang. Dalam pertemuan, selalu ada cerita-cerita menarik diantara kita, aku suka momen ini, rasanya beda dan lebih nyata daripada telefon genggam. Beberapa kali ada pembahasan yang memukul dadaku, ternyata itu pula campuran kimia kata yang menggelisahkan jelang tidur pada setiap waktu. Sulit menjabarkan perasaanku lagi, terlalu buruk keadaanku, juga ingin membuktikan betapa aku menyayangimu. Andai Tuhan jahat bukan karena aku tak pernah memohon, melainkan kita harus dipisahkan.

Friday, December 14, 2012

Ayah Mendekaplah

Kusadari ada sosok ayah pada telinga yang selalu mendengar, airmata mungkin begitu saja menetes di pipinya (terbayang di kepalaku). Perbincangan di telefon selesai, aku tak merenung sedetik pun dari angan. Tak lama dari itu, hujan turun bersahaja derasnya. Dunia telah mengabdi pada kesenangan semata, tidak ada tarian yang sempurna saat jalanan menjadi sangat licin untuk bisa berputar-putar. Tuhan tahu segalanya, aku punya wewenang dengan masalah yang seberat ini dan aku tak sendirian menghadapi semburannya. Pesan ayah itu agama, layaknya aku kehilangan sosok, ia mengajarkan bagian lain dari sebutir pil yang wajib dikonsumsi tepat pada irama juga waktu, ibadah mendekaplah.

Wanita Lagi

Aku mengenal sebuah tangis, yang mengaung dalam pernyataan: derita di bathin seorang wanita. Lalu, aku hanya tak pernah tenang ketika membayangkan, jika itu terjadi (lagi) bagi hidupku, (mungkin) anak perempuanku di masa mendatang. Kemudian, kuketahui bahwa perjalanan setiap individu adalah berbeda, juga rasa. Tak satupun hal yang sama dapat dijadikan genggaman erat kecuali sedang mabuk cinta. Bagaimana tentang wanita? Kamu bisa menjawab, wanita itu cuma belanja, uang, dandan, airmata. Dan jika akal sehatmu kosong, sebaliknya wanita tak pernah mendapatkan segalanya. Tangis hendak berlalu, jauh dari keheningan malam pekat. Kopi-kopi di gelas yang tak habis untuk berpikir sewanita apa dunia ini, harus berdandan secantik apa kamu? Bila tak satu pun memandangnya dengan cara wanita.

Thursday, December 13, 2012

Sinis-sinis Meringis, Lidah Menangis

Lidah dapat membebelkan apa saja yang dilihat oleh mata maupun tak terlihat oleh keduanya ketika tidak punya 'hati' lagi. Dan apa rasanya kamu yang merasa punya hati? Sudahkah perang dengan dirimu sendiri untuk membalut totolan-totolan perih didalamnya dengan tanganmu sendiri. Pisau dilumati lidah yang kering, apa kekeringan atas perasanya menghasilkan pertanyaan "Apa", lalu sampah dibiarkan saja tertimbun bersama tanah, iya mulut kita kadang meluapkan kata tak guna.

Tuesday, December 11, 2012

Senyum Mas Kondektur

Menunggu kendaraan besar itu sampai di pinggiran trotoar Cibubur. Selama satu jam, akhirnya bis bernomor A 70 muncul. Ini karena aku tak punya pilihan lain, uang pas sembilan ribu. Kunikmati, walau iya sempat mengeluh lantaran matahari menjepit dahiku. Tak lama bis tiba, kondektur tersenyum dari balik kaca, langsung kuberikan sisa uangku tadi, "Langsung tidur, " paparnya. Bukan akrab, mungkin baru satu dua kali ditagih ongkos olehnya saat menaiki kendaraan besar ini. Namun, begitulah senyuman, dapat mengubah segalanya. Ramah dan tegur sapa di siang penuh keringat ini, terima kasih mas kondektur.

Friday, December 7, 2012

Tidak Tragis, Indah

Bis berhenti di pertengahan jalan, aku pernah melihat segerombolan orang mengalami hal sama denganku saat ini. Waktu yang Adil dan Sentosa, dan akhirnya aku mengalami yang mereka rasakan di bawah terik matahari, tak kuasa aku mengeluh, Tuhan terserah kau mau apa?

Wednesday, December 5, 2012

Setiap Tetes Airmata Lebih Bermakna

Airmata akan terus mengalir, dan yang menghentikannya adalah kematian! Jangan berharap esok senang, jangan berharap ada teman yang selalu mau berdampingan dalam kesusahan, jangan terlalu sering tidur dengan khayalan! Selesaikanlah baik-baik pada waktu yang disediakan Tuhan, tata rapih hidup kita dengan sesabar-sabarnya, sabar TIDAK ADA BATASNYA, kelak setiap tetesan airmata tadi akan lebih bermakna!

Masih di Jalanan, Problema Jakarta

Kesemrawutan jalanan di Jakarta tak kunjung usai, sepulang aku dari kantor nampak kendaraan selalu antri merapat di Jalan Jendral Sudirman! Hari ini, hujan turun menggantikan sesaknya polusi yang datang dari kendaraan, (aku menyadari bahwa hampir setiap duduk di bis 640 aku menahan kesesakkan itu) walau jalanan basah namun masih saja timbul hal yang sama, nafas menghirup udara yang telah bercampur panasnya knalpot solar! Tentu tidak mungkin, jika aku berjalan tanpa satupun kendaraan umum ke kantor atau pulang ke rumah dari kantor tanpa uang, dan kini berapa banyak uang yang harus dikeluarkan, aku sedang mengeluh dengan dinding putih ini dengan coretan, andai aku bisa lebih diam daripada harus bilang Jakarta semakin berantakan!

Tuesday, December 4, 2012

Matanya, Manusia

Manusia, matanya diberi cinta langsung, menatap keterpurukkan, menjadi penghibur sayup memilu! Matanya diberi rasa langsung, menguntai kalimat, menapak satu per satu waktu dalam perjalanan, dan yang lain-lain adalah cerita sabar, lalu matanya terdiam, sesaat kutinggalkan!

Aku Hanya Dosa Saat 'Bercinta'

Di setiap ruang nafsu, gairah terbuka berkuasa, mengendap rasa malu, diantara si tubuh dan gemuruh! Lemas tak berdaya, ayunan seakan-akan berwarna hitam pekat, gelap! Gejolak tak menahu berbasuh dosa saat bercinta!

Monday, December 3, 2012

Hujan Menemani Pencemburu

Banyak puja-puji pencemburu, ketika langit menangisi bumi, dekapan hilang lalu datang lagi, dimana kamu, disini aku Tiba-tiba enggan tidur, menimang pikiran, terbangun lagi melihat waktu, malam berlalu, disini aku Masih dirasa ramah, ksatria mencaci-maki puteri raja, hening dalam jemari, HUJAN MENEMANI PENCEMBURU!

Bekas (Bukan) Orang Kaya

Aku tidak mengerti, tentang ke-tidak-jenuhan-ku menulis, walau segelintir hasrat memang tak mau berhenti, Jika aku bertanya, apa ini benar? Jam satu empat puluh lima menit melesat dari Tol Jagorawi, aku tak bebas hambatan, sudut kiriku memandang sadar, sudut kananku tak lagi belagu dalam kemabukkan, semua sudut menyandarkan aku di problema basi! Aku hanya layak tertidur saat pagi menjelang dan aku pulang untuk sekedar meng-istirahat-kan uang! Isak tangis di lubuk hati, bukan kesenangan yang kurindukan, namun nyatanya hari ini jauh lebih baik, jauh lebih berarti! Menyesal itu jauh dari ingatan, keyakinanku terlantar di separuh jejak tanpa nyawa, pasti semua selalu baik-baik saja!

Friday, November 30, 2012

Hari Membiru, Redam!

Hari membiru, dan ternyata hanya langit yang mampu berwarna seperti itu! Mendung seakan kagum kepada kami yang sedang ketakutan, hujan membasahi bekas gigitan di bibir dalam kebisuan! Terus terang ini kacau, aku mencoba tak hancur dari permukaan kasar, tenggelam diantara gelapnya awan! Tanpa pelangi, tanpa sinar mentari, jangan menangis ibuku, jangan bersedih! Meredam.

Friday, November 23, 2012

Gelap Mata

Frustasi hati, senang banyak bicara malam ini, hati! Sebab aku terlalu banyak terlelap, menyelusuri tikungan tajam dalam keadaan mata terpejam! Tak lama dari jeda itu, sedihku berubah menjadi bentuk buliran-buliran kecil, hati! Karena aku terlampau banyak terdiam, menyesalinya!

Thursday, November 22, 2012

Thamrin 22

Dahiku tak lagi berkrenyit, karna malam tiba tepat di pukul 21.00 WIB!
Penyeberangan itu berganti murung, manja pada pancaran sinar lampu penuh sesal! Seolah-olah tak berdaya, teraniaya didalam cahayanya!

Pelan dan Bangkit

Didalam bis 640, Telanjang di atas duri, terlentang menghadap langit, aku yakin terik matahari sepanas apapun tak 'kan membunuhku! Apa aku harus menyerah? Dan aku memang memasrahkannya! Setahunan ini, atau aku ingat beberapa kejadian yang terhempas hingga membuatku semakin berpikir? Kenapa Tuhan? Pelan tenggelam, perlahan bangkit, sujudku semoga Engkau terima, terima kasih kebaikan!

Barusan Aku Lewat

Didalam bis 640, Barusan jembatan cinta kulewati, aku seperti orang yang akan selalu sendirian saat tak bersamamu! Jemari di depan layar kaca, tulisan demi tulisan, kata demi kata yang seakan aku adalah milikmu satu-satunya! Namun, bukanlah egois manusia jika yang lain menjadi suatu kepentingan, usai dari satu berlanjut dua dan seterusnya! Caraku melamun, cara-cara yang sedang kupahami bagaimana mengatasi rindu ini? Sederhana saja, bila nanti yang terjadi adalah pertemuan, tersenyumlah di jembatan itu, cinta!

Dua Kosong Itu Lebih Baik

22 November 2012,
Hari ini kubuat asik sejak bangun tidur mendekat ke siang tadi, aku selalu harus puas menjadi renungan-renungan yang paling jelas, sebagai diriku sendiri atau berubah menjadi 'orang' yang gagah!
Enggan melangkah keluar dari ruangan ini, entah ada apa dengan keresahan yang selalu kuanggap serius?
Surat elektronik tak meringis saat kuketik, semuanya tersimpan rapih tanpa lemari, sampai kau berani mengajakku pergi membawa malam yang tenang bersama nyanyian tanpa janji!

Sunday, November 18, 2012

Biarkan Biar

Kita semua adalah orang pantas untuk selalu bersyukur. Entah ukurannya apa, biarkan celoteh mereka. Dan kita yang tahu bagaimana cara menikmati semua yang sudah kita syukuri. Entah kalimatnya apa, biarkan penilaian mereka.

Setidaknya, Ibu

14 November 2012 Ibu, aku memang belum menikah (maaf, kebahagiaanmu tertunda). Tapi bagiku tak ada salahnya jika aku mencoba merasakan apa yang kau alami, dari sudut pandang mata ini. Hari kian jemu dalam kegelisahan. Tak ada tontonan, tak ada suara mesra. Aku menafsirkan setiap kesepian untuk tak perlu digembar-gemborkan seperti tangisan anak kecil yang kelaparan. Di pagi hari bekas kesuntukan semalam, dapur kecil adalah memulai bahagia, tempat penyedia bekal makanan yang terbuat dari tangan-tangan indahmu. Tiba di meja, kalimat baru kubaca yang maknanya sama seperti kemarin. Kekuatan itu datang ketika kau melihatku, ketika kau menungguku lebih bahagia atau sekedar memberikanmu senyuman.

Tuesday, November 13, 2012

Jadi, Saat Ini Aku Denganmu

Hari semakin tua untuk memulai cinta yang baru. Mungkin, ketakutan tak 'kan pernah menepi. Jika aku berpikir hanya ada satu perasaan yang paling indah yakni bertahan dalam egoku. Suatu hari nanti, ketika masih ada salam dan sapa yang lebih arif dalam sentuhan hangat. Responku, senyuman kelak melarut di ujung jalannya. Jadi, aku saat ini masih denganmu.

Friday, October 26, 2012

Kendala dan Ini Bagian Hidup

"Klo mnrt aq kau lg d ksh pljrn sm allah, biar bs lbh menghargai barang yg kau punya" Setiap airmata selalu bermakna, bagi kesusahan manusia, walau tak selalu sama rasanya. Apa yang sedang terjadi adalah apa yang harus aku terima saat ini. Kekalahan, emosi, serta berlimpah sabar untuk terus bertahan dengan manis. Tak sepedih itu, mungkin. Jika harus menjawab, "Iya, hari ini aku makan nasi, " aku malu dengan mereka yang kelaparan! Tuhan masih baik, kendala selalu menyerang bagian yang paling sulit, menikmati hidup dengan IKHLAS.

Thursday, October 18, 2012

Dunia Menanti Kita Menang

"Ade pikirin buat bsk ongkos y..Tiba2 Ma2 g ada uang gimana?" Aku tahu saat ini bukanlah dahulu. Tidak mudah untuk terbiasa namun dengan semangat harus kulalui. Udara terhempas di atas kepala, nafas berhembus seakan teraniya. Namun, Ibu selalu sabar dan megah di hadapku! Tangan tak dapat mengepal dan tenang bersembunyi. Tujuanku kali ini MENANG melawan ego dalam diri! Dunia tak mau menunggu, kitalah yang harus meraihnya!

Wednesday, October 17, 2012

Perangi Tembok Bisu

Hanya saja terpaksa menulis lagi, karena ini bahagianya dunia. Sekedar menatap namun membuat semua orang berkutik dengan kata. Tak satupun dinding memeluk tubuh atau raga coba mendekapnya lebih dekat. Jauh dari imajinasi, satu langkah pergi. Berulang-ulang begitu saja. Sebentar, Aku tidur! Tunggu aku bangun di alam yang lebih nyata, selesai dari peperangan bathin kelabu pagi.

Terlalu Pagi Untuk Main Hati (Lagi)!

Aku menanti rasa yang lebih sabar dari diam ketika aku mencoba mengertimu. Membaca segalanya dengan waktu, menghantar dan menjemput makna tanpa memikirkan rodaku dua atau empat. Haripun kian menusuk, bukan pisau yang tertancap di tulang rusuk. Melainkan angin yang menggoda serpihan kaca untuk berantakan di hatiku. Sejak itu aku bilang, "Aku ingin berhenti disini". Sementara celoteh lain bertahan pada kebenarannya. Dimana tempat yang paling aman untuk mengatakan cinta? Lalu kau tersenyum, "Cinta sejati bukanlah kamu". Sampai akhirnya aku sadar, kenapa kita butuh berkorban demi waktu. Walau kadang tak pernah adil dengan munculnya perpisahan. Adalah tempat, tanggal, bulan, dan tahun saksi yang terhapuskan kala kematian rasa tiba pada saatnya.

Tuesday, October 16, 2012

Asapku Kelu

Mulut bergumulan asap, tak tercium sedikitpun bau rokok dari ujung kalbu. Seakan derita itu menjanjikan bahagia dengan syarat berani membuka pintu? Bodoh ya bodoh, dimana pintu dimana kuncimu? Menetap di teralis halusinasiku, tangan-tangan tetap melaju, bayang-bayang hilang kendali. Struktur sikap otak, lidahku kelu!

TUMPAH DI PENAGIH

Lidahku enggan tersambung, aku gelap gulana, aku hilang merana. Suasana sama, Tuhan marah, dan itu yang kurasa. Waktu tak terhenti, terus berlanjut sampai Ibuku sakit, sampai Ibuku senyum, entah dimana lagi tempat memohon, setelah sadar diri ini banyak meminta, SEGERALAH masalah lenyap dari ketersiksaan. AKU INGIN UANG TUMPAH DI PENAGIHNYA!

Monday, October 15, 2012

Bukan Tuhan Kalian

Sebijaksananya apapun derai airmata, kelak mati ditindas senyuman. Maka, aku enggan tersenyum di seberang jalan tanpa tanda. Tak mungkin terasa harunya, kalau cuma sinis. Kaki menapak tanpa suara dan nada, jika hantu bertemankan api. Kulakukan dikala aku sadar, sembah Tuhanku sendiri, bukan harus Tuhannya kalian.

Dosa Bukan Harapan

Sejenak malam bisu berkutat pada asap yang pekat di mata, aku sendirian di depan kaca rias Sang Ibu. Ada apa dunia ini, duniaku? Harapan begitu saja sirna, kesempatan berlalu tanpa alasan dan pamit. Tuhan tak pernah beri yang paling susah, ketika manusia merasa ingin sekali diuji. Guncang menjadi pelengkap kalimat di baris kelima nanti, mungkin bukan kamu sebabnya. Jika masih ada satu minggu lagi, aku berani melacur diri pada lamunan, pasrah dalam ketiadaan, menggenggam tulisan tanpa terbiar dibuang.

Thursday, October 11, 2012

Tempat Persembunyian, Cinta

Jembatan reot menyatukan dua insan berbeda. Dipertemukan untuk berbagi keegoisan, suka dan duka. Ketika bosan berpisah dalam waktu, itu-itu saja akhirnya yang timbul amarah. Setiap menit terasa mungkin. Tapi lebih mungkin esok tak akan ada lagi cara untuk melintasi jembatan reot itu. Lebih kurang mungkin, lusa tak lagi juga membagi duka diantara suka cita egois itu. Aku gelisah dalam hitungan, pahit rasanya. Jika makanan disebut kuliner, maka kamu adalah piring yang akan kubanting sendiri hingga pecah tak tersisa, nanti. Peluklah nafasmu sendiri, suatu saat di tempat persembunyian kita, cinta.

Mengubur Dimensi, Mengubah Persepsi

Aku yang salah, kamu yang benar. Kita satu generasi, namun bedanya adalah pemikiran. Sebuah pesan berawal dari 'peka', penempatan akal. Tak terbinasa dalam bias. Makhluk Tuhan yang paling sempurna, manusia. Setiap manusia punya Tuhan masing-masing. Kamu kali ini harus salah, aku harus menang. Adalah masa tempat ritual nafas menjejakkan hasratnya. Dari tahun pertama hidup mempunyai tujuan untuk bahagia, akhirnya akan mati.

Wednesday, October 10, 2012

Lalu, Cinta Itu Apa? Menikah?

Topik menarik kehidupan manusia tak lain untuk dipertanyakan adalah menikah. Mereka seakan sukses dalam hidup jika sudah menikah. Perbincangan MENJADI KHUSUS dengan menikah. Sepasang lelaki dan perempuan dalam ikatan untuk sehidup semati hanya dengan menikah. Lalu, CINTA ITU APA? Menikah? Berarti manusia harus selalu kembali kepada ajaran agamanya. Mungkin manusia tak lagi punya perasaan jika kembali melihat ajaran agamanya. Tidak lain bagi manusia yaitu agama yang menjadi landasan untuk berpulangnya (DARI SESAT). Lalu, Menikah Itu Khusus Untuk Orang Yang Beragama?

Gelap Gulit Akhir Jaman

Jika saja aku hanya dapat mencumbuimu dengan tangan-tangan ini, dan kulakukannya setiap hasrat itu muncul di permukaannya. Sadarilah berkhayal itu sulit, sempurnakah manusia mengabdikan dirinya untuk sebuah percakapan dunia? Tombol kecil di ujung nestapa, ditekan lalu mengeluarkan semburan HITAM, gelap gulita akhir jaman.

Aku Tahu, Sedih Itu 'Sakit'!

Tanpa banyak tanya, (lagi-lagi) airmata di pipiku tertiup angin begitu saja. Bis malam ini terjaga dalam gelap. Menerawang pada logika dan buyar dalam asaku. Sudah sangat sakit. Aku tahu SEDIH ITU SAKIT.

Sunday, October 7, 2012

Akhirnya Aku Sebut Ini Nasib

Belum sampai di pukul 7 malam, Hujan pun turun perlahan bukan karna aku sendirian melainkan hujan tau malam ini adalah kebahagiaan. 7 tahun lalu mungkin aku tak pernah pikir tentang sekarang, Santai. Kemudian kuharap 7 jam kemudian aku selamat sampai di peristirahatan, rumah remang. Ada yang menungguku, Aku segera menghampirinya, Ketulusan selalu sabar. Biar perihal kesusahanku, Kehancuran kini terlalu dalam, Tak ada satu pun bantuan dan Ibuku harus kuat bertahan. Malam minggu hujan bisu, saksi nasibku.

Saturday, September 29, 2012

Peran Gentayangan

Melihat kekacauan ini aku tidur, lalu bangun saat semua terlanjur hancur. Keadaan tak selalu sempurna, mungkin itulah alasan manusia sering berbuat salah. September segera usai, tak ada tanda satupun bahwa Tuhan mengampuni kami. Kesabaran tak kunjung terkikis, begitulah saat Tuhan mengajari kami berdo'a. Sepulang dari jalanan, rasanya pagar rumah ini ingin kulempar ke langit. Diri berkhayal, bagaimana mungkin aku sekuat itu dapat mengalahkan egoku sendiri? 03.32 Cibubur, Jakarta Timur.

Wednesday, September 19, 2012

Begini Entah Kenapa?

23:23 Kamar Begadang Indah, Cibubur, Jakarta Timur Aku hanya tak ingin merasa bosan dan "Andai aku bisa membuatmu merasa lebih baik? Dan ternyata tidak, biar aku yang rasa" Tak harus menunggu sejuta waktu begitupula sejumlah keharusan meminta untuk setia dan "Andai akulah yang menjadi pilihan terakhir dalam hidupmu? Dan ternyata tidak, biar aku yang memilih" Hingga kalut datang, pikiran terbongkar oleh kelelahan, dan "Andai aku bisa memulai cinta yang baru? Dan ternyata belum, kau baik untukku"

Thursday, September 13, 2012

Pemilik Hasrat dan PenciptaNya

Semakin banyak rasa yang kumulai, yang aku alami, dan kucoba selusuri. Kendati waktu yang tak selalu memilih, berpihak, terjadilah kekacauan ini. Aku tak mau malu melakukan hal yang membuat orang bertanya, "kenapa?". Ada sesuatu di keadaan ini dan Tuhan semakin baik. Bulan-bulan penuh rintangan selalu membuat tidur ibuku tak tenang. Tersirat damai kala ia menyapa semua orang dengan senyuman. Kebenaran itu ada, keadilan itu luar biasa, Tuhanlah yang memberi juga yang mengambilnya kembali.

Sunday, September 9, 2012

Tengah Malam Terakhir Kala Itu

8 September'12 01:29 Cibubur, Jakarta Timur Kalau tengah malam tiba, aku suka kesepian karna kamu sudah tertidur pulas. Rindu belakangan ini unik. Aku seperti tak menjauh, namun berkeinginan lebih dekat denganmu. Ketika kekesalan muncul, anganku berantakan. Tapi, ini sudah berjalan dan kamu esok harinya tetap membuatku kesal. Lalu, esok harinya lagi kutatap rindu lagi tengah malam. Rencana kita pernah batal, bukan berarti kita tak 'kan berpisah. Ini menyedihkan untuk kunyatakan, biarlah sepahit-pahitnya, yang terpenting aku masih denganmu. Sesungguhnya pun rintangan di depan menuju jalan terjal, aku tak 'kan membuatmu masuk dalam jurang atau aku yang lompat kedalamnya. Ritme ini harus tidak menjadi penyesalan.

Sayang 'Mereka'

8 September'12 01:16 Cibubur, Jakarta Timur Aku sayang Ayahku, juga Ibuku. Tapi sayangnya, mereka tak saling sayang. Sedih menulis ini, tapi nyatanya seorang anak yang bergemuruh dalam dosa selama bertahun-tahun semakin mengerti bagaimana sayang-sayangan. Apa aku harus merasa berdosa mengumbar kekalahan mereka di halaman ini? Lantas apa mereka mungkin membaca pernyataan paling atas disini? Ayahku, Ibuku, harapanku tak besar. Jika ada waktu luang, baca isi di setiap judul blog ini, aku menanti airmata kalian.

Melamun Sekedar

8 September'12 01:10 Cibubur, Jakarta Timur Tidak mengkhususkan perasaanku atau menyembur kenyataan yang selalu berbalik pahit saat bermain logika, "Kok jadi begini?". Sempat juga melamuni ini semua. Sebentar. Lalu, jemari bergerak mencari jalan keluar. Aku tak akan mendapat kesulitan jika tetap berusaha. Ada seseorang disampingku saat ini, yang berdaya untuk melihatku raih si sukses. Padahal 5-10 tahun lalu aku tak peduli dengan mimpi dalam semalam. Ya, sudah-sudah saja begadang dan tertidur. Kini, pikiranku terselip disana-disini menghendus debu-debu agar mataku tetap jernih "Melihat" dunia ini. Jangankan bahagia, senyum saja cukup membuatku tertarik lebih dewasa. Tenang, ini santai teratur dalam sekelibat waktu yang rusuh.

Nama Jembatan Cinta

6 September '12 19:27 Sudirman, Jakarta Pusat Sejenak rasa, Aku damai bersama gelak tawa kemarin, Lupa soal keresahan semalam, Terhempas dari sunyi, Mobil lalu lalang dihadapan mata, Menanti dan duduk manis di pelataran, Jembatan cinta.

Wednesday, August 29, 2012

Aku Yakin (Suatu Saat)

Aku yakin suatu saat nanti, AKU PANTAS UNTUK DIPILIH! Aku yakin suatu saat nanti, AKU PANTAS UNTUK DIPERTAHANKAN!

Tuesday, August 28, 2012

Rantai Mengikat Pohon Yang Tumbang

Tak ada pencarian manusia kecuali kepercayaan, Tak ada yang lain dari itu untuk mewujudkan sebuah hubungan, Dialog yang berantakan membelit pikiran saat malam pun usang, Dialog tak muncul dari hati kecil melainkan alam berpikir! Hari larut dalam ombak damai, Mereka yang tenggelam menjerit, "Tenang.. Tenang.. Tenang..", Ini tak sedangkal otakmu dan tak lebih buruk dari kepastian Tuhan! Ketika bumi tak mampu mencegah kejahatan, Terguncanglah sanubari dan terlepaslah tali-tali dari ikatan kencang di pepohonan, Sorak-sorakkan "Takut.. Takut.. Takut", Jatuh lagi itu sakit!
Lalu, secarik kertas basah berusaha untuk mengering agar semua terbaca.. hidup akan lebih berarti!

Saturday, August 25, 2012

Ternyata Aku Masih Belajar

Sebatas aku wanita, aku terus saja mencoba mengukur jalanku, aku sabar menciumi segala wangi di tubuhku, kuusap keringat yang menetes di hatiku dan tersenyum tatap kaca dihadapku! Sebatas aku wanita, aku terus menyirami layuku, memandang hijau di kerumunan asalku, kusadari pagi selalu menjemput dengan kata manis hingga terlelap dalam gelap gulita! Rangkaian makna terindah, menjadi seseorang untukmu, semoga kau pahami bahwa aku sadar aku hanyalah wanita!

Monday, August 20, 2012

Deburan Debu Jakarta

Setiap debu mencubit kulitku Panas membara, rasa itu cuma kotoran Membekas, mengekang logika Mencabuli setiap asa hingga KALAH Bangun dan jatuh Terlantar dalam ketiadaan nurani Duhai hati, tembaklah! Irisan peluh ini sunyi! Aku tak sendiri Dengan susah, aku bahagia Ketika senang jantungku tak henti Lalu-lalang sirna Aku rela menjadi budak Asal Jakarta berhenti menangis!

Akhirnya Cinta Terhirup Dari Kesepahaman?

Setiap berduka, manusia punya cerita, punya kisah untuk dibagi! Ada rongga di tenggorokan, ada celah didalam jendela mata, semua tak selalu dapat ditelan enak dan semua yang masuk tak selama-lamanya TERLIHAT! Tak ada kalimat terbaik yang dapat mengisyaratkan sebuah kehidupan untuk CINTA, bahkan cinta numpang di dunia agar tetap hidup! Maka, seseorang selalu kembali mengenal duka, mengenang kembali sesuatu dari apa yang mereka bagi untuk orang lain! Teramat sulit dapat bergandengan tangan dengan satu irama, sementara bentuk kaki kita tak akan sama, tangan-tangan yang pernah melepuh diistirahatkan, percisnya sebatas fungsi "berjalan dan bergerak"! Jika kita harus terpaksa berada di udara yang tak beda, bukalah semua bajumu, dan biarkan udara menggelitik di ruang sendimu agar nafas tetap berdetak! Beritakan ke setiap penjuru masa lalumu, yakinkan tentang panggung-panggung yang sudah runtuh, terjaga siang hingga pagi membius sendu, apa ini pada akhirnya cinta terhirup dari kesepahaman?

Hikmah dan Motivasi

Sebuah tulisan yang gugup, mungkin pada waktu itu belum berjodoh untuk mengisi salah satu kolom media online, semoga bermanfaat! “Saat berada didalam mobil ber-AC, aku tidak mau naik bis. Namun, karena saat ini harta yang ada sudah habis, mobil pun aku tidak punya. Maka, jalan satu-satunya agar aku sampai di kantor, aku harus naik bis.” Ada hikmah dibalik sebuah kejadian. Hikmah adalah kebijaksanaan dari Allah S.W.T. (sumber: http://www.artikata.com). Kita pasti mendapat hikmah dari apa yang telah terjadi dalam hidup ini. Salah satunya, saat kesusahan itu datang. Saat mendapat kesusahan berarti Allah S.W.T sedang memberikan peringatan kecil agar kelak kita mengingatNya; yang telah menciptakan kita. Kesusahan merupakan salah satu pembelajaran yang sangat penting untuk mengoreksi diri malahan kita hanya disuruh untuk kembali bersyukur karena kita tidak boleh menyesali atas apa yang telah diperbuat. Jika tidak pernah ada kesusahan, manusia sulit untuk belajar rendah hati. Hikmahnya kesusahan adalah sebuah motivasi untuk memulai segala sesuatunya dari awal. Motivasi sebagai kilas balik seseorang agar mengingat kembali tentang kesalahan yang pernah ia perbuat. Allah S.W.T tidak akan memberikan kesusahan, kekecewaan, bahkan kesedihan diluar batas kemampuan umatNya. Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya dengan akal kita dapat berpikir dengan baik dan benar untuk melakukan kebaikan pada diri sendiri dan orang lain. Sumber pencapaian agar kita seimbang berjalan di dunia dan merintis keperluan akhirat salah satunya dengan kembali kepada hikmah. Kesusahan akan berlalu, saat kita tidak memandangnya dengan sinis.

Thursday, August 16, 2012

Ciuman Dramatis [17]

"Bukan sekedar nafsu birahi, Adalah rasa rindu yang menggebu hingga tubuh-tubuh harus terdampar di permadani kamar nomor tujuh!" Pijakan dirasa berat, Namun keadaan memaksa untuk tetap berjalan, Senang menyelimuti perjalanan berdua, Tanpa berpikir jauh keesokan harinya! Tak pernah kusesali akhirnya harus kehilangan, Benda mati yang berumur setahun itu lenyap seketika, Siang bergemuruh menggebuk perasaan dengan kebodohanku sendiri, Untuk pertama kalinya lalaiku memporak-porandakan semangat baru yang berusaha tumbuh dari jatuh! Menghirup dilema yang tertindas problema dini, Hilang kenyataannya lalu berganti kenangan, Benda mati itu sudah musnah, Aku harus ikhlas bersama ciuman dramatis di bingkai [17] kisah kita!

Saturday, August 11, 2012

Hitam Rentan

Lihat ke kiri, berantah ke kanan, tak ada satu pun tanya, tak ada hitam yang berwarna!

Kerindu-rinduan Hasrat

Mengeluhkan rindu, membujuk rindu agar lekas pulang, menyuruh rindu datang, membawa rindu tenggelam!

Merayu hati lantas pergi, mendayung koma-koma, membiarkan hati tak bicara, melepaskan rindu dalam tegangan!

Rindu tak sempurna, merindu sang rindu, rindu tak berakhlak, meniduri rindu dengan hasrat, menciumi rindu di permadani!

Rindu tak bergeliat tanpa debar, kerindu-rinduan serba merdu, jantung melekat pada dinding syahdu, menyengat!

Nafsu dan Waktu

Akal terus bermain,
mencari jalan untuk merebahkan kegelisahan,
sebagian orang suka tidur,
sebagian orang juga lebih suka tidur-tiduran!

Terbelah menjadi dua bagian,
semula hanya tentang akal dan perasaan,
lalu kucoba mencari yang lain,
nafsu dan waktu!

Nafsu bergeliat di angan,
berterbangan seperti angin yang tak terdengar,
memukul jejak yang membekas di atas tanah,
mengerubuni kebekuan hingga melebur , membasah!

Waktu menjerit tercabik-cabik,
seperti berteriak didalam goa,
tanpa sambutan tetap meraba,
tanpa rangkulan tetap mencoba,
tak ada waktu yang selesai dengan diam,
begitu pula nafsu!

Friday, August 10, 2012

Nyanyi-nyanyi Kekasih

Kekasih yang mencintaiku,
wajahmu, rasamu, dan bernyanyilah!
Seumpama saja kau selamanya milikku,
ragamu, resahmu, dan bercintailah!

Gambar-gambar melebur dalam kisah sejuta pesona!
Kata-kata mengaitkan luka terdalam,
bingkai retak tak dapat tersusun!
Mencintaimu lagi di sisa hari...

Kehilangan dan Mati

Aku jatuh cinta dan itupun tak cukup,
aku patah hati dan itupun tak mungkin membuatku cukup,
aku tak akan pernah merasa aku cukup untuk menikmati keduanya,
karna aku percaya waktu,
karna aku tak hanya dengan
mauku,
karna aku tak selalu patuh,
karna aku pasti kehilangan dan mati!

Pilihan Hancur

Pilihan itu terkadang bukannya tidak baik,
cuma hanya menghancurkan!
Kita tidak banyak bicara,
soal ini dan soal itu,
kita menyimak karna kita mampu bicara juga mendengar!

Mata untuk melihat,
yang terlihat hanya porak-poranda!
Telinga untuk mendengar,
yang terdengar hanya bisik-bisik sinis!
Lalu, lupakan soal kata hati!
Manusia picik, manusia tega,
namun manusia tak pernah sanggup selalu berjalan sendiri!
Pilihan mana lagi,
keadaan apa lagi yang mesti dipertanyakan,
setelah sudah hilang kendali,
waktu tak akan pernah kembali!

Ibuku 54

Umur ke 54,
Ibuku cantik sekali!
Ia wanita terhebat,
sabar juga penyayang!
Lupakan soal kekurangannya,
lupakan soal keluh-kesahnya,

Sampai hari ini aku masih terus belajar mengenalnya,
orangtua itu selalu ingin melakukan yang terbaik buat anaknya,
kupahami?

Ibuku,
jangan biarkan airmata membanjiri ruang yang aman di sisi indahmu,
biarkan ruang itu tumbuh dan layu dengan bunga,
hingga kita mengerti bahwa hidup adalah kemarin yang diingat, hari ini bahagia, dan esok menanti belas kasihan atas kekejaman dunia!

Peluk Ibuku!

Wednesday, August 8, 2012

KISAH Tak (Ingin) Usai

Mungkin kita hanya akan menjadi KISAH dalam waktu yang mendebarkan tanpa perdebatan panjang!

Kesunyian tak mungkin hilang begitu saja seperti angin yang bertiup saat iringi setiap pertemuan kita!

Hanya tak ingin hancur, merasa tercabik, terluka luka, atau semua sekedar angan-angan di perjalanan menuju pintu bahagia, pada akhirnya!

Tidak ada kesenjangan sosial, politik cinta, masa lalu yang gentayangan, atau kita memang akan mendapatkan satu persatu keseluruhan hasilnya nanti!

Berikan jalan untuk alirkan air bersih dalam hidupmu perlahan, kelak air itu yang akan membasuh noda yang kucipratkan dengan alasan cinta kau pernah kumiliki (masih) hari ini!

Ada Diantara Keduanya

Menimang logika,
ragu membunuh hadirmu,
gugupku membelenggu,
terimalah sang malu?

Menimbang perasaan,
meludahi luka-luka,
canggung tersenyum,
rangkul punggungku?

Kebingungan ada diantara logika dan perasaan!

Jangan Takut Jatuh

Tidurlah dengan cinta karna kau akan mendapatkan dua mimpi saat berada didalamnya!

Dua itu buruk dan baik,
menerima dan memberi,
mencintai dan tidak dicintai,
urusan hidup tak akan selesai di satu malam suntuk!

Jangan takut untuk jatuh...

Tuesday, August 7, 2012

Hari Ini Kau Untukku

Hari baik adalah hari untuk mencintaimu,
habis sudah kesungguhan yang berlalu bersama kisah dusta,
pecah egoku jika memilih untuk berkhayal hanya dengan diriku sendiri saja!

Itu yang kupukul masuk dalam ruang dan waktu,
itu pula yang kupilih menyinggungmu dengan mewujudkan kasih serta rasa sesungguhnya,
bahwa langit 'kan menegangi raut wajah yang kosong hingga hujanlah yang meruntuhkannya,
hari ini kau untukku!

Monday, August 6, 2012

Maaf Malam Emosi

Mungkin aku sedang lelah,
kantukku yang semalam memang kurang tersalurkan karna pagi tadi bangun terlalu pagi!

Kusadari perlakuanku, tutur bicara, dan itu hanya membuatmu terdiam setelah aku berusaha untuk tak terlihat kelelahan!

Aku tau ini bukan tempat berdo'a,
ini sekedar saja,
kolom bicara dengan kaca dalam kata,
untuk mengingatkan suatu hari nanti apa yang ada di hari ini,

"..maaf aku tak punya apa-apa untukmu!"

Riuh Polusi

Udara tak menoleh ke wajahku,
ia bebas berkeliaran,
tak juga ia rasa peganganku,
debu semakin menusuk-nusuk yang sesak terasa dinafasku,
tak berdaya dalam sore,
di riuh polusi!

Menjadi Biasa Itu

Kurasa sampai kapanpun kau tak 'kan merasa cukup,
kau tak 'kan pernah menemukan ujung,
bahkan kau tak pantas menyebut ini "cinta",
aku menjadi biasa memintamu untuk tetap tersenyum!

Aku Ya Kamu

Aku yang selalu menyebut "Aku.. aku..", lalu aku angkuh menjadi keaku-akuan! Aku yang sengaja menyebut "Kamu... kamu..." dan kamulah kamu!

Aku yang keaku-akuan mengajarimu kekamu-kamuan, melebur dalam kekita-kitaan!

Aku yang menyambangi hatimu hingga tenggelam dalam kecinta-cintaan dan akulah kekamu-kamuan!

Disaat Seperti Itu

"Seperti halnya hidup ini, rasa ini, atau aku harus menyebutmu: dosa terindah yang terjamah, melemah, tak kunjung sudah"

"Trust, dan kita harusnya semakin punya sikap menari dengan kesalahan, maka jika waktu tak kembali, jangan tanya kapan kenyataan itu hilang"

Saat disitu aku terhina, disitu pula aku merasa semakin berharga!

Sunday, August 5, 2012

Sesama Waktu

Selalu ada cerita dibalik waktu yang ditunggu, setelah datang lalu pergi, kita berdiri, berjalan begitu saja, buat hal baru!

Kita punya rencana masa depan seperti kita tidak akan pernah berencana untuk kembali lagi dalam kesalahan yang sama!

Manusia dekat dengan suka, manusia semakin dekat pula dengan duka, manusia punya hati maka ia mudah menyakiti!

Cerita yang tidak ada lagi, kekalahamu pada waktu!

Saturday, August 4, 2012

Hari Malam, Tanpa Hujan, Dingin Itu Hati

Tidak ada satu pun seorang anak yang pernah bermimpi tentang perceraian orangtuanya, namun mungkin pernah berpikir jauh buat apa dipertahankan jika tidak ada lagi keharmonisan?

Waktu itu datang tak mengira pada musim hujan, kemarau, dan waktu selalu mengejutkan manusia untuk sedih, senang, serta bahagia tanpa tanda sampai mendapatkannya!

Ada perempuan dan ada lelaki, mereka berdua harus menjadi sepasang cinta yang mewakili jutaan hubungan sebagai syarat agama bahwa manusia harus menikah, entah aku tak tahu lebih dalam soal itu!

Sebenarnya pembahasan ini tak pernah selesai jika aku enggan merasakannya? Bahkan sekali aku memulai pun belum tentu juga menjadi akhir dari segala masalah yang ada!

Larut malam,
dialog dengan Ibu penuh senyuman,
jaga Ibu tak seberapa saat seperti ayah memperlakukan dirinya,
namun aku harus bertahan menikmati keadaan ini sampai segalanya diberi jalan yang lapang!

Thursday, August 2, 2012

Merangkai Dilema

Tutur kata, sikap, dan semula pemikiran yang kolot terbuka demi memenuhi sebuah kebutuhan!
Tak harus mengulang waktu apalagi berpikir untuk kembali ke pena, kertas, tong sampah, dan pencapaian dari ide adalah kita semua telah menikmatinya di atas meja!

Tradisional atau modern, ini tidak lagi dipisahkan ketika mereka memilih tantangan dengan mengkolaborasikan keduanya menjadi satu ritme dalam garis yang mempunyai tujuan sama!
Kendati demikian, dilema pun bermunculan apa harus selalu membawa nenek moyang di layar jika kerutan tak dapat dihilangkan?

Meletakkan secangkir kopi di atas tanah, tak akan juga habis oleh semut yang menyukai manis!


Belum Setuju, Hanya Tanya

Terlalu rumit untuk menafsirkan mau, rasa, ego manusia!
Sampai tak habis pikir,
begitu kusutnya jika harus kembali mempersoalkan sebuah pernyataan untuk dijadikan pembanding agar terlihat berpendirian!

Suram tentang kalah,
mari tonton ritme, mari lakukan, dan segera!

Wednesday, August 1, 2012

Lupakan 'Cinta'!

Cinta itu menjadi sesuatu, setelah ia diwujudkan oleh satu nyawa, ia tidak dapat berbicara tentang apapun, namun saat memilih ia pun memperlihatkan segalanya untuk menceritakan banyak hal!

Jika saja cinta dapat dibeli, maka kamu harus rela untuk tidak konsumtif lagi! Karna cinta datang dalam pertemuan dan berpisah tanpa angan!

Berhentilah berkhayal!


Disebelahku, Ibu!

Kupeluk dirinya tanpa bersentuhan,
kubilang "aku sayang Ibuku",
takut pun datang menjelang malam,
terbisikkan kalimat "Ibumu orang sabar",
lalu tetap kudekap erat pelukan setiap ketiduran!

Kritik Pecahan Kaca

KRITIK itu kadang memang pedas, jarang sekali orang mau "menerima" sebuah kritikan jika selalu "merasa" HEBAT!

Hati-hati kamu jatuh, kritikan pun MENJAUH!

Kamu tidak akan menjadi apa-apa tanpa dikritik karna hanya kamu sendirian yang menikmati apa yang kamu lakukan tanpa dinikmati orang lain!

Tidak ada masalah jika kamu tak memulainya dan hidup ini tak jauh pula dari sebuah awalan!

Maka, sebelum akhir menjemputmu, hargailah kritikan!

Kelak ia akan menghargai pula apa yang telah kamu tunjukkan dengan berani memberikan lebih juga belajar dari kalimat yang kurang!

"Sampai saat ini dengan sadarnya aku memerhatikan, belum ada orang yang rela dikritik karyanya, seakan karya itu pembenaran terhadap dirinya sendiri"

Sejenak berpikir untuk melihat ke belakang,
bayi tumbuh dengan proses,
sarjana didapatkan atas kesungguhan,
apa yang dapat dipertahankan dari kesombongan?

Gelas pecah tak dapat disusun semula agar air dapat tertuang,
batu karang berlubang karna hujan pun marah!

Kritik dirimu untuk belajar tumbuh subur dari cemohan orang!

Tidak salah!

Monday, July 30, 2012

Lagi-lagi Kamu Bingung Sendiri

Kadang kita terlihat seperti MONYET kala MENGGONG-GONG! Oh, kamu kenyataan?
Kamu bukan syahdu yang kemarin meninggalkan hujan deras di tengah kota itu?
Oh, kamu kesalahan!
Tadi tanya, setelah itu seru, kamu siapa? Lagi-lagi kamu bingung sendiri, saat kamu merasa SENDIRI!

Namun Rendah Hati

Jangan pukul aku dengan ketololan karna kamu terlalu bodoh untuk itu!
Mana mungkin kalimat terpejam?
Jika hidup ini indah hanya dengan "melihat"!
Tak ada sesuatu yang berharga kecuali mampu mendengar dan tak ada lagi pembicaraan kala tidak ada satu pun "orang"!

Maknai kepintaranmu dengan hal yang paling kecil, rendah hati!

Saturday, July 28, 2012

Tak Ingin Berikrar

Biarkan pemikiran burukmu itu bukan tentang jatuh cinta!

Tak ada jatuh, lalu langsung tertimpa tangga tanpa rasa "SAKIT"!

Rasakan keadaan,
resapi kenyataan,
sedalam-dalamnya lautan,
setinggi-tingginya langit biru,
jangan pernah membisu untuk MASA DEPANMU!

Friday, July 27, 2012

Beku, Benalu!

Aku mau belajar terlelap di atas permadani sebelum terjaga di bawah tubuhmu!

Ada senandung menukik dalam angan bisu, merdu, syahdu!

Membekukah rasa?
Seiyakah kita?
Cinta!

Tak Mau Jatuh, Mau Dijatuhkan!

Tadi malam aku berada diantara rak buku,
novel, majalah, koran, serta berbagai bacaan ciptaan sang penulis berlimpah disana! Bahkan, hal yang paling kuingat rak "komunikasi", selalunya tak banyak! Disitu hanya ada 3 rak terisi, walau ilmu komunikasi kini marak diminati calon mahasiswa belum juga menunjukkan "kegigihan" secara mendalam untuk lebih dipelajari!

Masih ada saja yang kurang dari kepintaran manusia, ilmu impor yang dibiarkan terus membius pikiran kita!
Apa kurangnya Tanah Air ini?

Para Nasionalis bertindak serba nanggung,
saat berada di tengah pun lengah!
Kadang rela dijatuhkan namun tetap ingin DITINGGIKAN!

Sedikitnya pengetahun belum mematikan, menciptakannya jauh lebih produktif!

Sekelibat Wanita

Mengapa kau betah sendirian?
Sudah berapa malam kau lalui dengan rasa sakit?
Aku sedih melihatmu,
aku juga kehilangan gairah sepertimu!

Kita perempuan,
hanya saja kau tua dan aku menuju jenjang setelah "merasa" sudah dewasa!

Semalam ada perbincangan dalam pesan singkat melalui telefon genggam yang tak kunjung "mendekat"!

Ayah, ibu ada untuk dipeluk!
Wanita, lelaki mana yang pantas untuk kesunyian?

Tersendu Pagi

Tujuan aku bukan untuk dihina, bukan untuk dimaki, bahkan diam pun adalah pilihan terakhirku setelah kehilangan akal!

Pagi tersendu, sekelibat yang dirasa adanya ketidakberdayaanku!

Semua boleh bilang hidup ini indah, bahkan itu sudah mutlak menjadi nama tengahku!

Kebijaksanaan menunjukkan jalan-jalan yang buntu!

Tuesday, July 24, 2012

Tunggu Penantian Tangan-tangan

Aku tak mau terburu-buru berpikir bahwa kalian memang tak anggap aku ini memang ada!

Jika nanti tak diperpanjang,
maka benarlah apa kata temanku tentang taman belajar!

"Dari waktu ke waktu untuk mencoba sempurna adalah bodoh, maka jika kamu mengadili tulisanku dengan kesinisan, sebelum terhina, aku akan pergi jauh..."

Monday, July 23, 2012

Mungkin Kau Saja

Kerapuhan yang kadang menyiksa di bathin ini membuatku terus bertahan menjalani semua denganmu!

Ingin rasanya mengakhiri perjalanan ini, rasa-rasa yang terkoyak!
Mungkin hanya kau yang punya hati hingga hanya kau yang merasa pantas marah dan selalu benar!

Konsekuensi Hari

Aku harus selalu bertanya pada diriku sendiri mengenai hal ini, hal yang membuatku seakan tak ingin menjawab tanya yang lain kecuali diamkan kepala!

Seraup hasrat datang untuk menjamah kesepian,
manusia menerima gejolak itu saat sedang sendirian!

Keadaan berbatas,
bukan naluri yang ingin ditebas!

Ketika nurani hanya tentang dialog cinta antara aku dan kamu, sedangkan mereka hanya mata, telinga, serta hendusan yang tak sengaja saja!

Sempat menoleh dari jendela,
bahwa hati disini,
di badan ini meremahkan kebekuan untuk terus beranikan diri berjalan dengan konsekuensi!


Saturday, July 21, 2012

Papah dan Mas

Ada yang berbeda,
bulan Ramadhan 2012 ini tanpa papah dan masku!
Mereka sedang berada di tempat lain,
aku hanya berduaan makan sahur tadi!
Kemarin puasa pertamaku,
harapan adalah puasa di hari kedua ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya!
Aku tak bersedih,
hanya saja aku merindukan papah dan mas!
Selamat berpuasa kalian!

Friday, July 20, 2012

Tanggal 20 Aku Berdiri

Tanggal 20,
dan aku merasa senang tentang semua hal yang berlalu!
Hari yang selalu kuanggap semakin tua,
bahkan setiap orang rindu untuk "muda" kembali!
Cermin-cermin memuai hingga pecah,
lalu pintu-pintu tertutup tanpa sedikitpun suara!
Keyakinanku hanyalah mengenai ada rasa percaya di hati,
kepercayaan juga butuh keyakinan!
Bunga pun akan layu dan terganti,
hiduplah dengan kedramatisanku, selamanya!

Thursday, July 19, 2012

Sejak 18.50

Sejak 18.50 memilihmu, aku tersanjung dalam lamunan!
Senantiasa menanti, hingga kau tiba di hadapku menyapa dengan senyuman!
Seakan tak mau marah bila kau getap manja dalam kata!
Ini yang heran,
aku memang serius menjagamu!

Tuesday, July 17, 2012

Beranjak Dari Sesal

Masa lamunan,
terima kasih untuk pikiran yang terlintas 1 menit membawahi relung hati!

Hingga hilang gejolak mudaku untuk cicipi sembarang minuman lagi!

Perjalanan buruk memang hanya sebentar,
namun begitu sulit menerima kenyataan pahit tanpa ketentuan kapan yang lama selesai sebelum yang baru jadi ingkar janji!

Kelebihan, kekurangan, kesengsaraan, beranjak dari sesal!

Monday, July 16, 2012

Perasaan Jakarta

Tikus berkeliaran di bawah sini, di bawah bangku yang kududuki, menjijikkan memang? Tapi apa boleh buat, Jakarta sempit jika inhin mendapatkan "ruang" yang nyaman untuk menunggu!

Mobil dan motor lalu-lalang di depan mata, aku tak punya keduanya, dan kau tahu itu! Tak jadi soal, perkara kendaraan yang akan membawa kita kemana pun jua asal kau tetap "sederhana" memandangku!

Kerlap-kerlip lampu menyilaukan Converse kesayanganku juga asap rokok wangi L.A Lights Menthol ini kretek pilihan yang menjaga lamunanku!

Malam memang terbungkam oleh polusi yang tak bersuara, tertindas hingga kesakitan!

Debu serta sampah jalanan berserakan khas sekali di kota ini!

Apa kita dapat mengubah "perasaan" seperti berkhayal Jakarta adalah kota aman?


Memukul Hati

Saat-saat yang lalu dan kini aku tak dapat memamerkan bahagia kita ke mereka, namun rencananya aku akan membiarkan mereka melihat kau bahagia dengan yang lainnya, nanti!
Jangan sedih bila kau baca ini,
aku memang tak tegar seperti Ibuku!
Namun, aku mau belajar sakit hati dari apa yang kuanggap sudah cukup nyaman 'tuk dijalani!
Hari tak seperti sediakalanya,
mungkin mentari akan kutemui esok lebih awal dari seminggu kemarin!
Susahnya hilangkan segala trauma,
terlalu hina sebenarnya jika terpaksa memulai dan jatuh cinta lagi!

Sunday, July 15, 2012

Aku Terjebak Rasa Percayaku

Padamu kasih aku berani tak menaruh curiga,
ingat malam itu airmatamu tenggelam dan terhempas dari kebingungan,
yang pasti kita akhirnya mengerti bahwa manusia memang tak pernah pantas untuk saling menyakiti!

Lalu, apa yang selalu terjadi kasih?
Ketika kau sedang diambang cemburu,
hatiku mampu merunduk,
kepalaku pun juga agar kau kembali tersenyum!

Detik ini aku hanya terjebak rasa percayaku,
bahwa suatu hari nanti kau 'kan dimiliki juga!


Saturday, July 14, 2012

Kita Lihat Sejam Lagi

Semenit lagi asap rokokku musnah, waktu menyuruhku mandi sore ini! Sejam lagi rasa kantukku punah, karena pakaian yang baru dicuci kupakai untuk menemuimu! Ini Sabtu yang beda dari dua minggu kemarin, apakah kau bahagia? Kita lihat nanti!

Dua Cangkir Satu Buku

Judul ini ada kemungkinannya sebagai impianku mempunyai terbitan yaitu buku!


Tak mungkin patah paradigmaku,
tak akan pernah sirna lembar kata di benakku!

"Hidup kembali, sekiranya Jum'at menjadi menopang kebahagiaan dan Senin adalah awal dari segala cerita!"

"Kubasuh airmata dengan warna-warna yang kuanggap masalah baru terbuat karna kehilangan masa lalu!"

"Setiap manusia yang hidup berencana mati dengan tenang, dido'akan serta diingat-ingat lagi!"

"Penat rasanya bersandiwara, walaupun hal yang ternikmat adalah mencumbui bibir tebalmu di tengah kesunyian!"

"Harapan menjadi ukiran di bingkai kamar kosong berisi benda mati yang sedang sedih akibat ditinggal oleh senyum dan canda tawa!"

"Seuntai tasbih tak lagi bergelantungan di sudut lemari, sajadah itu pun dilipat rapih!"

"Masuk dalam ratusan cangkir, tetap manisnya bernoda di hati! Membekas seperti luka yang tersiram air garam di ujung penantian pagi!"

"Ketika aku merasa sulit mendekatimu, seketika itu pula aku merasa paling hebat diantara mantan-mantan kekasihmu"

"Jangan kau pecahkan cangkir-cangkir ini sampai suatu hari hanya kita yang ada untuk bernostalgia di atas ombak malam!"

Jangan Sebut Aku Dosa

Jangan sebut aku dosa kalau kau belum berubah jadi binatang!

Ini dia manusia yang susah sadar diri berulah gelisah seperti binatang!

Berhak ingin punya kuasa tapi tak pernah mau peduli!

Persamaan ada didalam celana dalammu, perbedaan terbuka dengan mata dan hati!




Lirik Pembaca

"Sabar.. sabar.. karna kamu nggak dapet bagian! Sadar... sadar.. karna kamu nggak diprioritaskan! Itu hanya mimpi-mimpi yang terbungkam!"

Melirik-lirik kalimat yang timbul begitu saja dari tubuh ingatan!
Aku tuliskan!
Lupakan soal pembaca yang kebingungan,
lain waktu pasti kalian semangat untuk mengerti!

Masih Dengan Kekasih

Tak mau hatiku berkuasa demi egomu,
sedangkan aku pasti kau tinggalkan!
Waktu terasa ketat,
menjepit nurani kita untuk selalu beriringinan?
Sebalnya aku,
bila berkaca lalu menangisimu!
Nanti saja kau datang wahai khayalan buruk!
Aku masih butuh kasih dari kekasih!

Pinggiran Tak Menepi

Kaki terjuntai di pesisiran pasir coklat muda, meraung-raung ombak berderu! (khayalan di siang bolong)

Sabda alam mengalihkan ingatan manusia tentang tata kota yang semrawut! (jika berada ada di pinggir situ aku terlintas ini)

Sudah bertahun dibius politik dan kekacauan pun mereka nikmati bersama!

Betah dengan NEPOTISME,
berebut kursi walau akan tidur di meja yang sama!

Oh, mereka lupa mereka makhluk sempurna yang paling rendah derajatnya di mata Tuhan!

Disimak kalimat bergontai,
mengganti suasana dalam atmosfir kemodernan yang tidak hakiki!

Selamat, Jakarta usang! (siul-siul di pinggiran tak menepi)

Friday, July 13, 2012

Saat Ini, Saat Aku Takut

Bahkan aku serius perihal mencinta,
tak ada sanubari yang ingin kusebrangi kecuali bergulat dengan bathinmu!

Tiba...
bahkan aku tak ingin sunyi itu datang,
sekalipun airmata kesiangan membasuh pipi!

Senyap dan terdiam, terangkul halusinasi kita selalu berpegangan tangan,
saat ini, saat aku takut kehilanganmu!

Kamu Sedih?

Apa kamu sedih jika suatu saat aku harus meninggalkanmu?
Apa kamu tau jika suatu saat kamu memutuskan hal itu pun aku tak merasa senang?

Lalu, ada apa dengan sedih dan senang?
Saat kita masih bersama,
berbagi dan saling mengasihi!

Tuhan kita sama,
itu pun kau tahu bagaimana cara mendekatkan Tuhanku dan sebaliknya aku selalu berdo'a agar kelak kita berakhir dengan BAHAGIA!

Aku Tahu Ini Gila!

Kesulitan yang menahun,
problematika individualisme,
sukar sekali saling menatap, walau seatap!

Semua sirna,
sesalnya kubawa ini keluar sana,
karakteristik kesedihan,
tak ada batas norma,
memuai hingga mencair dalam airmata!

Tenanglah Ibuku!
Perlahan aku khatami,
mengerti,
mengetahui waktu dan kehidupan gila ini!

Bagaimana Kamu?

Aku tak tinggal diam,
aku tak banyak bicara,
namun hatiku berkata "inilah..",
dan semua yang terasa semakin mendebarkan?

Mungkin aku salah,
mungkin juga aku harus meninggalkan sesuatu yang tidak dapat lagi kupertahankan bahwa aku ini "benar..."!

Bagaimana kamu?

Tuesday, July 10, 2012

Cemoh Penguasa

Disini lahan pribumi,
tumpahan peluh mereka tak tertandingi!

Penguasa masih saja mengolok-olok keadaan,
seakan yang di penjara sudah pasti salah dan bajingan dibiarkan berkeliaran!

Kerjasama dengan yang punya KUASA (selalu begitu),
mulut dicabik uang nominal besar!

Tuhan tetap adil,
sekalipun manusia masih sombong karena merasa menjadi penghuni tetap di dunia?

Kapanpun mereka hidup,
dimanapun jua mereka akan mati!

Tak sadar jika belum dihadapi dengan tanah dan cangkul,
penguasa terus saja meraup banyak hak orang yang lebih rendah darinya!

Tiada Harapan Namun Ada Tuhan

Mereka terlalu baik untuk kami,
maka ketika kami susah mereka menjauh,
mereka terlalu sempurna untuk kami,
maka ketika kami tersungkur mereka menghilang!

Tuhan,
kami hanya percaya pada Engkau!
Tidak ada satu-satunya yang dapat diikat, digenggam, kecuali kekuatan akal sehat dan jiwa kami!

Sunday, July 8, 2012

Gambar dan Kalimat

Semangat dan terus berusaha!
Penulis itu tidak akan pernah menemui kepuasan (menurutku),
mungkin sama halnya saat aku mengabadikan sebuah gambar (motret)!
Hal yang dapat dilakukan hanyalah: menikmati apa yang sudah ditulis dan apa yang sudah difoto!
Tidak ada ke-perfect(an) untuk perihal ini,
sebuah karya bergejolak dari hati,
sekalipun tidak ada orang yang menerima kenyataannya!

Aku bersyukur mendapat pengalaman bekerja di tempat ini,
banyak hal yang kudapat,
(mungkin) ada benarnya mereka bilang taman belajar!

Ya, rasanya "mental"ku yang terlatih!
Jemariku untuk menulis ya begitu,
mungkin suatu saat yang sombong dan angkuh dapat menerima kebodohan dan ketidaktahuanku!

Kembali bersemangat,
hidup dan jatuh cinta dengan kalimat-kalimat serta gambar-gambar!

Friday, July 6, 2012

Tuhan Tetap Bijaksana

Malam semakin larut dalam tangisan, jeritan, dan dilema yang timbul karena kesalahan diri manusia!

Itu pula yang menyebabkan "hari" menjadi buruk,
ulah sendiri,
kekhilafan terencana!

Tuhan selalu baik juga bijaksana,
walau manusia suka banyak tingkah!

Aku Sadar dan Aku Sabar

Hal yang menyedihkan itu berdebat dengan Ibu sendiri!
Kadang yang dimaksud baik menjadi salah kaprah lantaran keadaan terlalu runyam!
Entah apa di balik kenyataan ini nantinya!
Sulit diterka,
kesulitan demi kesulitan yang harus dilewati bersama!
Aku sadar dan aku sabar!

Thursday, July 5, 2012

Alangkah Adil Engkau

Berbatas,
tetap aku dibatasi untuk menggerakkan perasaan!
Fisikku, ya bathinku,
aku keperempuan disaat seperti ini!
Bungkam menahan airmata,
berdiri menunggu hari,
alangkah adil Engkau!

Sebesar Kesuksesan

Sukses itu berusaha dan tahu berterima kasih!

"Setiap peran mempunyai sebuah tanggungjawab yang besar, sebesar apa itu ialah resiko dari perwujudan itu sendiri"

Ada Pantasnya Yang 'lebih' Itu Rendah Hati

Walaupun masih "dibawah" kalian, keyakinan saya cuma berusaha!

Setiap titik itu terbuka!
Pasti ada bagian di kalimat pembenaran dan rasa yang sangat bersalah!

Ideologi manusia,
kadang tak bersikap!

Mendidih di kemudian,
terhenti dalam penantian komentar!

Secuil saja kesombongan,
segenggam yang tertabur adalah kehancuran!

Wednesday, July 4, 2012

Bulan Sedih Untuk Orang Yang Paling Bahagia

Mendekat ke bulan Puasa,
Agamaku mengajarkan hal yang agama lain tak lakukan,
Berpuasa selama sebulan,
Tidak makan di waktu yang ditentukan,
serta adanya ritual sahur dan buka puasa bersama!

Dimana momen puasa ini menjadi ajang silaturahmi juga kebersamaan yang dinanti!

Kali ini akan ada yang berbeda,
Ayah tak di rumah,
Begitu pula abangku,
Sudah saja lupakan perihal kenapa ayah tak di rumah,
Aku cuma merisaukan kesepian abangku disana,
dan kami di rumah hanya berdua!

Berpikir lebih santai,
Tak terbawa arus emosional yang tinggi,
Aku pasti tetap merasa jatuh dan sedih!

Hari-hari terlewatkan,
Aku berusaha membuat sebuah perubahan yang kurasa sendiri bahwa aku lebih baik!
Namun, aku tidaklah sendirian tanpa harus memikirkan orang-orang di sekitarku!
Bagaimana perasaan ibuku? Bagaimana rasanya jadi abangku?

Mengulang keadaan tidak akan pernah terjadi,
Mustahil masa lalu dapat kembali,
Sedari masa depan adalah langkah dari kaki-kaki kita!

Sekalipun aku harus bersedih bulan puasa nanti,
Karena aku yakin,
Aku adalah orang yang paling bahagia!

Sketsa Ego

Membaca apa yang mereka tak baca,
menulis apa yang mereka tak ketahui,
dan begitulah keegoisan!

Jangan tanya kapan kepala menoleh ke belakang,
dan jangan pernah tanya kapan kepala akan tegap hanya menatap ke depan!

Rahasia manusia dengan sejuta sketsa dalam waktunya!

Songsong Mentari

Terbunuh keraguan dan mereka buat gelombang kata di lini masa!
Ini jaman yang seru juga haru, ketika keyakinan terhadap Tuhan diumbar dan hubungan sosial individu terancam!

Saling membidik pengetahuan serta mendulang kesinisan dalam literatur kata!

Sedari awal mereka tak mengerti apa yang mereka lakukan, lalu berbisik di kolom dengan memalsukan kenyataan!

Dunia banyak bicara tentang apa saja yang datang dan pergi hingga matahari tetap menyongsong di ketinggian agar manusia tunduk rendah hati!

Akal Berpikir Untuk

Menggunakan akal untuk berpikir,
jangan selalu menjadikan hati sebagai alasan sakit!

Kemudian,
tubuh manusia yang paling kuat,
menahan segala guncangan kecuali disentuh perasaannya!

Apabila mereka tak mengerti,
berhentilah main hati!

Aku Yakin Kau Akan Bahagia

Lelaki tua sholeh,
kapan kau berhenti menyiksa hati Ibuku?
Kupingku sudah mulai bernanah,
mendengar segala jeritannya!

Setiap waktu dengan airmata,
setiap saat dengan pengharapan,
aku yakin kau akan bahagia Ibuku!

Tuesday, July 3, 2012

Jakarta Serabutan Saja

Di jembatan penyeberangan menuju kantor tadi siang,
Aku bilang: "Kenapa jadi begini Tuhan?"
(sambil menahan airmata yang hendak menetes)

Belakangan ini transportasi yang kunaiki sangatlah tidak nyaman,
Bukan hanya supir yang ugal-ugalan melainkan penumpang yang kadang berkelakuan mengerikan,
Beberapa hari lalu seorang bapak-bapak menyolek kepalaku tanpa sebab, saat aku menengok ia tersenyum (mungkin dia stress atau entah apa alasannya begitu)!

Akhirnya aku berpikir kenapa orang lebih memilih berusaha untuk menggunakan kendaraan pribadi,
Ya karena Jakarta rawan kriminalitas!

Tak boleh menaruh curiga juga atas itu,
Kesembronoan orang pribumi ini mendera kalangan atas, menengah, apalagi kalangan bawah dari individualnya masing-masing!

Memposisikan diri memang harus pandai, bahkan tak ada pelajarannya di dalam buku orang pintar!

Indonesia ini negara bebas (bersyukurlah kalian yang suka akan kebebasan, menderitalah untuk kalian yang mencintai kedisplinan),
Peraturan-peraturan gurih untuk dijadikan mata pencaharian (malahan) bukan ditakuti soal denda/hukumannya! Dilakukan lagi, dibuat ulah lagi,
Uang dan yang terpenting tujuan mereka berkutik di itu-itu saja adalah uang!
Uang ini statusnya hampir setaraf sama Tuhan (bisa jadi)?
Mereka betah buat salah, atau mereka terpaksa menyerah!

Begitulah sekiranya sedikit penjabaranku,

Dan tadi siang ada hal lain yang kurasakan hingga harus menahu "Ini Jakarta",
Harus selalu sabar,
Aku berdiri di dalam bis sepanjang perjalanan dari Cibubur sampai aku terpaksa turun di Komdak karena lelah, harus sedikit terpancing emosi dengan ulah kenek aku lakoni!

Segalanya berjalan begitu saja,
Tak ada soal untukku nikmati hari-hari yang seperti ini,
Walau kadang aku tak menyukainya!

Sunday, July 1, 2012

Malam Dendangkan Malam

"Akan selalu ada rencana Tuhan yang lebih baik dari yang diberikanNya untuk manusia untuk menjadi lebih baik lagi,"

malam tak pernah mengusik kita untuk patahkan asa,
jika telinga mampu menampung irama tanpa banyak bicara,
melihat dengan sisi lainnya,
dan hari semakin larut dalam pelukan sunyi di tepian Pantai Pantara!

Secangkir kopi menemaniku (lagi),
setiap kali meminumnya, rasa manis pun berkata inilah sesungguhnya kepuitisan yang tak mau terikat oleh janji!

Sabda alam berseru,
terombang-ambing kepandaian-kepandaian manusia,
mereka tak marah,
mereka membiarkan kerumunan bergoyang,
jagalah mereka yang tak pernah marah sekalipun kita penghuni yang salah!

Saturday, June 30, 2012

Fotografer Hanya Istilah

Hal yang mesti dirisaukan itu bukan saat kita tidak dapat "memberikan" sebuah pendapat kepada orang lain saat diminta, melainkan kita tidak dapat "menerima" masukan dari orang lain saat tidak diminta!

Fotografer itu egoisnya setinggi langit,
tingkat kesensitifannya menjulang ke atap gedung di kota,
tapi fotografer juga manusia biasa,
yang kadang tidak perlu punya kamera mahal (high-end) untuk kepuasan karyanya sendiri demi penilaian dari mata orang lain!

Teman Di Hari Ke 33 Tahun 2012

Di pagi buta ini,
di dalam ruang yang biasanya kau tertidur bersama sejuta gelisah,
atau sedang bergelimangan rasa senang pun aku tak pernah tahu?
Kini,
suaranya terdengar berubah,
menjadi nada rindu gemercik harapan syahdu yang datang tiba-tiba saat Tuhan menguji kesabaran keluarga kita!

Ayah dan ibu,
serta jeritan mereka diluar sana?

Kau adalah lelaki yang masih punya nyali (tentunya),
untuk tetap bertahan melintasi segala perubahan agar kau menang!
(Itu pun jika kau lakukan sepenuh hatimu, dan kita semua akan lebih percaya dari sekedar "baik-baik" saja)

Berapa lama lagi pasal-pasal itu berbunyi?
Aku tak dapat membantumu,
atau menangisimu,
aku disini menggantikan sementara usahamu dulu!

Uang bukan segalanya,
dan saat kucari aku tak menemukannya,
uang datang ketika aku tak lelah berjalan,
melintasi jembatan penyeberangan yang mengerikan,
menghirup debu jalanan,
hingga aku rela melaksanakan ketidakmungkinan (bahagia menjadi pejalan kaki)!

Kutunggu wujudmu kembali disini,
di rumah ini atau di rumah baru keluarga kita nanti!





Karena Kita Manusia Biasa

Kita harus membayangkan hal terindah saat sedang gundah, namun kita pun tidak dapat memaksakannya menjadi tetap indah!

Kita harus menerima hal terburuk saat sedang ingin mendapatkan yang terbaik, namun kita pun tidak dapat menjadikannya alasan untuk patah semangat!

Friday, June 29, 2012

Saudagarku Pujangga Bayang

Tak ada pujangga yang mati tanpa pesan:

Saudagarku para pujangga hanya bayangan,
Menari-nari di pikiran,
Bertelanjang dalam irama syahdu,
Tertawa sambil bergoyang,
Saudagarku para pujangga hanya bayangan,
Mengais di jembatan menuju kota mimpi,
Bercengkarama dalam seikat malu,
Teriak sambil menutup telinga,
Saudagarku para pujangga hanya bayangan,
Berhentilah dan menulis kalimat terakhir untukku pulang!

Sudut Kota Jenuh Hari

Makhluk Tuhan mencari jalan,
masuk dan keluar dari kepenatan,
peluh-peluh bertebaran,
ini mengenai perjuangan hidup di masa kekinian,
serba praktis,
serba instan,
serba mau yang gampang,
hingga sejarah pun terlupakan!

Apa yang kita pijak begitu saja diludahi?
Apa yang kita tanam dan begitu saja ditebangi?

Metropolitan kejam,
larut malam mendustai sudut-sudut kegelisahan wanita,
memporak-porandai bathin lelaki,
cumbu-cumbu di semak keklisean,
rasa-rasa tumpah dalam airmata yang tak lagi berarti!

Selamat datang dunia malam yang hina!

Saling Tikam Malam

Saling meratapi kesusahan,
saling tatap perasaan,
hidup ini penuh masalah yang mesti diselesaikan,
akankah ego manusia membatasi antara akal dan penyesalan?

Sudah ditelan jaman yang kelam,
bersatu padu kegemuruhan malam,
jahanam jalang malang,
berdendang dalam kesepian!

Tak Mungkin Kita Sama

Kita adalah orang yang beda jika berdialog tentang mimpi,
namun kita akan menjadi sama-sama dan seirama ketika berjalan dalam kalimat: "menikmati waktu apa adanya"

kasih kau berikan suara,
dan suara t'lah kau serukan dengan bermacam jeritan,
aku tahu jika bimbang melanda,
aku pun tahu itu menyesekkan!

Sadarlah kita tak mungkin "sama"!

Hati Tak Dapat Sendirian

Hati tak punya hak,
tak punya kewajiban,
dan ia bersahaja,
terkoyak,
teraniaya,
juga rusak!

Hati tak berdarah,
jika tak ditusuk,
jika tak dibongkah,
jika kau tahu hati bercahaya karena kita berperasaan!

Maka,
hati tak dapat ditenangkan,
tak juga dapat dibiarkan,
selalu sendirian!

Sepasang hati tak 'kan selamanya...

Tuesday, June 26, 2012

Alasan Kuat

Ketika kadang aku tak mampu, namun aku harus mau!

Hanya karena rasa sayang aku terus bertahan dengan akal dan perasaanku!

Berikan aku alasan untuk semakin kuat menghadapimu!

Tanpa Tangan Kedua (tulisan)

Satu kalimat buntu jika tanpa titik dan koma,
ada banyak kalimat tambahan pula demi melengkapi tiap maksudnya!
Semoga terlatih dengan kesalahan yang ada,
proses kadang menyesakkan dada,
suatu saat nanti satu karya tulis harus rampung tanpa tangan kedua!

Suguhan Pantas Dihargai (musik)

Ada bermacam-macam dendang,
musik mengusik banyak telinga untuk mendengar,
mata dibuka dan melihat,
ada banyak ragam lagi dendang,
di sudut kota serta dunia yang menghadirkan susunan rasa!

Tidak tahu bukan tak dapat menikmatinya,
suguhan manusia pantas dihargai!

Dan Terus Coba

Coba berlari, coba terhempas, aku terjatuh, aku terbiasa dengan sikap, aku terbungkam oleh ratusan kata, coba berlabuh, coba berani, aku terbangun, aku tertindas egoku sendiri, aku teriris oleh kebisuan!

Sunday, June 24, 2012

Artikel Ria

Sampai detik ini aku masih penasaran untuk dapat menceritakan kembali sebuah tontonan!

Berusaha suka "membaca",
agar pembaca menerima informasi dengan baik!

Minggu Pagi Beda

Aku belum terlelap karena masih menetapkan pikiran untuk benar-benar mau tertidur!

Ini sudah Minggu,
aku senang tidak bersenandung dengan alkohol, dan itu mau kita!

"Di perjalanan pulang tadi,
aku bersadar di bahumu,
menceritakan sedikit lelah,
rasanya ingin kembali duduk bersama disana!,"

Selimut menyelamatkanku dari kebekuan,
rayakan Minggu pagi penuh akal sehat!

Tak ada jam yang mengusik,
sapa aku bangun dari tidurmu nanti!



Friday, June 22, 2012

Jerat Pagi Ini

Jelaga pagi,
berbaring bersama jutaan tanya?
Hari semakin bengis,
melamuni ini tak ada kata habis!

Bagaimana esok hari?
Rasanya ada takut, rasaku ada jera!

Suara-suara mengusik telinga,
siapa pagi ini?

Jam dinding pun mati,
sulit menoleh dari televisi!

Aku mendekat pada tua,
karena semakin "peka" untuk mengetahui!

Masih terdiam di pagi seulur angka menuju waktu beribadah,
lama tak berjumpa Shubuh!

Memohon padaMu tentang sesuatu!

Thursday, June 21, 2012

Kamu Percaya Mimpi?

Malam pembaca,
tidur semalam kusebut terlalu pulas,
hingga terbangun dengan gelimang airmata,
aku ini orang syahdu,
sensitif memberikan putih menjadi warna!

Sedari awal dicumbunya dialog rasa,
mencangkul emosi dalam jiwa,
kita manusia, kita susah, kita senang,
berbaiklah dengan tutur bahasa (walau amarah didepan, perasaan mengumpat dibelakang)!

Ada lagi kalimat baru terlontar melek mata pagi,
ibuku masih sabar walau aku tak sepertinya,
perempuan-perempuan masa depan,
jika kamu terjatuh maka kamu memang mengenal MIMPI!

Somasi 12 Juli

Atau suatu saat aku akan mendapatkan sebuah pilihan yang lebih gila dari ini, ketika jalan hidup pergi dari harapan, Atau aku terpaksa menelan keputusan akhirnya, ketika kebenaran tak pernah memihak, namun kebijaksanaan membagi dua tubuhku, gemetar rasa di hati, takut, pilu, depresi, nyanyiin gemuruh senja, caci-maki, dan keparat semua orang yang menendang satu persatu yang disebut lelaki untuk hidupku, dimana ayah dan dimana satu-satunya abangku tercinta, pulanglah!

Wednesday, June 20, 2012

Ekspektasi 20

Tanggal 20 adalah hari kelahiranku,
di hari itu ada taruhan hidup dan mati,
ada nafas yang engah dari seorang perempun bernama Elly,
tak tahu percis bagaimana wajahnya saat itu,
yang kurasa kini adalah beruntung dilahirkan oleh seorang Ibu sepertinya,
setia seperti nama belakangnya Setiawaty,
juga riang walau sedang berlinang airmata dihatinya!

Tak cukup dengan 20 pengharapan menuju 20 tahun lagi pada kehidupanku,
bahkan ada sejuta masalah yang tersimpan bukan untuk diselesaikan,
tepatnya hiasan dalam ingatan!

Waktu-waktu yang sudah kulalui tak rumit,
hanya kadang menyesakkan dada,
menghirup debu jalanan Jakarta berlumur nepotisme!

Asap-asap bungkam saat roda-roda terus memaksakan kehendaknya untuk menjadi raja di jalan,
aku hanya penulis biasa yang mempunyai keinginan lebih dari 20 juta kali ekspektasi dari diri ini adalah mati masuk Surga!

Tuesday, June 19, 2012

Kubangan Kopi Tengah Malam

Melamun di kubangan manisnya kopi dingin,
bekunya sanubari lautan hati,
bersahaja menantang terang dihadapku nyala televisi,
waktu tengah malam menuju rindang pagi!

Haru bersemi diujung kuku,
raut wajah membiru kencang menahan amarah,
aku tertahan dalam waktu terus menari tanpa satu pun gerak pasti,
belajar tersenyum dengan baik walau aku bukan sedang berjalan di jalan baik,
airmata berhentilah sejenak agar tak merasa terlalu letih atas hidup ini!



Sunday, June 17, 2012

Simple Itu Sederhana

Ada sepercik harapan untuk datang,
namun adakalanya sekobar api menjadi tantangan untuk menunda pergi!

Tuhan memberi akal,
walau tak semua manusia itu punya perasaan!

Ada saatnya sedih itu tersenyum, dan ada saatnya senang itu menangis,
bahkan waktu yang paling sederhana adalah menikmatinya!

Puing Kata

Puingan kata berserakan di halaman hati,
masing-masing 'kata' merangkak perlahan untuk menyusun rohnya!
Terhimpitlah puingan rasa yang berserakan di luar halaman hati,
dan masing-masing 'rasa' menjelma perlahan menuju jasad-jasad yang t'lah pergi!

Saturday, June 16, 2012

Seriangnya Sendu

Bathin yang terkoyak,
kadang aku tak cukup sabar untuk menahan amarah?
Airmata,
bertahanlah!

Thursday, June 14, 2012

Budaya dan Keperluannya

Budi pekerti, filosofi, puisi, ketiga hal tersebut menjadi landasan seorang 'seniman' stabil untuk berjalan melintasi jaman.

Budaya pun berkembang, tidak melulu ketradisionalan hanya dikutip dari kisah masa lalu atau diwujudkannya sama percis seperti sejarah yang sudah ada.

Melainkan budaya itu dapat diciptakan dari diri kita sendiri. Yang dituangkan dalam ide baru dan mewujudkannya lebih kreatif lagi sampai orang mengerti dan menikmati maksud yang dituju.

Seolah-olah dunia ini datar saja, itu kalau seseorang banyak terdiam tanpa komentar.

Budayakanlah melihat dari sisi yang beda, kurangi puja-puji. Kritik pantas dibicarakan, itu perlu.

Wednesday, June 13, 2012

Mereka Itu Saya

Mereka menjerit, tertawa, dan menangis, namun terdiam saat berhadapan dengan cermin, hati.

Mereka punya segalanya, kemewahan, tidur nyenyak, bahagia, namun hanya terpaku saat terguncang oleh kehilangan.

Mereka berdo'a, berjalan, dan berusaha namun berhenti saat mereka harus pulang, mati.

Ibu Segalanya

Ibu mana yang tidak sedih melihat anaknya menghabiskan berpuluh malam didalam bui?

Tak pernah ada tanda apalagi memimpikan hal itu!

Tuhan masih menghukumnya,
mengasihi anaknya!

Saat ini tidak ada jalan keluar melalui tutur kata,
tindakan yang aman adalah kepasrahan,
kebaikan yang sabar,
keikhlasan yang datang dari kalimat, "Tuhan ampuni kami, kami lemah tak berdaya."

Ibu pun sesekali bernyanyi tentang kesunyian yang terselip senyum manjanya,
suka cita yang harum di kamar hatinya,
pemaaf dan tetap memeluk anak-anaknya!

Ibuku segalanya!

Tuesday, June 12, 2012

Harapan Mungil

Semoga bathinku selalu KUAT walau kadang aku tak mampu, namun aku selalu takut kehilangan!

Pertentangan akalku, melepas gejolak hati yang teriris, yang mungkin tanpa salah segalanya hambar?

Apakah menelan ludah ini salah satu pilihan hidup untuk terus belajar lebih SABAR?

Malam,
selimutilah orang-orang yang lemah,
terbangkan debu dari jendela yang tertutup rapat,
aku hina dihadapan Tuhan,
juga terkadang rela jatuh dalam keegoisan orang!

Monday, June 11, 2012

Senin Tak Seperti Minggu Kemarin

Senin pagi,
setidaknya lebih baik dari kesiangan-kesiangan yang terjadi di minggu kemarin!

Mobil pribadi masih ada di sisi jalan POPKI,
ah... tapi ternyaa mobil Carry! Ac-nya menyesakkan!

Lalu, pilihan lain tepat dihadapan!
Bis arah blok m pun tiba,
aku menaikinya dan duduk manis dengan leganya!

Tak terlalu penuh disini penumpang yang hendak bekerja,
ya... ini jam orang kantor sudah memulai rutinitasnya!

Selesaikan Guncang

Ada sedikit cahaya dari kegundahan,
jika memang waktu berpihak pada kami,
biarkan masalah selesai perlahan tak terlalu mengguncang?

Ibuku tak pernah lelah,
biarkan ia lebih bahagia dari waktu resahnya kemarin!

Semoga minggu ini jalan terbuka!

Tidak Patah Hati

Akankah kita tidak lagi bertemu dengan rasa patah hati?
Ketika kita tahu bahwa "perasaan" begitu besar di hadapan,
begitu dekat pula sebuah harapan,
begitu sensitif ketika menjadi sangat dalam dirasakan!

Begitulah takut,
mengekang kehilangan!

Kopi Hitam Lugu

Ternyata kopi hitam lebih dramatis,
perasa di lidah bercumbu pada malam dingin hempas belenggu ini,
tak ada kepahitan yang mutlak,
serasa berdua saja,
perpaduan asap-asap dan secangkir pemikiran bahwa aku senang minum kamu: kopi!

Biarkan tak pernah selesai,
hingga bercampur antara akal dan perasaanku menjadi: keindahan!

Kopi riangkan jenuh,
bungkamkan tangis,
lupakan sesal!

Malam Dogma

Bagian dari waktu engap akan kecerdasan manusia,
mengendap di lubang yang kecil bernanahkan egoisme,
separuh waktu lagi tak akan memutar haluan dalam senja,
irisan luka membalut resmi di setiap tetes airmata,
malam penuh dogma,
sembap karna caci-maki!

Saturday, June 9, 2012

Sungguh

Sungguh dalam sunyi,
begitulah suasana!

Sorakan tanpa nada,
mungkin hanya saat ini!

Sungguh-sungguh hanya kami berdua,
bangun dan tidur untuk esok hari!

Friday, June 8, 2012

Cinta Itu...

"Cinta itu akan selalu menangis jika terlukanya hanya sendirian..."

"Cinta itu akan selamanya mati jika yang dihembuskan hanyalah kebohongan..."

Hiduplah CINTA!

Thursday, June 7, 2012

Cambuk Metropolitan

Tak ada kisi-kisi untuk menerjangnya,
melainkan fisik dan bathin yang kuat untuk berdiri di atas kaki sendiri,
berani berkenalan dengan telapak lain,
pelajari juga jejak-jejak yang tertinggal dari pendiri hati nurani,
jika mungkin semua itu ada!

Lampu-lampu bis kota sudah lama meredup,
tepatnya saat penumpang melarikan diri dari recehan,
seonggok harapan pun lepas dari gendongan,
tergopoh-gopoh mencuri waktu di hari lain,
masih dalam mungkin!

Perintis masa depan dilanda kemalasan,
serba mudah tak menjadi yang terbaik di perjalanan,
hancurkan kebodohan bersama,
kelak badan runtuh di panggung dongeng yang baru rilis!

Bisikan Pagi

Berbincanglah dengan Tuhanmu perlahan, bisik-bisik kecil namun jelas mungkin tak 'kan mempersulit segudang pengaduan!

Manusia yang lain pasti sedang sibuk berdiskusi di pelataran gemuruh senja!

Jangan heran atau gelisah jika hari ini tanpa keajaiban!

Ada pembaharuan yang mesti terlihat mengejutkan!

Perubahan yang kadang diawali dengan drama harus diakhiri dengan do'a,
sebutlah satu persatu jalan yang kau tempuh dan ingatlah dimana harga diri itu jatuh?



Hiduplah Kekasih

Dari sabar turun ke hati,

Hujan itu wahana untuk menyimpan sejuta memori,

Sederhananya kalimat yang terbuat dari belaian,

Tanpa bahasa mengadu sendu,

Beradu di peradaban dunia,

Pada saat yang sangat sakral kita mati,

Kita meninggalkan nama juga mimpi-mimpi!

Hiduplah kekasih,

Jangan meninggalkan aku sendiri!

Tuesday, June 5, 2012

Selasa Lagi

Tepatnya,
hasil dari keinginan untuk melakukan perubahan,
tidaklah semudah membalikkan tangan!

Saat waktu berdetak cepat untuk menebus segala kesalahan,
pengorbanan tidak hanya dirasa sendiri bahkan oleh para korban yang mendapat dampak dari salah kaprah itu!

"Proses itu selain menyiksa diri juga mengguncang kehidupan orang lain"

Kini, hari adalah hal yang menegangkan bagimu,
terlihat begitu berat untuk dijalani,
kami disini merasakan apa yang kau sebut "pilu"!

"Namun, Tuhanlah yang selamanya baik,
Yang Maha Mengasihi kita!"

Sabarlah, sadarlah!
Mereka yang diam bukan berarti tidak mengerti,
begitu pula mereka yang banyak bicara belum tentu memberi jalan benar kecuali pilihan Tuhan!

Ini memang perjalananmu,
kerikil yang sengaja dipijak sendiri oleh kakimu,
kelak pijakan-pijakan lalu tak menjadi malapetaka besar di masa mendatang,
kesalahan adalah baik,
kebaikan itu kewajiban setiap individu,
dan untuk ketulusanlah orang tak butuh belajar kecuali tetap baik-baik!

Sunday, June 3, 2012

Tidur dan Kuterdiam

Senang mengenalmu,
kesabaranku bertambah,
keingintahuanku meraja,
tentangmu,
segala hal tersulit yang tak kumengerti,
bahagialah dengan ini,
walau ketulusan tidak terlihat mata namun resapi rasa-rasanya!

Saturday, June 2, 2012

Buliran Sendu

Airmata menetes begitu saja,
tanpa satu pun tangan yang mengusap terasa asinnya, ya asin!

Mengering di pipi tanpa satu hal yang dapat sembuhkan rasa ini, begini!

Hari,
bahagialah denganku!


Egosi Begitu

Egois itu memang sifat yang mendasari manusia untuk mencapai kepuasan dalam hidupnya,
kapan manusia sadar bahwa hidup itu tidak selalu sedih sendirian, hidup itu dekat dengan masa lalu yang membuatnya lebih menghargai hari ini!

NKOTBSB Selesai

Masa kecil itu masa dimana semua orang telah mengingatnya!

Saat melihat tulisan NKOTBSB aku kembali ke masa kecilku!

"Aku bukan anak yang tumbuh dari keluarga yang suka membaca buku dengan setumpuk koleksi buku atau dibiasakan mendengarkan musik dari satu rak kaset/plat hitam di sudut rumah!"

Hanya seingatku, CD yang sering kuputar di blok F 1 No. 12, Hangin' Tough milik NKOTB! Melafalkan lagu tanpa melihat catatan lirik lagunya adalah saat-saat itu!

Disitu hal yang kurasakan dan tak dapat kuulangi di umurku yang sekarang ini!

Saat hijrah ke Johor Bahru, Malaysia tahun 1996, aku kenal yang lain dari NKOTB!

Grup vokal yang berasal dari negara yang sama yaitu Backstreet Boys mulai menggentayangi pikiranku! Lagu-lagu dan segala hal tentang BSB kudapati indahnya saat tinggal di negeri seberang sana!

Majalah luar mudah didapati di tempat aku berhijrah itu, setiap terbit yang baru bonus posternya selalu kutunggu!

"Ayahku tidak suka jika aku terlalu menyukai band/musisi secara berlebihan, maka poster-poster yang kutempel di kamar ia lepas satu persatu"

Beberapa tahun kemudian, dan perkiraan dari masa lalu itu sebenarnya telah tiada?

Kenyataannya, apakah ini mimpi?

NKOTB datang ke tanah air bersama grup vokal yang juga sangat kukagumi BSB menggelar konsernya di MEIS, Ancol tadi malam (1/6), karena alasan tidak beruntung aku tidak hadir disana! Walau sehari sebelum mereka tampil aku mendapat kesempatan hadir di press conference, rasa yang tidak begitu kecewa saat poster Brian Litrell terbubuhi tanda tangannya tetap menjadi penyesalan bahwa aku melewatkan penampilan idola dalam semalam!

Ini sedikit saja,
cerita bahwa aku pernah punya idola!
Tidak ada yang berlebihan dari ketidakmampuanku?

Semoga suatu saat aku masih ingat masa ini untuk bermimpi kembali bersama masa kecilku, NKOTBSB!

Portir II

Memasuki bulan keempat,
aku sadar betapa terkengkangnya kau disana,
dan segala cara yang orangtua kita lakukan sudah sampai di titik keresahannya?

Begitu cepat semua perlakuanmu berlalu dan ganjaran datang menimpa,
entah apa yang salah?
Dimana sesungguhnya kebenaran ketika waktu mendesak kami semua untuk mencari jalan untuk keluar!

Maaf, akhir pekan ini belum sempat untuk kembali menemuimu!



Friday, June 1, 2012

Juni Pasti

Aku sudah punya cinta,
aku masih syahdu melambaikan tangan saat berpapasan dengan ragamu!

Sudikah malam mencumbui segala resah kita?

Tiada hari bahagia selain mengalami masa indah dengan ketulusan,
pasti!

Thursday, May 31, 2012

Dendang Bukan Dangdut

Peristiwa dalam keseharian,
berawal dari rutinitas dan rencana,
waktu tetap menjadi saksi saat kita melakukan apapun!

Waktu selalu menghempaskan jeritan, warna, tawa, juga kepudaran yang alami!

Kenyataan,
begitulah cara orang melihat, mendengar, mencaci-maki, memaklumi, mengasihi, dan tidak satupun kesempurnaan dalam lamunan!

Malam membendung airmata-airmata yang tertinggal di ujung derita!

Siang tak pernah maklum,
hujan tadi cukup menggerakkan nurani,
hasrat mereka yang mungkin selama ini hilang?

Sore manjakan cahaya,
menyambut pagi nanti tanpa syarat serta kenistaan!

Sebutlah mimpi adalah rasa takut,
dan tidur penerpa kegelisahan!

Wednesday, May 30, 2012

Tidak Mau Peduli

"Kelemahan mental seseorang kadang terlihat hanya dari apa yang tidak ia sukai!"

Kertas-kertas akhirnya berterbangan,
ketidaksigapan, ketidakpedulian tentang apa sebenarnya sudah menjadi tugasnya terlambat untuk digenggam!

Sejuta mata haus akan sebuah catatan baru di setiap waktunya!

Namun, apapun jenis informasi akan menjadi tidak penting bagi seorang yang tidak punya rasa "memiliki" terhadap apa yang sudah menjadi tanggungjawabnya!

Seragam Coklat Laknat

Berita baru datang lagi,

"Lembaga yang harusnya mengayomi masyarakat itu ternyata yang telah membuat kontruksi untuk menjebak, mengadu-domba mereka demi uang/kenaikan jabatan hingga masuk ke bui lalu pelaku kabur tanpa tembakan",

kalimat yang terkutip di atas terkengkang,
membisu sampai nanti ada informasi tepat untuk lebih dijabarkan!











Tuesday, May 29, 2012

Sedih Mendidih

Tidak ada luka, tidak ada apa-apa di hati, seakan-akan menjadi terbiasa!
Goresan kecil melebar,
menindih ruasnya!

Malam ini masih seperti biasa,
aku berbaring di samping ibu tercinta!
(menunggunya tidur nyenyak itu mengabdikan perasaanku yang takut)

Dan terlelaplah kalimatku bersama mimpi yang datang tanpa mengetuk pintu,
ini menandakan hari esok masih ada!

Hari-hari pun [masih] setia dengan segala bentuk kegelisahan!

Peran Ibu dalam getirnya keadaan, ada aku...

Bagaimana nasib kami nanti?
Pasrah menjadi sayap untuk terbang stabil di awan!

Tuhan Yang Maha Adil,
lagi Maha Mengetahui,
Engkau menjabarkan sejuta rasa hanya dengan mendiamkan kami saat berbuat salah!

Apa daya kami disini?
Menanti ketidakmungkinan kecuali keajaiban yang datang[nya] hanya dariMu!

Terkuburlah rasa,
do'a tak henti mengampuni,
kembali dalam ampunanNya!

Seiring malam tanpa dosa,
aku peluk Ibu dengan memejamkan mata,
selamat tidur kebaikan hati!

Monday, May 28, 2012

Pencarian Ini

Mencari apa yang mereka tak punya,
memiliki apa yang mereka cari-cari,
dan hidup adalah berjalannya sebuah pencarian jati diri!

Sunday, May 27, 2012

Lepaslah Hina

Merenung lagi dari hinaan,
dendang-dendang kesalahanku sendiri [mungkin] yang terus bernyanyi,
mungkin ia nyaman dengan kespontanannya,
dan aku hanya terus berusaha agar diberi jalan untuk tetap belajar, tetap mengerti tentang sifat dan sikap orang!


Cukup Senyum

Waktu dalam ingatan,
Tuhan menyaksikan,
Segala warna-warni engapnya perjalanan,
Dusta dan amarah,
Sabar serta rasa mengalah,
Aku akan menjadi pesan untuk satu bingkai lukisan,
Tersenyum!

Saturday, May 26, 2012

Ayah Ibu dan Irama

Aku mengenal ayahku saat kutahu ibuku terlalu mencintainya,
malam ini mereka bersebelahan tanpa banyak bicara,
aku duduk percis di sebelah ayahku,
dan ibu di sebelah kirinya!

Tuhan menciptakan "manusia" ber(pasang-pasang)an bukan untuk mati bersama namun demi menjalani hidup dalam segala rintangan beda!

Begitulah yang akhirnya kupahami!


Berdiri Lebih Tegap

Setiapa kesulitan pasti ada jalan keluar!
Jawaban tidak turun dari langit seperti hujan!
Kita disuruh mencarinya, kita disuruh mempertanyakannya!

Dan dunia tak 'kan sekejam keegoisan manusia!
Aku harus berani sadarkan diri,
dimana rasaku berpijak,
dan dimana aku berdiri lebih tegap!

Ketika Sadar Diri

Malam adalah tempat memikirkan cemohan-cemohan, tentang berjuta hal pandangan orang terhadap orang-orang, aku menuliskan ini di atas permadani!

Ada paradigma, ada pula kepicikan yang lahir dari nafas seorang ratu bertahta,
tatapan tanpa dosa selalu terlihat klise bagi mereka yang tahu jalan
mana yang indah dalam ketidakbenaran!

Bongkar sendiri basa-basimu, tawa palsumu dan nada baik-baikmu!

Ketika aku sadar diri,
aku akam berhenti!

Friday, May 25, 2012

KEMELUT

"Ade sayang yang kuat juga y..."

Aku anakmu yang sangat cuek,
aku ini sudah besar namun terbilang masih tahap belajar untuk dewasa!
Karena rasanya aku masih suka sedih meratapi keadaan yang 'beda' saat ini,
Aku takut dan juga aku bingung,
aku hanya merasa kadang tak adil,
kunikmati ini semua dalam irama,
kemelut tak berakhir,
aku menyayangimu ibuku!

Kubang Idealis

Kubang idealis,
idealisme yang ngangkang di wajah mereka sendiri,
bersenjata tanpa topeng,
jujur untuk mempertahankan keegoisan diri,
orang-orang hebat penjelajah kemurungan sadarlah perasaan kalian!


Do'a kepada Tuhan

Sayangi aku Tuhan,
kadang aku tak sanggup menghadapi segala macam sifat umatMu,
jika aku harus merana biarlah aku tetap diperhatikannya olehMu,
jika aku harus terluka biarlah aku bertahan diperlakukan utuh sebagai hambaMu!
Berikan aku banyak kesabaran serta kebijaksanaan pikiran kelak aku lebih kuat dari batu dan karang!

Thursday, May 24, 2012

Bagiku Hidup

Bersimpuh dalam do'a,
rasanya raga ini mulai lemah dan lelah,
berbatang rokok yang terhisap hanya sebagai pengganti renungan tanpa arah,
namun lebih banyaknya kekosongan-kekosongan nafas menjadi lebih berisi!

Terbelit masa sulit,
sudah kuterima kenikmatan yang Tuhan berikan,
tak mengerti cara untuk lebih bersyukur lagi kecuali tetap berusaha tak mengubur diri!

Semua ini pada akhirnya akan menjadi kenangan,
waktu-waktu yang lewat untuk waktu-waktu yang akan datang!

Tak ada kesedihan yang abadi begitu pula cita-citaku menjadi orang yang sangat bahagia adalah semata hanya membataskan seluruh peluh!



Manalah

Kepenatan, kekusutan, kekacau-balauan!
Tak tenang [kata tenang yang hanya pantas untuk kematian],
Jengah atas ini-itu,
Kikuk?
Aku butuh sesuatu!
Sesuatu yang beda dari perbedaanku!

Manalah duka,
manalah suka!

Wednesday, May 23, 2012

Kutipan Mama

"Benar-benar dikuras.."
"Mama berdo'a dapat rumah kecil asal nggak ngontrak..."

Kutipan-kutipan yang terdengar begitu menusuk tajam hatiku!
Entah harus menyalahkan siapa dalam keadaan segetir ini?
Walau kadang kesal dan aku sanggup!

Aku berusaha semampuku untuk bertahan dengan segala upaya!

Aku Sungguh Serius

Latar belakang akan menjadi pendahuluan dalam bacaan!
Ya, setiap orang punya latar belakang!
Sebuah buku pintar pun ber-latar belakang!
Namun, masih saja orang membuat penilaian sebelah mata!
Sedangkan, dalam hidup ini semua beralasan, hingga kita terpaksa harus memahami "Kenapa" begini dan begitu!

Begitu pula aku,
latar belakangku yang tak butuh panjang lebar untuk diceritakan,
sedikit saja maklum,
aku hanya penulis kelas teri tanpa guru,
yang sampai saat ini dosenku bernama: WAKTU; MASA!

Ada banyak guyonan diluar sana,
ada sejuta lelucon didalam sana,
aku tidak akan sehumoris itu karena aku akan seserius ini!

Apakah "Cara" seseorang menanggapi sesuatu yang berbeda akan dijadikan masalah yang sama untuk sebuah linimasa tanpa jeda itu?

Bolehkah sekali saja kalian berpikir bahwa SERIUS itu pertumbuhan dari senyum dan airmata?

Aku tak 'kan banyak bicara dengan mencampurkan tawa kecil dan cubitan tanpa perasaan karena aku sungguh serius!


Tuesday, May 22, 2012

Demi Keturunanku

Termenung di angkutan umum 06,
aku senang malam ini,
ada yang kunikmati dari perjalanan menuju pulang ke rumah!

Lagu-lagu silih berganti di telinga,
aku hanya merasa ingin sudahi tentang kemarin,
dimana aku pulang ke rumah dengan mobil pribadi?

Kini harus kumaklumi keadaan,
masa ini bukan masa untuk sedih,
bukan masa penyesalan,
ini masa awal untuk gapai segala keinginan!

Penuh semangat aku akan berkarya,
terus laju maju demi keturananku nanti!

Monday, May 21, 2012

Selimut Ibu

Berkhayal,
Sang Ayah menyelimuti Ibu sebelum tidur, malam ini...

Tapi rumah ini tak berayah,
maka aku anak yang tinggal di rumah Sang Ayah yang menyelimuti Ibu!

Setiap menjelang tidur,
rutinitas yang hampir sama kulakukan adalah melihat Ibu tetap sabar dan baik-baik saja!

Kebosananku setiap harinya,
menerima pesan singkat yang sama dari Sang Ayah tanpa wujud yang nyata!

Perhatian dengan uang,
dengan kalimat yang itu-itu saja,
apa Ayah mengerti cara menghargai perempuan?

Maaf, kalau cerita ini ngarul kidul yang terbuat dari sekian asap rokok dan secangkir kopi manis, membisu!

Logika Nista

Aku tahu mulut itu lebih tajam dari pisau, dan aku tahu menjaga mulut itu lebih sulit daripada menjaga sebuah perasaan!

Saat aku juga butuh buaian,
aku juga ingin merasakan sanjungan!

Saat aku melemah,
dan aku ingin diperlakukan selembut-lembutnya!

Saat aku terjatuh,
dan aku ingin dipapah sampai dapat melintasi jalan!

Saat aku menangis,
dan aku ingin kau rasakan betapa kalahnya aku saat bertarung dengan rasaku sendiri!

Apa aku ini bukan manusia yang pantas diajak berdamai dengan hatimu?

Sungguh nista logika yang memperkosai perasaan terus-menerus tanpa ampunan!

Ampuni Pernyataanku

Tuhan,
kau ciptakan aku sebagai makhluk sempurna namun aku masih saja merasa kalah!

Tuhan,
kau buat sedemikian rupanya waktu bergulir dan aku masih merasa kacau, apa aku tetap salah?

Tuhan,
ampuni pernyataanku!

Mulai Gerah [?]

Memasuki bulan keenam, Mulai berpikir tentang bulan yang sudah berlalu, berbagai tahap yang dilalui, dari mulai diam sampai berlinang airmata, dan tentunya saat ini masih merasa tak dianggap ada, (mungkin kurang berkompeten) atau enyahlah pengetahuan mereka tentang apa yang mereka kerjakan daripada apa yang telah kukerjakan! Akhirnya aku merasa terjebak dalam situasi, Idealisme [mereka], ketidakpastian 'sistem' atau ketidaksamaan pikiran [terlalu klise], "..belajar tanpa dipandu, namun hanya terus-menerus disuap-in, seakan tidak ada kesempatan untukku mendulang-nya sendiri.." Ya, itu yang kurasa... Berharap cepat terselesaikan keganjalan di hati ini, atau memilih untuk mencari yang baru saja daripada tersiksa dengan banyak tanya!

Sunday, May 20, 2012

Jodoh [?]

"Orang bisa kawin-cerai, bisa jatuh cinta bahkan patah hati lagi.. Tapi tidak semua orang bisa 'besar' hati!"

Ketika seseorang menyebut pasangan hidupnya [suami/istri] adalah jodoh, lalu setelah itu mereka bercerai, dan menemukan pendamping baru, apakah akan disebut "jodoh baru"?

Aku ingin mempelajari tentang diriku untuk menelaah sebuah lika-liku hubungan,
walau aku belum pernah menikah!

Maka, aku menganggap jodohku 'ada' disaat aku mati!
Bukanlah suamiku [nanti]!






Hari Minggu Biasa Saja

Sudah terlanjur kecewa,
atau aku hanya terlalu ingin memilikimu!
Entahlah!
Kadang tersiksa dengan perasaanku sendiri,
segalanya...

Saturday, May 19, 2012

Portir I

Sudah 3 bulanan,
dan kutahu kau tersiksa disana,
kami pun sibuk mencari jalan untuk membebaskanmu dari itu semua!

"Tuhan sayang keluarga kita, maka ujian yang tak langsung diberikan padaku... diserahkan untuk kau jalani"

Keadilan samar di dunia ini,
hukum selalu jalan di tempat jika tak punya uang banyak!

"Jangan bersedih atau cengeng jadi laki-laki... adalah tanggungjawab yang harus kau terima saat kau lupa diri"

Katakan pada mereka nanti,
tentang apa yang ada didalam sana,
ceritakan kau bahagia dengan caramu,
buat orangtua kita bangga punya kita!

Peranglah Dengan Diri Sendiri

"If you are not able to play a drama, then you should be able to receive when selected by karma.."

Hanya itu penggalan kalimat dariku untuk kalian semua, sebelum aku tertidur!

Friday, May 18, 2012

Terimalah!

Entah kenapa sekarang aku mudah menangis?
Aku hanya ingin bilang bahwa aku menyayangimu!
Terimalah...

Jangan(kan) Haru

Hidup ini tentang cerita,
apa saja...
Bahkan pena yang rusak pun tak 'kan menghentikan tangan 'tuk bergoyang...
Jemari selalu bersemangat untuk mengetik huruf-huruf patah tanpa angka yang berbatas!

Sadarkah kamu untukku?
Seumpama aku adalah gelas yang kau tuang air untuk diminum bersama...

Mengertikah hidup atas kita?
Jangan merintih dalam haruku!

Thursday, May 17, 2012

Tegar Bersamamu

Tak dapat kubayangkan menjadi seorangmu Ibu,
kesabaran yang luar biasa,
hingga kau rela menyendiri seperti ini,
tanpa kekasih hati...

Tak kupeluk dan tak kumanjakan kau karna aku menyayangimu...

Ibu,
jangan menangis lagi,
aku tegar bersamamu!

ROCK

Ada akibat yang lebih berguna daripada penyesalan,
setidaknya 'salah' itu sebuah pemahaman untuk melanjuti hidup baru!

Perjalanan selalu dimulai dari sungai yang tak berpenghuni,
berbisik sendirian,
merana hanya dengan kaki dan kepala sendiri!

Arus di depan yang deras,
mundur tak mungkin, dan itu terjal!
Lakukan sendiri, agar terpuaskan!
Sesadar-sadarnya kamu dalam peluh dan luka...

Tak ada sebab untuk membaca ini dari bawah, setelah judul hanya perhiasan!

Sesalkah Korupsi?

Terseret di jalanan Ibukota,
tak ada warna lain kecuali hitam pekat kusam jeling didalam retina!

Terhina berdiri diantara gedung tinggi,
saat menatap direktur yang berjamaah korupsi menyapu rakyat tak berdaya!

Saksi bisu tak pernah toleransi!
Bungkam dengan uang!
Tidur dengan tawa, hingga mati terbinasa!

Sesalkah kalian?


Wednesday, May 16, 2012

Semangat Pagi

Hidup cuma sekali,
mati juga sekali!

Matahari memapahkan untuk lebih giat,
udara pagi dingin menghapus kekesalan semalam!

Darimana datangnya bahagia sebuah "rumah",
keluarga yang harmonis!

Mimpi-mimpi kecil tersisih dari kenikmatan tidurku,
hanya sementara dan dengan begini aku menikmatinya!

Singkat Saja (sendu)

Entah mana dulu antara cinta dan nikah, kalau akhirnya berpisah?
Syahdu tanpa koma!

Pesan Singkat atau Mimpi?

Teringat beberapa tahun lalu, saat orang yang kuhormati main hati!

[dan kutahu ia selalu semena-semena mengenal arti cinta]

Waktu itu aku sedang di parkiran sebuah hotel di Jakarta,
pesan singkat masuk di ponselku yang terkirim dari orang yang kuhormati [namun, kadang sudahlah ia begitu sangat kubenci],
ternyata isi pesan bukanlah buatku namun untuk perempuannya? Ia salah kirim?

Dan detik ini aku tercengang,
orang yang kuhormati melakukan hal sama!

Berarti ia tetap main hati,

[padahal beberapa waktu belakangan ini sering mengucapkan "maaf" kepadaku bahkan pernah juga mengatakannya langsung dengan tetesan airmata?]

Kurasa airmatanya hanya kiasan!

Saat ia meminta maaf aku tak merasa itu sebuah penghormatan karna bagiku ya klise sekali!

Pembohong!

Orang yang kuhormati ini masih bertanggungjawab yang hanya sekedar materi bukan sebagai seseorang yang mengajarkanku tentang arti kasih dan sayang!

Apakah aku harus terus menghormatinya? Memaklumi segala hal yang ia perbuat sepanjang aku tumbuh dewasa?

Sudah berkali-kali main hati,
dan ia telah menyakiti perasaan perempuan di sebelahku!

Adilkah?